Beberapa hari yang lalu saya nonton film di TV, singkatnya ceritanya begini.....
Badan Geologi Amerika mengirimkan satu tim terdiri dari lima orang ke sebuah kota yg terletak di kaki gunung untuk mengamati gejala gunung api yg akan meletus. Kota tersebut cukup indah dan iklim investasi berkembang dengan baik.
Celakanya dari tim tersebut berbeda pendapat, satu orang anggota ngotot minta segera diadakan rapat dewan kota utk memberikan Early warning dan persiapan evakuasi, sedangkan ketua tim dan anggota lain belum mau karena belum mendapatkan bukti2 yg lebih akurat. Hal ini didasarkan pada kenyataan beberapa tahun sebelumnya pernah diadakan Early warning bahwa akan terjadi letusan gunung api, shg kota panik, investor ada yg kabur, investor yg mau masuk jadi ragu2, wisatawan tidak berani berkunjung, denyut kehidupan kota terganggu karena adanya kecemasan massal.


Baru2 ini disiarkan kabar Mentawai adalah point gempa berikutnya, demikian juga dgn nasib kota2 di pesisir seperti Padang Pariaman dan Bengkulu. Sedangkan kita semua tahu bahwa prediksi gempa sangat sulit menentukan ketepatannya, ordenya bukan hari tapi tahun, itupun tidak bisa dipastikan tahun berapa. Mungkin masalah Early warning sebuah bencana alam juga perlu dipikirkan aspek2 lain yg melibatkan ahli lain seperti ilmu psikologi, sosial politik dan ekonomi. Wah jadi ruwet yaaa......

Kira2 yg punya blok wilayah kerja di daerah gempa bagaimana menyikapinya yaaa......

salam,
PR

At 09:14 PM 3/31/2005 -0800, you wrote:
Prediksi kapan gempa terjadi jauh lebih sulit daripada prediksi kapan Jupiter akan dibentur komet Shoemaker-Levy dan kapan gerhana Matahari serta gerhana Bulan terjadi. Kita sudah saksikan Jupiter dihantam komet tersebut tahun 1994 persis pada waktu hari, jam, menit, detik yang diperhitungkan. Kita juga telah mengalami gerhana beberapa kali persis dengan saat detail yang diprediksikan.

Harus diakui memang bahwa pengetahuan manusia tentang angkasa luar sana, dalam hal prediksi, mengungguli pengetahuan manusia tentang prediksi kapan gempa terjadi. Ini tidak berarti bahwa astronomi mengungguli geologi dan bahwa para astronom lebih hebat daripada para ahli kebumian. Para ahli kebumian belum saja menemukan metode yang hebat untuk prediksi gempa. Ilmu dan teknologi berkembang terus, pasti prediksi gempa akan semakin baik. Astronomi telah berkembang sejak 300an BC lengkap dengan observatorium-nya, bukan sekedar pengamatan mata telanjang ala Aristoteles. Geologi baru saja di abad 17an, terentang waktu ratusan tahun.

Benar memang, pengetahuan manusia tentang big bang jauh lebih detail dengan pengetahuan manusia tentang deep outer core Bumi, ada growth tectonics bergerak dengan massa spiral di sana. Baru itu saja, itupun berkembang baru 10 tahun yang lalu. Nah..big bang telah ditemukan sejak Edwin Hubble melihat galaksi2 saling bergerak berpisah menjauhi titik sentral di alam semesta. Itu ditemukan tahun 1920an...

California, AS adalah gudang para ahli gempa kaliber dunia dilahirkan (sebut saja Hugo Benioff, Charles Richter, Hiroo Kanamori, yang belakangan a.l Kerry Sieh yang banyak meneliti Sumatra Barat, juga Kang Danny Hilman lulusan Calif juga). Tahun 1994, dilaporkan bahwa para ahli itu hanya berani mematok 86 % peluang kejadian gempa besar dengan magnitudo > 7.0 akan melanda Southern Calfornia di 30 tahun mendatang (dari 1994). 11 tahun telah berlalu sejak pernyataan itu dibuat, nah masih ada 19 tahun lagi untuk menggenapi angka 30 tahun. Maka di antara 2005-2024 akan ada gempa itu. Penduduk Southern California dalam penantian...Itu kalau pendapat para ahli betul, bagaimana dengan peluang gagal 14 % ?? Maka bisa dilihat : prediksi kapan gempa terjadi itu sulit. Tapi tentu manusia dengan fitrah curiosity-nya tak akan menyerah.

Salam,
awang


Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Rekan IAGI,

sebenarnya gempa di Aceh sudah sering terjadi bahkan dari sekitar 15 tahun
yang lalu hal ini dirasakan ketika Om saya yang perwira TNI AL beberapa
lama bertugas di Sabang dan Aceh. Bahkan pernah teradi gempa sampai
menggoyangkan lampu2 gantung di dalam rumah cukup lumayan kencang. Jadi
sebenarnya peringatan dari alam itu sudah ada sekian tahun yang lalu.

Pertanyaannya adalah kenapa baru sekarang kita terhenyak, para peneliti
terhenyak, hasil2 penelitian dikorek-korek lagi, berbagai hal didiskusikan
kembali, pemerintah kemudian tersadar perlunya Early Warning dsb...dsb......

Sebelum gempa Nias terjadi tidak ada peneliti yg muncul di Media
massa....mungkinkah kita dinina bobokan oleh keadaan Aceh yg sudah mulai
tenang????....

Mungkinkah kita ini termasuk saya punya budaya selalu euphoria ketika
sesuatu telah terjadi? Budaya kebakaran jenggot....mungkinkah kita cukur
saja jeggot kita biar tak tesundut api?
Mungkinkah suatu bencana hanya dijadikan ladang buat kita untuk menambah
ilmu? Ohhh..gempa itu begitu to terjadinya...ohhh tsunami itu begitu to
terjadinya......dsb..dsb......

salam weekend,
PR


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Make Yahoo! your home page


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke