>
  Rekan rekan

  Siapa ya yang dapat memberikan keterangan pak Danny dan Awang
  dengan suatu sketsa sehingga lebih mudah saya mengerti.
  Kalau tidak berkeberatan , kirim ke Japri saja.

  Si - Abah

  Mohon maaf,
> Halo rekan-rekan IAGI sekalian,
> Kemarin-kemarin entah kenapa saya emang terhapus dari daftar
> mailing-list IAGI-Net sehingga tidak pernah terima e-mail ini.  Untung
> Mba Dyah menolong saya untuk mendaftarkan kembali di mailing list ini.
>
> Menurut saya begini,
> Gempa Nias kemarin itu adalah gempa "megathrust" (i.e. sama seperti
> gempa Aceh) pada subduction interface yang letak "rupture zone" (bidang
> patahan yang bergeser ketika terjadi gempabumi)-nya persis di sebelahnya
> rupture zone dari Gempa Aceh.
>
> Jadi memang Gempa Aceh ini ternyata betul-betul memicu sumber gempa di
> sebelah selatannya.  Sekarang satu-satunya sumber gempa yang sudah
> matang yang sedang menunggu giliran adalah yang di bawah Kep. Mentawai
> itu.
> Kapan kira-kira waktunya?  Tentu kita engga tahu.  Tapi saya pikir dalam
> kurun waktu 10 tahun ke depan kemungkinan terjadi gempabesar di sini
> tinggi.  Belajar dari zona subduksi di Pacifik (Kamtchaka - Chile),
> pernah terjadi 7 gempa besar hanya dalam kurun waktu 10 tahun, dari 1955
> - 1965.
>
> Yang jadi harapan saya bahwa gempa di Mentawai mungkin tidak terjadi
> dalam waktu dekat adalah adanya segmen zona subduksi diantara Nias dan
> Siberut (di bawah Kep. Batu) yang kondisinya tidak matang dan
> karakteristiknya dominan "ASEISMIC" artinya banyak meloloskan strain
> energy. Mudah-mudahan Zona subduksi yang pas berada di khatulistiwa ini
> bisa menjadi "buffer zone" agar perambatan energi gempa dari utara itu
> bisa tertahan untuk sementara waktu sebelum dia menyebrang ke Siberut.
>
> Kontroversi tentang mekanisme gempa di Nias kelihatannya bersumber ke
> Focal Mechanism (CMT) USGS yang kurang tepat (mungkin sekarang sudah di
> ralat).  CMT USGS ini memperlihatkan bahwa Gempa Nias sepertinya suatu
> "Up-Thrust" pada bidang patahan yang hampir tegak lurus.  Waktu malam
> terjadinya gempa, saya agak heran-heran melihat solusi USGS ini.  Apakah
> benar bukan megathrust earthquake melainkan gempa pada Sesar Mentawai?
> Mungkin CMT USGS ini yang dilihat oleh Pak Surono.
> Untung paginya Harvard juga mengeluarkan CMT yang lebih baik.  Pada
> Harvard CMT terlihat jelas bahwa gempa Nias ini merupakan gempa
> megathrust - pure dip-slip.
>
> Sekarang masalahnya kalau ini megathrust earthquake dengan magnitudo
> 8.7, kenapa Tsunami-nya kecil?
> Saya kemarin berdiskusi dengan Wahyu Triyoso, terus Wahyu kebetulan
> mendapatkan analisa data seismik yang sudah dilakukan oleh ERI Univ.
> Tokyo, tempat sekolahnya dulu.  Dari analisa seismogram ini terlihat
> bahwa "fault displacement" pada rupture zone-nya memang besar di bagian
> bawahnya, yaitu di kedalaman ~15 - 40 km, tapi displacement ini menjadi
> mengecil ke arah atas.  Kata Wahyu pada subduction interface di sebelah
> baratnya Nias, displacementnya hanya 1 meteran!  Artinya walaupun gempa
> ini besar, deformasi yang terjadi pada bawah permukaan laut di barat P.
> Nias sampai ke palung tidak besar.  Menurut kami, itulah penyebab kenapa
> tsunaminya kecil.  Tentu perlu analisa dan data yang lebih lanjut untuk
> memastikan hal ini.
>
> Sekian dulu.
>
> Wassalam,
>
> Danny
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, March 31, 2005 4:19 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Coming Next : Gempa Mentawai :
> Siberut-Sipora-Pagai (???!!!) (was : Re. FW (iagi-net -Increased
> Strain...)
>
>
>
> Pak Awang,
> Mungkinkah satu faktor lagi yang menyebabkan gempa Nias tidak terbentuk
> terban yang berujung pada tdk terjadinya tsunami adalah kedalaman laut
> dan
> posisi dasar laut saat ini ?
> Kalau kita lihat bahwa epicenter gempa Nias berada di kedalaman laut
> kurang
> dari 200 m dan masih di "shelf area" yang relatif stabil. Sedangkan
> epicenter gempa Simelue berada di kedalaman laut 1200 m  dan sudah
> berada
> di "Upper slope area" yang relatif rentan kestabilan lerengnya.
>
> salam,
> Ferry
>
>
>
>
>
>                     Awang Satyana
>
>                     <awangsatyana@       To:     [email protected],
> [EMAIL PROTECTED]
>                     yahoo.com>           cc:
>
>                                          Subject:     [iagi-net-l]
> Coming Next : Gempa Mentawai :
>                     03/30/2005            Siberut-Sipora-Pagai (???!!!)
> (was : Re. FW (iagi-net -Increased
>                     01:50 PM              Strain...)
>
>                     Please respond
>
>                     to iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Ya Ar, rupanya itu penyebab Nias rusak sebab di tengah Pulau Nias itu
> memanjang splay Sesar Mentawai yang cukup besar sejajar dengan poros
> panjang pulau itu. Kalau episentrumnya di laut di sekitar Kep Banyak
> memang
> gampang saja buat energi gempa terdisipasi ke tenggara lewat fracture
> sesar
> Mentawai dan masuk ke Nias. Dampak di seabed (terbentuknya terban)
> mungkin
> tak ada atau sangat minimal mengingat fokus gempa 30 km sehingga relatif
> tak ada gerak kejut massa air laut terjadi. Tapi siapa yang bisa
> mencegah
> kalau gaya gempa daripada merusak seabed malah merambat ke tenggara via
> sesar Neogen Mentawai lalu merusak Nias...
>
> Memang kalau Danny Hilman masih anggota milis ini dan sempat menengok
> inbox-nya di tengah kesibukan derang-dering tilpon meminta penjelasan
> gempa, sebaiknya memberikan klarifikasi soal gempa Nias dan
> pernyataannya
> di media massa bahwa masih ada satu lagi gempa yang besar yang akan
> datang
> yaitu di sekitar Mentawai (!). Sebab Danny punya premis bahwa gempa Nias
> dipicu oleh gempa Simeulue (gempa Aceh 26/12/05) dan katanya kedua gempa
> besar ini akan melahirkan gempa Mentawai yang besar lengkap dengan
> tsunami
> tapi entah kapan (hitungannya menurut Danny bisa menit, minggu, bulan,
> tahun). Nah...
>
> Kenapa klarifikasi butuh dikeluarkan ? Sebab, telah terjadi perbedaan
> pendapat dengan Pak Surono (KaSubdit Mitigasi Bencana Geologi Direktorat
> Geologi Bandung) bahwa gempa Nias benar2 baru dan tak punya urusan
> dengan
> gempa Simeulue. Pendapat yang sama dengan Pak Surono dikeluarkan juga
> oleh
> Hodo Suteshon Asahi TV di Jepang.
>
> Nah, kebenaran premis tentu akan sangat menentukan apakah benar akan ada
> gempa Mentawai atau tidak.
>
> Di luar itu, semua masyarakat di pulau2 barat Sumatra dan kota2 di
> pesisir
> barat Sumatra memang sebaiknya latihan evakuasi terus menjauhi daerah
> bahaya gempa dan tsunami. Sebab, Padang bisa jadi sasaran utama tsunami
> kalau gempa Mentawai-Sipora benar terjadi. Letaknya begitu frontal ke
> wilayah ini. Uh..
>
> Tapi masyarakat Mentawai katanya sudah siap menghadapi kemungkinan
> evakuasi
> itu sejak  Danny Hilman, Prof. Kerry Sieh dkk membagikan poster gempa
> dan
> tsunami ke penduduk Mentawai.
>
> Sebuah catatan : tidak mudah buat kita para geologist menyampaikan info
> ke
> masyarakat atau Pemda tentang kemungkinan bahaya2 kebencanaan geologi.
> Satu
> yang tidak pernah bisa kita jawab : kapan gempanya akan datang Pak,
> tanggal
> berapa, jam berapa... (lebih gampang mengungsikan penduduk di puncak dan
> lereng gunungapi yang mau meletus dibandingkan dengan gempa yang selalu
> "ujug-ujug" datang...)
>
> Salam,
> awang
>
> Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kang Awang,
> Dari kumpulan data yang dikolek oleh pak Wahyu
> Trijoso, seismologist yang intens melakukan penelitian
> di sepanjang pantai Barat Sumatera bersama Pak Danny
> Hilman, menggambarkan bahwa kontur dari distribution
> record seismograph yang diperoleh menunjukkan bahwa
> maksimum displacement berada di sepanjang pulau Nias,
> maka walau episentrumnya berada di laut namun seolah
> gempa kemaren adalah earthland quake dan hanya
> menimbulkan tsunami kecil saja. Namun cukup
> menghancurkan Nias. Ini yang membedakan dengan gempa
> pada segmen Aceh dimana praktis displacementnya pada
> open area.
>
> Kalau salah kata, salah kutip -walau sampeyan suibuk
> ditilpun kiri kanan- tolong kang Danny muncul sebentar
> ke warga milis untuk memberikan penjelasan.
>
> Kewaspadaan terhadap potensi gempa akibat subduksi di
> barat sumatera yang diiringi dengan tsunami tetap
> ancaman yang berbahaya. Melalui rekan-rekan yang
> berada di sepanjang pantai barat sumatera, baik rekan2
> IAGI di Padang, Bengkulu dll, kita bolak balik tetap
> mengingatkan kewaspadaan dan meminta agar mereka dapat
> mengusulkan kepada pejabat otoritas setempat sering2
> melakukan latihan untuk evakuasi. berbagai macem pola
> evakuasi selayaknya dapat menjadi kreativitas lokal.
> Hingga saat ini, untuk kota Padang kita minta agar
> dapat mencapai target 10 menit rakyat/masyarakat sudah
> bisa mencapai zona "aman". Bahwa akan ada kepanikan,
> itu adalah bagian dari latihan, bagian dari persiapan,
> bagian dari kewaspadaan. Laporan rekan2 dari Padang
> dari kejadian panik tgl 31 Des 04, praktis mereka
> baru dapat mencapai zona "aman" dalam jangka waktu 30
> menit, itu pun diperkirakan hanya sekitar 60% dari
> warga.
>
> Nah, Jika rekan2 semua juga ikut terlibat dalam
> mendesak pada pejabat otoritas "daerah rawan bencana"
> untuk sering2 melakukan latihan bahaya, sesuatu yang
> sangat dinanti-nantikan oleh rekan2 IAGI setempat.
> latihan panik, latihan nuntun orang tua, latihan
> memberitahu anak2, dsb jauh lebih penting daripada
> terus menerus mempertanyakan kapan datangnya gempa.
>
> lam-salam,
> ar-.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
> Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
> Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke