Gabung diskusi Mas Suryadi ya! Ada 3 hal yang ingin saya diskusikan Mas :
1. Reef; Kalau kita menyebut reef buildup yang terlintas secara langsung di benak kita pasti adalah koral. Tetapi, ketika dihadapkan pada data yang menunjukkan dominasi algae, kita jadi bertanya kenapa reef buildup kok didominasi algae? James (1983) dlm tulisannya yg berjudul Reefs pd buku Scholle et al. (eds.) Carbonate Depositional Environments. AAPG. p 345-462 membedakan antara reef dan reef mound. Dikatakan reef apabila didominasi oleh koral (large metazoan). Dikatakan reef mound apabila didominasi oleh encrusting organism dan kurang dominannya koral. Encrusting organism bisa berupa encrusting red algae, phylloid algae, etc. Please Mas Sur refer ke buku tersebut, siapa tahu saya salah kutip. Pada reef buildup yang kita identifikasi pada data seismik, pada interval/bagian lateral tertentu dapat didominasi oleh reef dan dibagian lain oleh reef mound atau depositional facies yang lain seperti near reef atau interreef lagoon. Jadi menurut saya reef buildup tidak harus didominasi oleh koral. Kalau kita bisa identifikasi suksesi antara keduanya baik secara vertikal maupun lateral, kita akan dapat mengidentifikasi pola shallowing atau deepening, catch-up, keep-up, retrogradasi atau progradasi, etc. pada skala satu tubuh reef itu. James and Bourque (1991) Reefs and Mounds dlm Walker (ed.) Facies Model membahas secara bagus tentang hal ini. 2. Drowned Carbonate, Karstifikasi (subaerial exposure) dan Reservoir; Pertanyaan yg mungkin muncul adalah Apakah pada Drowned Carbonate ada kemungkinan dijumpai subaerial exposure yang merupakan proses utama pembentukan porositas dan permeabilitas pada batuan karbonat? Ada 2 tulisan menarik berkaitan dengan Drowned Carbonate yang dapat dijadikan sbg pembanding: Saller et al (1993) dlm AAPG Memoir 57 yang meneliti karbonat Oligosen di Kalimantan tengah dengan data outcrop dan seismic mengatakan �subaerial unconformities were not found in or between sequences 2-4 on outcrop.... Rapid rises in relative sea level resulted in drowning and backstepping of carbonate shelf margins in some locations.... Tulisan dari Saller et al (1993) tsb menunjukkan tidak terjadinya subaerial exposure pd karbonat tersebut tetapi proses drowning dan backstepping lebih dominan. Karena tidak terjadi subaerial exposure, proses diagenesis air meteorik yg dapat meningkatkan porositas dan permeabilitas mungkin tidak terjadi. Jordan and Abdullah (1992) pd tulisanya berjudul Arun Field dlm Foster and Beaumont (eds.) Atlas Oil and Gas Field, AAPG, membahas scr detil ttg Arun Reef. Arun reef dikatakan tumbuh selama Miosen Awal. Pada tulisan tersebut digambarkan Arun reef mempunyai bentuk menyempit kearah atas dan ditutupi oleh Baong shale sehingga menurut pendapat saya dapat dikatakan sbg Drowned carbonate. Sebelum Arun reef tersebut drowned, dia sempat mengalami subaerial exposure pada bagian atasnya seperti yg tertulis pada teks �The most economically important unconformity occurs at top of the Arun Limestone... A minimum of 2.3-4.6 m.y. elapsed during this period of exposure. Selain itu, paragraph lain juga mengatakan �Evidence of subaerial exposure of reef sequences includes sharp color changes parallel to bedding and irregular contacts.... These indicate that the Arun reef grew up in a discontinous fashion, interrupted at times by subaerial exposure.... Apa yang dapat kita ambil adalah pada Drow ned Carbonate pd bagian atasnya ada kemungkinan keberadaan exposure surface dan tentunya reservoir-quality limestone, demikian juga pada bagian interiornya yang ditandai oleh keberadaan subaerial exposure. 