> Saya agak merinding kalau media menyebutkan bahwa para ahli kebumian
> sudah dapat menduga atau memperkirakan kejadian gempa besar di Nias
> kemarin, dengan kontasi seolah2 kita (secara kolektif) tahu bahwa pada

Saya malah merasa tertarik ... thrilling dengan model meramal, menduga dsb ...

> saat X akan terjadi gempa di daerah Y dengan magnitutude lebih besar
> dari Z skala Richter. Hal ini berpotensi menimbulkan pengharapan yang
> mungkin berlebihan pada komunitas kebumian dan bisa menimbulkan suatu
> hantaman balik (backlash) apabila kita dianggap 'kecolongan' dalam tidak
> memprediksi suatu gempa secara akurat.

Q, Sebenernya ngga ada yg salah dengan "sudah diduga". Artinya kita
tahu bagaimana proses terjadinya. Jangan sampai malah menyatakan kita
tidak tahu sama sekali trus malah bilang kersaning gusti :p. Yang
perlu diperhatikan (seperti yg anda tuliskan itu) dalam pendugaan itu
ada faktor spatial dan temporal ... dimana, seberapa besar dan kapan.
Sepertinya yang ketiga (KAPAN) ini yg lebih dilihat orang tentang
keterjadian gempa. Yah memang karena ini salah satu yg masih
meninggalkan puzzle.Aku rasa mekanisme elastic rebound dengan plate
tectonic sudah mendekati final. Hanya prediksi waktu saja yg masih
"gelap".

Nah yg sekarang alam memberikan PeeR baru yaitu tsunami, yg sangat
mungkin merupakan gejala "ikutan" dari gempa. Kenapa kok ngga ada
tsunami padahal sepertinya (sepengetahuan sampai saat ini) seluruh
"persayaratn" sudah terpenuhi.

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke