On Apr 5, 2005 1:30 PM, Hery Harjono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ide bagus. > Salam > ----- Original Message ----- > From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Sunday, April 03, 2005 8:24 PM > Subject: [HAGI-Network] apa yg ada dibenak mereka ?--> Warga Kampar Sempat > Mengungsi Akibat Isu Bendungan Jebol > > > Sepertinya semua anggota IAGI-HAGI harus mampu menjadi petugas > > penyuluh info kebumian. Sukur-sukur dengan sistem MLM mencari dan > > membentuk "down-line" untuk menjadi agen penyebar info kebumian yg > > dapat menyangkal isu-isu tidak bertanggung jawab seperti dibawah ini. > > > > RDP
Mas Herry, Salah satu orang yg canggih dan sukses menjalankan MLM penyebaran ilmu kebumian itu Bu Rita (kajur Geologi UGM), itu aku lihat beberapa tahun lalu ketika longsoran menjadi bencana yg sangat banyak menelan korban di Kulon Progo, Djogdja dan sekitarnya. Beliau mendidik mhswa/i yg kemudian anak didik ini memberikan getok tular kepada warga yg daerahnya rawan longsor. Saya rasa HAGI dan IAGI-pun semestinya menggunakan cara-cara dengan mengikuti kaidah edukatif, pedagogic, atau skolastic (mboh opo istilahe :). Artinya menyampaikannya dengan bahasa awam, mudah dimengerti, dan langsung tanpa filter atau distori akibat sebuah kepentingan. misal kepentingan wartawan dalam menyediakan informasi. Maksud saya, banyak kepentingan wartawan untuk membuat beritanya laku keras, "which is understanable". Sehingga ketika mensitir ucapan atau presentasi sang ahli sering diambil kata-kata atau kalimat yg memiliki nilai jual. Misalnya "Akibat getaran gempa Aceh maka sistem sesar Sumatra (Mentawai dan Semangko) yg memotong Sumatra terpengaruh, maka kemungkinan gempa dapat mencapai 9 SR di Mentawai, dalam sepuluh tahun kedepan" . Premis diatas adalah sesuatu yg sangat mungkin, setelah saya baca dari uraian presentasi Pak Wahyu-pun saya juga menghawatirkan hal itu. Tetapi karena yg menulis wartawan, bisa jadi yg ditulis adalah "Gempa Kekuatan 9 SR mengacam Sumatra Dalam Waktu Dekat". "Pulau Sumatra akan terbelah menjadi dua" Seberapa lama waktu "dekat" dan "jauh" itu ? Gempa 9 SR adalah salah satu kemungkinan, apakah sudah pasti 9 SR ? Memotong memang mirip dengan membelah, tapi apakah dalam periode beberapa hari dalam satu kali periode gempa ? Saya membayangkan orang awam yg membaca pasti kelimpungan mendengar Pulau Sumatra terbelah dan ditandai dengan gempa dahsyat. Dan saya rasa disinilah peran anggota IAGI dan HAGI dalam memberikan klarifikasi dan menerjemahkannya. Jelas bukan untuk mencegah bencana, tatapi memberitahuna kemungkinannya saja sesuai pengetahuan yg kita miliki. Saya rasa Bu Rita perlu menularkan "ilmu getok-tular"nya dalam menjelaskan soal gempa ini. Bagaimana merubah "kalimat ilmiah" menjadi sebuah "dongeng sebelum bobo". salam rdp -- Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities --- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

