DESM yg notabene yg pegang kendali masalah energi saja semua kantornya mulai
dari pusat sampai daerah ( Dinas/Kanwil) tidak "memberi contoh" ttg hemat
energi, lihat saja semua listrik dan AC nya nyala terus sepanjang
hari,meskipun kadang kadang tdk ada orangnya, apalagi AC nya central dan
lagi gedung gedungnya tdk didesain kearah hal tsb.( sebetulnya siang hari
bisa memanfaatkan sinar matahari )
Konservasi menyangkut dua hal efisien dan rasional, kedua hal tsb rasanya
sulit untuk  dilakukan. Dalam masalah energi ada
Intensifikasi,Diversifikasi, Konservasi , rupanya untuk yg konservasi masih
sulit untuk dilaksanakan , rupanya orang geologi berusaha maksimal mungkin
untuk menemukan cadangan baru tapi bagi pengguna ( termasuk yg menciptakan
alat konversi ) masih berboros boros an.makanya antara suplai dg demand sama
sama besarnya dan cenderung meningkat terus demandnya.
Coba kita lihat berapa energi yg hilang, ambil contoh dari satu sisi listrik
misalnya( belum yg di tansportasi.industri,RT ) dari data tahun 2004
ternyata ada kurang lebih 12 % energi losses di trasmisi dan distribusi (
belum di pembangkitan , kabarnya hampir sama ). Kalau kapasitas pembangkit
sekarang ini 24,000 MW , maka dalam satu hari ada potensi kehilangan 62,4 Jt
Kwh atau kira kira 22 Milyar Kwh/thn , kalau biaya produksi per Kwh sekitar
400 Rp, maka krugian per tahun bisa dibayangkan.( ini etung etungan
sederhana/simpel saja )
Saking banyaknya pembakaran energi fosil saat ini maka produksi CO2nya juga
melimpah, oleh karena itu sekarang ini sudah ada perdagangan CO2 ini melaui
mekanisme Clean Development Mechanisme (CDM) yang tertuang didalam Kyoto
Protocol, bahkan lagi ngetrend kelihatannya, yg melibatkan perusahaan
perusahaan energi besar dunia.Namanya perdagangan CO2 ( kira kira harganya 5
$ /ton) , tapi justru yang dapat duwitnya adalah yg tidak memproduksinya,
karena ini menyangkut G  to G , maka keterlibatan pemerintah cukup besar,
disinilah biasanya yang mandeg ( kesiapannya kurang ) sehingga peluang
peluang investasi di bidang ini terndat sendat bahkan jalan ditempat,
padahal disisi lain para investor sudah siap semuanya.,  sebetulnya inilah
salah satu peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi
konvensional, yang selama ini salah satu alasannya production costnya
tinggi.

ISM



Subject: [iagi-net-l] konservasi energi


>
> kemarin saya ngobrol2 sama orang belanda, dan dia mengajukan pernyataan
ttg
> konservasi energi yang cukup membuat saya terkaget2. pernyataannya: kenapa
> semua bangunan di negara tropis tidak ada yang didesain untuk menghemat
> energi?  lihat aja bahkan petronas twin tower yang merupakan bangunan
> kembar tertinggi di dunia pun tidak menggunakan "double-glazing". jadi dia
> merasa bahwa tagihan listrik untuk rumahnya itu terlalu besar - bahkan
> lebih besar dibanding belanda yang bermusim empat, karena rumah tidak
> didesain untuk meng-conserve energi, utamanya desain "double glazing" atau
> pun "thermal insulator". sehingga rumah-rumah dan bangunan kantor di
negara
> tropis yang menggunakan pendingin udara (ac) akan memboroskan energi yang
> luar biasa besar, karena energi dingin itu tidak ter-contain dengan baik.
>
> dari segi ilmiah juga ada benarnya, bahkan istri si belanda tersebut
> sekarang menjadi expert untuk konsultan greenhouse effect di pemerintah
> malaysia. mungkin salah satu tugasnya adalah memasyarakatkan desain
> rumah/bangunan yang mengikuti aturan bio-climate sehingga mencegah
> pemborosan energi.
>
> memang ironinya, kita tahu energi fosil akan habis, juga sadar pentingnya
> konservasi energi. tetapi selama ini kita tidak melakukan apa2 untuk usaha
> konservasi energi tersebut.
>
> just my 2 cents.
>
> best regards -
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke