Kata Pejabat sih bilangnya "kita pakai skala prioritas...karena data 
terbatas..."
kalau bencananya belum pasti kan dananya bisa dipakai buat yang lain 
dulu....."beli mobil lah...study banding ke luar negeri lah.....tunjangan 
jabatan dulu lah...buat kampaye lah..."
Nah kalau prediksinya sudah jelas ..kita bilang 1 bulan lagi....kan 
pejabat mikir - mikir juga buat alokasi dana...
early warning system...perencanaan dsb kan perlu dana...ada enggak alokasi 
dana untuk itu....?  mending kan masuk kantong sendiri....

Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/EXR/GLG
0542- 533852






[EMAIL PROTECTED]
07/04/2005 08:27 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] FW: peringatan letusan gunung api di 
toba



rekans -

kalau soal memprediksi atau meramal kejadian pasti tidak pernah tepat.
ramalan cuaca aja kadang banyak melencengnya, apalagi ramalan gempa. tapi
rasanya yang perlu dipelajari adalah bukan metoda ramal-meramalnya tapi
mengetahui daerah yang rawan bencana serta menyusun prasarana untuk
kewaspadaan dan mitigasinya. kalau hanya terjebak dengan proses dan
prosedur peramalan bencana, itu akan sangat sulit sekali. karena kita
tinggal di daerah rawan gempa/letusan gunung api dan bencana itu pasti 
akan
datang cuma kita tidak tahu kapan.

contoh yang sederhana, saya tidak bisa meramal kapan saya akan bertabrakan
bila nyetir mobil. tapi saya tahu bahwa kalau saya nyetir mobil maka rawan
kecelakaan. salah satu bentuk kewaspadaan saya adalah melakukan defensive
driving serta memakai seat belt, dan mengasuransikan mobil dan jiwa saya.
sehingga kalau terjadi kecelakaan, maka efeknya akan berkurang karena
seatbelt dan kalau mobil saya rusak bisa dibenerin pihak asuransi, dan
kalau saya cacad/meninggal maka ada jaminan asuransi. yg penting di sini
adalah kewaspadaan (defensive driving), prasarana (seat belt) untuk
menghindari kecelakaan jalan raya.

begitu juga dengan gempa dan tsunami, meramalkannya adalah sesuatu yang
sulit. tetapi membuat sarana early warning dan  evacuation system bisa
dilakukan.

contoh yang lain adalah kebakaran, kita tak pernah tahu kapan akan ada
kebakaran di gedung kantor kita, tapi sarana2 bila terjadi kebakaran sudah
ada. misalkan ada pemadam api, lalu ada evacuation route, dan ada orang2 
yg
bertanggung jawab untuk evacuation tersebut. nah,

masalahnya di indonesia prasarana seperti itu tidak pernah ada dan tidak
pernah dipikirkan pemerintah. kalau saja indonesia dibangun dengan baik 
dan
benar, tentu masalah2 seperti itu tidak perlu terjadi. paling nggak jalan2
bagus dan teratur sehingga mudah untuk evakuasi. belum lagi kalau kita
cerita soal bangunan tahan gempa, settlement planning, geologi tata
lingkungan dlsb. mungkin kita bisa mencontoh jepang atau california dalam
melakukan hal seperti ini.

saya jadi inget jaman dulu waktu masih sma di kota kecil purwokerto, waktu
itu di perpustakaan saya baca sebuah majalah bahasa inggris tetang
bagaimana geologist2 itu (kayaknya keren2 pake jenggot) merancang sebuah
settlement kota, dengan melihat semua aspek geologinya, mulai dari
patahan2, daerah rawan bencana gempa, longsor, kelestarian sumberdaya air
dlsb. dengan demikian, kota atau settlement yang dihasilkan bisa akrab
dengan geologi serta potensi bencananya.

