Oh ya lupa, tambahan sedikit: SCTV: apakah dana yang besar menjadi kendala untuk pengadaan Early Warning System spt yang sedang ramai dibicarakan bbrp negara. ADB: dana merupakan salah satu saja, tetapi yang paling penting adalah good will dari pemerintah RI sendiri menyikapi usaha2 mitigasi dalam bentuk lain spt sosialisasi hidup berdampingan dengan bencana alam itu bagaimana.
Demikian tambahan... Statemen di atas menggelitik juga tuh, karena dulu pemerintah bisa gencar mencanangkan Penataran P-4 hingga ke pelosok tanah air tanpa terkecuali!! Lha wong yang menyangkut keselamatan hidup orang banyak spt sosialisasi ini kok malah gak itu piye toh??? -----Original Message----- From: Kuntadi, Nugrahanto Sent: Friday, April 01, 2005 1:56 PM To: '[email protected]' Subject: RE: [iagi-net-l] IAGI di SCTV malam ini jam 11PM dan Metro TV besok 7:30AM Saya coba nih mas Vicky, dan mas Andang, please correct me if I'm hyperbolicing this too much, or maybe less than what you stated. SCTV: menanyakan tentang response pemerintah RI thd kejadian gempa yang baru lalu di P. Nias dimana SCTV mencoba mencari tahu komentar Pak Ketum IAGI bahwa di negara lain spt Thailand dan Srilanka, hanya dalam tempo singkat kepala negaranya langsung muncul di televisi dan radio2 memberikan maklumat seperlunya. Lalu SCTV pun mengakhiri pertanyaannya dengan kalimat "Apakah ini bukan bentuk ke paranoidan para kepala negara tersebut, ataukah ini justru merupakan hal yang benar untuk dilakukan?". ADB: Bukan, justru ini hal yang tepat dilakukan oleh para kepala negara tersbut, dan ini bukan keparanoidan tetapi suatu bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya yang terkena musibah dimana dengan cepat tanggapnya kepala negara thd masalah ini maka otomatis komponen pemerintah lainnya di bawah kepala negara akan bergerak juga. ADB juga menambahkan, sebenarnya tidak perlu seorang kepala negara akan tetapi harus ada yang bertanggung jawab on-air di media massa sesegera mungkin pasca gempa terjadi. SCTV: Siapa atau badan mana yang harus bertanggung jawab? ADB: agak berpikir sejenak...lalu menjawab bahwa ESDM, sbg wakil perangkat pemerintah, memiliki Direktorat Mitigas Bencana Alam, seraya menambahkan Bakorstanas yang dinilai ADB masih berkutat dalam hal penanggulangan pasca gempa nya, tapi belum menyentuh kepada bagaimana mensosialisasikan usaha2 mitigasi sebelum gempa terjadi. Kalaupun bukan satu instansi yang harus bertanggung jawab, koordinasi antar instansi pun masih lemah. SCTV: Jadi apa yang perlu dilakukan di dalam usaha2 mitigasi bencana alam ini? ADB: Sosialisasi terpadu dan berkesinambungan tentang bagaimana hidup berdampingan dengan bencana alam. Indonesia itu berada di pertemuan berbagai lempeng tektonik dari barat Sumatra, selatan Jawa Nusra, utara Papua, hingga Sulawesi, sehingga berpotensi terhadap adanya gempa tektonik dan volkanik, pun erupsi gunung apinya sendiri. Kode / aturan bangunan tahan gempa, misalnya, sangat harus ditertibkan terutama didaerah rawan gempa, karena banyak korban di P. Nias ini karena tertimpa reruntuhan bangunan yang barangkali sama sekali tidak mengindahkan potensi kegempaan di daerah tersebut. Kalau daerah rawan gempa tapi ndak ada penduduknya ya ndak papa, kata ADB, tapi kan masalahnya di Indonesia dihuni oleh banyak penduduk. SCTV: wah, berarti bencana bisa timbul di Jawa juga dong? ADB: iya, tetapi ilmu tentang perkiraan terjadinya gempa masih terus berkembang hingga saat ini jadi masih sangat sulit ditentukan kapan dan seberapa besar tepatnya gempa itu akan terjadi di daerah2 selain barat Sumatra ini. Oleh karenanya pemerintah harus mulai memperhatikan bantuan dana riset bagi keperluan mitigasi bencana ini. Dari daerah seluas yang saya sebutkan tadi rawan thd gempa, hanya sedikit sekali penelitian2 yang dilakukan oleh ahli2 tektonik Indonesia sendiri seraya menyebutkan nama rekan Danny Natawidjaya, dll. Kira-kira begitu mas, inti dari ulasan pembicaraan ADB dan SCTV. Salam, kuntadi -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 31, 2005 7:32 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] IAGI di SCTV malam ini jam 11PM dan Metro TV besok 7:30AM Apa kata ADB ? Tolong donk dibikinin sedikit ulasan buat ngisi IAGI-web, sukur2 ada quote statement yg "menghenyakkan" itu. "Arsip" ini penting, soalnya IAGI bisa saja disalahin kalau ndak ada bukti bahwa organisasi ini juga pernah memberikan input. Thx RDP On Thu, 31 Mar 2005 08:25:34 +0800, Kuntadi, Nugrahanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sindiran mas ADB tentang lemahnya usaha mitigasi dari pemerintah RI > yang harusnya diwakili oleh instansi2 terkait diharapkan dapat > "menghenyakkan" pemerintah kita untuk berbuat lebih baik....OK banget > mas! > > Satu lagi "statement" mas ADB yang OK banget, apresiasi bagi > penelitian2 di bidang bencana alam kebumian harus segera mendapat > perhatian serius dari pemerintah....Insya Allah gak lama lagi bangsa > kita punya badan sehebat USGS, amin. > > Bravo IAGI > > -----Original Message----- > From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, March 30, 2005 6:18 PM > To: [email protected] > Subject: [iagi-net-l] IAGI di SCTV malam ini jam 11PM dan Metro TV > besok 7:30AM > > Mewakili IAGI saya diminta bicara oleh SCTV dalam dialog interaktif > ttg Gempa Nias, Sosialisasi Bahaya Geologi, dan Peringatan Dini malam > ini 30 Maret 2005 jam 11. Untuk hal yang sama Metro TV juga minta saya > bicara besok di acara Berita Bahasa Inggris 7:30 pagi. > > Saya akan banyak menggunakan informasi dari kawan2 di milist ini, dan > tentunya konsultasi dengan para pakarnya sejauh menyangkut teknis > detail ttg gempa tsb. > > Mudah2an sosialisasi tsb. bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. > > Salam > > ADB > KETUM > > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Cc: <[email protected]> > Sent: Wednesday, March 30, 2005 2:36 PM > Subject: RE: [iagi-net-l] Coming Next : Gempa Mentawai : > Siberut-Sipora-Pagai (???!!!) (was : Re. FW (iagi-net -Increased > Strain...) > > > > > Sebagai bagian dari tour-nya, IAGI telah melaksanakan program > > sosialisasi terhadap potensi bencana kepada masyarakat Padang dimana > > Danny Hilman, Hamzah, Andang dan juga Ariadi telah berusaha > > 'menyadarkan masyarakat akan potensi bencana tsb, Bahkan tim ini > > telah > > > bertemu langsung dengan Gubernur Sumbar, sebagi top management' > > menyampaikan issue yang sama termasuk apa yang harus dilakukan bila > > terjadi bencana tsb. Sekarang tugas kita mengingatkan kembali kepada > > saudara-saudara kita yang minim informasi > > > > Salam > > Budi Satrio > > > > > > > > > > "Musakti, Oki" > > <[EMAIL PROTECTED] To: > <[email protected]> > > tos.com> cc: > > Subject: RE: > > [iagi-net-l] > Coming Next : Gempa Mentawai : > > 30/03/2005 03:08 Siberut-Sipora-Pagai > (???!!!) (was : Re. FW (iagi-net > > PM -Increased Strain...) > > Please respond > > to iagi-net > > > > > > > > > > > > > > Kelihatannya Padang dan Bengkulu sekarang 'live on borrowed time' > > alias mesti siap-siap kalau bencana gempa plus tsunami jadi datang > > menghampiri. > > > > Mungkin tugas para ahli gempa (mas Danny dkk) untuk 'menakut-nakuti' > > para penguasa lokal maupun pusat supaya masyarakat, infrastruktur, > > tata ruang dll di daerah tersebut disiapkan dari sekarang. Kalau > > perlu > > > sekalian dijadikan isu politik, mumpung mereka sedang bersiap > > menjalankan pilkada. > > > > (Yang saya kuatir, setelah satu tahun berjalan akan kembali business > > as > > usual....) > > salam > > Oki > > > > > > -----Original Message----- > > From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > > Sent: Wednesday, 30 March 2005 1:50 PM > > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [iagi-net-l] Coming Next : Gempa Mentawai : > > Siberut-Sipora-Pagai (???!!!) (was : Re. FW (iagi-net -Increased > > Strain...) > > > > Ya Ar, rupanya itu penyebab Nias rusak sebab di tengah Pulau Nias > > itu memanjang splay Sesar Mentawai yang cukup besar sejajar dengan > > poros panjang pulau itu. Kalau episentrumnya di laut di sekitar Kep > > Banyak memang gampang saja buat energi gempa terdisipasi ke tenggara > > lewat fracture sesar Mentawai dan masuk ke Nias. Dampak di seabed > > (terbentuknya terban) mungkin tak ada atau sangat minimal mengingat > > fokus gempa 30 km sehingga relatif tak ada gerak kejut massa air > > laut terjadi. Tapi siapa yang bisa mencegah kalau gaya gempa > > daripada merusak seabed malah merambat ke tenggara via sesar Neogen > > Mentawai lalu merusak Nias... > > > > > > Memang kalau Danny Hilman masih anggota milis ini dan sempat > > menengok inbox-nya di tengah kesibukan derang-dering tilpon meminta > > penjelasan gempa, sebaiknya memberikan klarifikasi soal gempa Nias > > dan pernyataannya di media massa bahwa masih ada satu lagi gempa > > yang besar yang akan datang yaitu di sekitar Mentawai (!). Sebab > > Danny punya premis bahwa