Benar apa yang ditulis oleh Pak Bambang mengenai vol_wetclay dan
vol_wetshale....
pernah juga dilakukan study di sini bahwa logs dens neu membaca shale dan
bukan clay...
perbedaan antara shale dan clay bisa sampai 30%, jadi yang kita hitung
100% shale di logs hanya mengandung 70 % clay..
tapi sekarang sudah ada tools dari schlumberger yang namanya ECS...setelah
kita bandingkan antara data xrd untuk clay dan jumlah clay dari ECS
ternyata similar...(bukan promosi lho)
masalah yang sering timbul adalah sering program petrophysic / paper 2
menyebutkan wetclay instead of wetshale sementara tool seperti density
neutron membaca wetshale.....
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/EXR/GLG
0542- 533852
Paulus Tangke Allo <[EMAIL PROTECTED]>
09/03/2005 11:26 AM
Please respond to iagi-net
To: [email protected]
cc:
Subject: [iagi-net-l] Wet vs dry clay
-----Original Message-----
From: Gumilar, Bambang BSP-EPE/41
Sent: 09 March 2005 09:51
To: '[email protected]'
Subject: RE: [iagi-net-l] Wet vs dry clay
Sebelum membahas Dry atau Wet Shale. Sebaiknya kita konsensus dulu
tentang Serpih sebagai litologi dan Lempung sebagai Mineral, bukan
ukuran butir.
Secara umum (data statistik), serpih murni (pure shale) mengandung 60
- 70 % lempung. Tetapi, tiap cekungan, sub-cekungan, lapangan bisa
berlainan rentang harganya.
Kesalahan pertama yang biasa kita lakukan adalah menganggap 100% shale
= 100% clay. Sehingga mengambil WetClay/Dry points sama dengan Wet/Dry
Shale points.
Kembali ke pertanyaan Mas Shofi (sebagian sudah dijawab Ferdi juga):
1. Log membaca Wet Shale (bukan Wet Clay).
Dry shale points bisa didapat dari analisis core di Lab. Tapi dry clay
point biasanya dari Referensi (Theoritical Value). Di alam hampir
tidak mungkin Clay bisa eksis 100% murni (Wet ataupun Dry) tanpa
berasosiasi dengan mineral lain.
Kesalahan kedua kita adalah, waktu konversi pembacaan vol%(log) ke
weight% (data core) pada saat kalibrasi. Sering campur-aduk.
Jika tidak ada data referensi. Wet/Dry points bisa juga didekati
dengan metode Cetak Silang (Xplot) antar log. Kita mulai dengan log
Neutron dan Densitas (X = Neutron, Y = Densitas). Karena sudah 40+
tahun metode ini terbukti masih handal dipakai di dunia Log Analysis.
Sederhana saja. Kita perlu penggaris, pensil, dan hm...hm..hm excel
(kalo punya GEOLOG atau PETROLOG lebih bagus lagi). Mula-mula plot
semua data N dan D. Pastikan skalanya benar.
a. Tarik garis lurus dari matrix (0% porosity, Qtz = 2.65 g/cc)sebut
titik Q, ke titik 100% water (1.00 g/cc dan 100% Neutron Porosity),
sebut titik W. Garis Q - W disebut clean sand line, Vsh=0%.
b. Tarik garis lurus dari titik Q ke titik-titik (representatif)
populasi terluar Shale (Sh), Q-Sh.
c. Tarik garis lurus dari titik W ke titik-titik (representatif)
populasi terluar Shale (Sh), perpotongan dengan garis Q-Sh sebut titik
WSh(WetShale).
d. Dapatkan harga Density Dry Shale(lebih mudah daripada mendapatkan
Dry Clay)dari data core. Tarik garis dari Q ke level Density Dry Shale
(misal 2.75 g/cc).
e. Re-scale 100% WetShale menjadi 60 atau 70% WetClay (bergantung
kondisi lokal). Asumsi 80% adalah porsi maksimum Clay bisa hadir di
dunia batuan kita.
f. Ektrapolasi Q-WSh hingga memotong Water - 80% NewClay line , sebut
titik ini WetClay point. Ternyata, kita masih bisa bekerja dengan cara
klasik.
g. Ektrapolasi Q-DSh hingga memotong Water - 80% NewClay line, sebut
titik ini DryClay point. INGAT selama kita tidak tahu komposisi
Clay-nya, Kaolinit, Illit, Smektit, atau mixed layer dll. Kita tidak
bisa membandingkannya dengan harga teoritis "Dry Clay" yang diukur
sebagai "Pure Component".
2. Untuk GR dan U dilakukan hal yang sama. Bedanya, sekarang kita
sudah punya harga Densitas (RHOB) dan Neutron dari Xplot ND untuk
masing-masing dry/wet points. Sehingga lebih mudah "mengira-ngira"-nya
dimana Wsh/Dsh untuk GR dan U. Resistivitas sedikit ber
3. Sudah dijawab Ferdi
Semoga membantu. Jazakumullahu khairan khatsiran.
Wassalam,
Bambang Gumilar, Petrophysicist
Brunei Shell Petroleum Co. Sdn. Bhd.
BSP - EPE/41, Seria KB3534
Brunei Darussalam
mailto:[EMAIL PROTECTED]
internet: http://www.shell.com.bn
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------Le
fichier dryclay point_gumilar.pps a �t� supprim� de ce message parce qu'il
ne respecte pas la politique de s�curit� Groupe.
--
We have removed dryclay point_gumilar.pps from this email because it is
not part of our content security policy.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------