3. Bagian lain yang punya potensi bagus sebagai reservoir; Reservoir-quality limestone berada di bawah exposure surface yang berada di dalam interior buildup dapat dijadikan kandidat dan dikejar terus. Jordan and Abdullah (1992) mengatakan 1/4 dari total porositas di Arun field adalah berupa pori yang terbentuk oleh diagenesis air meteorik sedangkan 3/4-nya adalah intercrystalline porosity (microspar matrix) pada chalky limestone. Longman (1981) dalam bukunya Carbonate Diagenesis as a Control on Stratigraphic Traps mengatakan microspar matrix seperti itu (implisit) terbentuk karena pengaruh fresh water. Jadi 1/4 + 3/4 = 1 atau seluruh porositas pada Arun field adalah hasil kerja dari diagenesis air meteorik? Kenapa harus nyari yang lain? Bagian lain lagi yang potensi sebagai reservoir? Geologist memang tidak pernah puas he.he.he... Mas Suryadi pernah menjumpai Phylloid algal mound pd batuan karbonat yang Mas teliti nggak? Kalau ada mungkin dapat dijadikan sebagai kandidat (need further understanding). Phylloid algal mound spt itu jadi reservoir utama di salah satu field di US sana lho, publikasinya ada di buku Scholle et al (1983). Carbonate Depositional Environments. AAPG Memoir 33. Salam, Usman Jauhari A young man who dreams to be a total geoscientist [EMAIL PROTECTED] wrote: Selain secondary porosity, memang fracture termasuk salah satu properti yang diharapkan. Fracture bukan hal yang mustahil di batuan karbonat. Muncul tidaknya fracture tergantung dari induration batuannya sendiri. Semakin keras semakin besar potensinya untuk mengalami fracturing. Jadi, meskipun terlihat "tight" dari log, bukan berarti tidak ada porositasnya. Yah mirip2 dengan reservoir kalau di fractured basement. Harus diperhatikan kemungkinan pengisian fracture oleh kalsit/dolomit/silika karena akan menutup fracture. Cara analisanya sama dengan batuan klastik, bisa pakai FMI dll .. salam, -sw- Ferdinandus.KARTIKO-SAMODR [EMAIL PROTECTED] To: 04/18/2005 10:59 AM cc: [email protected] Please respond to iagi-net Subject: Re: [iagi-net-l] Drowned Carbonate Platform kalau di karbonate, bagaimana kita hendak menentukan potensi dari karbonate berdasarkan porosity / permeabilitynya.. mis : untuk suatu build up, kita mengharapkan adanya kartstifikasi sehingga menambah adanya secondary porosity..tapi seperti yang diutarakan bahwa ini hanya terjadi di bagian atas dari build upnya.... Apakah tidak mungkin ada sistem seperti fracturing yang mengalirkan hc dari (source rock) ke build up tersebut sehingga menambah potensi bagian bawah dari build upnya dan dengan ada condense dari shale menyebabkan akumulasi yang cukup untuk bagian bawah dari build up.... Bagaimana procedure analisa struktur yang dilakukan di karbonate ya...? Regards Ferdinandus Kartiko Samodro TOTAL E&P Indonesie Balikpapan DKS/EXR/GLG 0542- 533852 [EMAIL PROTECTED] 14/04/2005 01:45 PM Please respond to iagi-net To: cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Drowned Carbonate Platform Bagian teratas dari suatu build up memang pantas untuk di tes. Seperti yang Mas Paulus katakan potensinya untuk mengalami karstifikasi jika terekspose memang lebih tinggi, atau setidaknya mudah mengalami leaching oleh rain water. Yang masih mengganggu pikiran saya adalah bagaimana dengan lokasi lain yang kemungkinan karstifikasinya kecil, model atau play yang bagaimana yang mungkin di aplikasikan. salam, -sw- Paulus Tangke Allo To: [email protected] om> cc: 04/14/2005 11:41 Subject: Re: [iagi-net-l] Drowned Carbonate Platform AM Please respond to iagi-net kalau melihat papernya Kusumastuti yg di AAPG, alasan kenapa drowned platform jadi target karena pada drowned platform akan ditutup oleh seal yg tebal. target lainnya adalah kalau ada bagian reef yg sempat ter-expose dan berharap terbentuk karsting. karst zone ini akan mempunyai permeabilitas yg tinggi. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides!