gempa Nias dipicu oleh gempa Simeulue > > (gempa Aceh > > 26/12/05) dan katanya kedua gempa besar ini akan melahirkan gempa > > Mentawai yang besar lengkap dengan tsunami tapi entah kapan > > (hitungannya menurut Danny bisa menit, minggu, bulan, tahun). Nah... > > > > > > Kenapa klarifikasi butuh dikeluarkan ? Sebab, telah terjadi > > perbedaan pendapat dengan Pak Surono (KaSubdit Mitigasi Bencana > > Geologi Direktorat Geologi Bandung) bahwa gempa Nias benar2 baru dan > > tak punya > > > urusan dengan gempa Simeulue. Pendapat yang sama dengan Pak Surono > > dikeluarkan juga oleh Hodo Suteshon Asahi TV di Jepang. > > > > > > > > Nah, kebenaran premis tentu akan sangat menentukan apakah benar akan > > ada gempa Mentawai atau tidak. > > > > > > Di luar itu, semua masyarakat di pulau2 barat Sumatra dan kota2 di > > pesisir barat Sumatra memang sebaiknya latihan evakuasi terus > > menjauhi > > > daerah bahaya gempa dan tsunami. Sebab, Padang bisa jadi sasaran > > utama > > > tsunami kalau gempa Mentawai-Sipora benar terjadi. Letaknya begitu > > frontal ke wilayah ini. Uh.. > > > > > > > > Tapi masyarakat Mentawai katanya sudah siap menghadapi kemungkinan > > evakuasi itu sejak Danny Hilman, Prof. Kerry Sieh dkk membagikan > > poster gempa dan tsunami ke penduduk Mentawai. > > > > > > Sebuah catatan : tidak mudah buat kita para geologist menyampaikan > > info ke masyarakat atau Pemda tentang kemungkinan bahaya2 > > kebencanaan geologi. Satu yang tidak pernah bisa kita jawab : kapan > > gempanya akan datang Pak, tanggal berapa, jam berapa... (lebih > > gampang mengungsikan penduduk di puncak dan lereng gunungapi yang > > mau meletus dibandingkan dengan gempa yang selalu "ujug-ujug" > > datang...) > > > > > > Salam, > > awang > > > > > > > > Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923 > > Disclaimer: The information contained in this email is intended only > > for the use of the > > person(s) to whom it is addressed and may be confidential or contain > > privileged information. If you are not the intended recipient you > > are hereby notified that any perusal, use, distribution, copying or > > disclosure is strictly prohibited. If you have received this email > > in > > > error please immediately advise us by return email and delete the > > email without making a copy. > > > > -------------------------------------------------------------------- > > - To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To > > subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI > > Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi > > Karst > > > : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. > > Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan > > Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), > > Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : > > > Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > -------------------------------------------------------------------- > > - > > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------- > > - To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To > > subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI > > Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi > > Karst > > > : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. > > Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan > > Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. > > Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > -------------------------------------------------------------------- > > - > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To > subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI > Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : > Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. > Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan > Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. > Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To > subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI > Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy > Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst > : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. > Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan > Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi > Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. > Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > -- my blog : http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