just my 2 cents. ini uneg2 saja, bukan usul, saran, complain atau protes.
karena kalau usul pasti nggak ditanggapi, kalau saran pasti dijawab "i
don't care", kalau complain nanti dijawab kalau nggak mau begitu ya jangan
tinggal di indonesia dan kalau protes pasti ditanya mana buktinya yang
akurat.

salam -




  
                      Rovicky Dwi  
                      Putrohari                To: [email protected], 
"Himpunan Ahli 
                      <[EMAIL PROTECTED]         Geofisika Indonesia (HAGI)" 
<[EMAIL PROTECTED]> 
                      om>                      cc:   
                                               Subject: Re: [iagi-net-l] 
FW: peringatan letusan 
                      06/04/2005 04:17         gunung api di toba     
                      PM  
                      Please respond  
                      to iagi-net  
  
  



> Banyak ahli yang memprediksi akan ada gempa/bencana
> tapi tidak ada yang bisa memprediksi kapan.....
> apakah tidak ada cara / metode yang lebih detail dalam memprediksi kapan
> terjadi gempa/bencana....?
> apakah tanda - tanda akan terjadinya gempa/bencana tidak bisa 
diukur....?
> apakah tidak bisa dibuat dalam orde yang lebih kecil (range bulanan)...?
> sehingga bisa dibuat rencana penyelamatan yang lebih matang...
> tidak mungkin kita mengungsikan penduduk karena prediksi gempa yang
> mungkin bulan ini, tahun ini, 50 tahun lagi, atau 100 tahun lagi...atau
> malah enggak jadi......
>
> Apa pada akhirnya kita hanya bisa berdoa supaya bencana  dan gempa tidak
> terjadi..... ?
>
> cuma prihatin saja....
>

Ferdi,

Kapannya geologist yg sudah dalam orde tahun atau puluhan tahun
menurutku sudah sebuah kemajuan yg dahsyat, bayangkan .... prediksi
ini dikembangkan dalam 50 tahun perkembangan ilmu gempa yg diketahui
dr pergerakan tektonik. kalo kejadiannya 50 tahun lalu, pasti semua
menyatakan kersaning allah, tanpa bisa tahu mekanismenya, sekalipun.

Aku tahu bagaimana konsennya kita, bagaimana "gemes"nya kita dengan
kejadian yg menelan banyak korban ini. Mungkin ada yg ingat tulisanku
belum lama berjudul " Kapan waktu tepat memberikan pelajaran waspada ?
atau beritahukan saja prediksinya ?
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg05782.html

Bahkan teriakan IAGI sudah masuk di media manapun belum juga muncul
initiatif pemerintah untuk membuat action. Aku rasa "teriakan" IAGI
sudah cukup kuat seperti yg terakhir dikumandangkan Kang Andang di
SCTV (scriptnya ada di www.iagi.or.id).

Jadi, untuk usaha-usaha mitigasi yg proporsional, menurut saya, saat
ini "bola"nya ada di Pemerintah ditangan pak Sby !!
bentuknya ya "Political Will !!" ... ini sepertinya yg belum kita rasakan
semua.

<canda on>
rasanya pingin ngobrol dengan pak SBY soal ini :)
... mimpi kali yeee :p
<canda off>

Prediksi yg sudah dapat dilakukan ahli2 gempa kita seperti Pak Danny,
Pak Wahyu dll sekarang saya yakin dalam orde puluhan tahun, artinya
ini sidah dapat dipakai utk membuat konsep tata ruang RT/RW, konsep
code bangunan tahan gempa dll.
Memang prediksi gempa ini masih belum bisa dipakai utk peringatan dini
... ini tantangan buat kita semua. Masih jauh dari ketelitian ramalan
cuaca yg dapat mungkin sudah memiliki keakurasian hampir 90% dalam
orde harian
Salah satu cara peramalan akuratnya mungkin pendekatan dinamika fluida
seperti peramalan cuaca.

Salam prihatin

RDP
--
Education can't stop natural disasters from occurring,
but it can help people prepare for the possibilities ---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------







---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy 
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke