> Bagaimana kabar BGN (Badan Geologi Nasional) yg pernah dicanangkan
> dalam program 100 hari Mentamben itu, ya ?
> Mungkin terbentuknya badan itu sudah terasakan menjadi program yang
> sangat penting sat-saat seerti ini. Karena badan tunggal setingkat ini
> (langsung dibawah Presiden) yg mungkin akan mengkoordinasikan
> pekerjaan2 yang sangat memerlukan keterlibatan banyak disiplin ilmu.
____________________________________________________________________________
______

Karena banyaknya istitusi yang menangani masalah yang sama  (  Geologi &
geofisika ) seperti disini ada BMG , ada DGSM ada LIPI , BPPT, Bakosurtanal
dan masih ada lagi intitusi lain lain, dan juga banyak komentar komentar yg
disampaiakan oleh / masing institusi institusi   tsb, sehingga kadang kadang
cukup "membingungkan" masyarakat awam. Bahkan dalam suatu konfrensi pers
setelah Tsunami Aceh ada yg bilang tidak akan terjadi gempa besar lagi
karena yg ada gempanya semakin mengecil ( menuju kearah normal), tak tahunya
baru saja habis masa tanggap darurat langsung ada Gempa yg lebih
besar.Disisi lain pada waktu ada yang bilang dlm konfrensi pers juga akan
terjadi gempa lagi yang mengarah ke selat sunda ( coba anda buka lagi file
dokumentasi diskusi / konf pres di media ( Radio.TV.Koran) setelah tsunami
lalu ), sehingga kesannya ada salaing "perang informasi" sesama profesi /
institusi. Kalau diperhatikan lagi sebetulnya institusi institusi terbut
mempunyai sumber pendanaan yang sama (APBN), yang terjadi akhirnya dana tsb
di bagi bagi saja untuk masing masing institusi ( karena masing masing
berhak mendapatkan ) yang kadang kadang programnya overlapingya besar (
masing masing merasa perlu dan melakukan penelitian yang sebetulnya relatif
sama) , sudah dananya kecil dibagi bagi lagi , akhirmya penelitian tidak
terfocus dan terinteregrasi ( kadang kadang malah ada interes sektoral).
Coba kalau hanya ada satu badan saja yang menagani masalah geologi dan
geofiska , semua bisa terfocus dan tidak tumpang tindah, dan jelas tanggung
jawabnya.
Tsunami Aceh ( dan kemudian Gempa Nias) merupakan moment yg bagus yang  bisa
dijadikan titik awal untuk membenahi permasalahan tsb, ini merupakan
pekerjaan yng tdk mudah , pasti masing masing akan mempertahankan
institusinya, karena akan menyangkut "hajat hidup" , ini yang paling berat,
karena kalau Badan tadi terbentuk ini yg terjadi akan banyak yang kehilangan
"jabatannya" dari intitusi institusi tsb, inilah kendala besar kita kalau
ingin mereformasi birokrasi, justru tantangannya dari dalam sendiri , Jadi
kesulitannya bukannya di subtabsinya tapi di "pelakunya ". Bisa dibayangkan
kalau sekarang misalnya saya menjabat eselon I ,II atau yg lain, harus
"hilang" jabatan karena ada Badan Baru. Itulah problem utamanya , jadi
tantangannya besar . Jadi janganlah mimpi akan ada hanya  satu Badan yang
mengurusi masalah Geologi / Geofisika tsb , kan program 100 hari sudah
berlalu.... ya Badan tadi ikutan berlalu...
Kalau memang ide satu Badan G &G tsb memang bagus ,maka disini peran IAGI
akan sangat penting untuk mendorongnya ( apalagi  bersama HAGI) karena IAGI
merupakan NGO dan org  Profesioanal ( paling tdk , tidak punya jabatan
eselon jadi tidak ada yang hilang kalau terbentuk badan baru).  Karena Badan
tsb harus punya landasan hukumnya ( kan kita negara hukum) maka ada dua
landasan yg bisa dipakai, pertama melalui Keppres dan kedua melalui UU (
karena hanya dg keduanya itu eselon dibawahnya akan tunduk). Mungkin langkah
pertama bisa dilakukan dg membuat semacam "Naskah Akademis" yang berisi
segala aspek dari Badan tsb bertdasarkan kondisi saat ini ( isu isu
strategis).mumpung masyarakat luas masih hangat dg masalah masalah
KeGeolgian  ( coba lihat sekarang ini masyarakat umum sudah fasih dg teori
teori lempeng benua dan teori Ganjel mengganjel bumi ) mungkin Tsunami dan
Gempa bisa diambil hikmahnya untuk pembenahan permasalahan G & G
tsb.sehingga tidak lama lagi kita punya "USGS" made ini Indonnesia.

ISM





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke