Vick,
Terimakasih, Thanks banyak dengan model yang anda buat, mudah dan sederhana. 
IAGI menunggu karya2, model2 lain dari rekan2 kabeh dan untuk disosialisasikan. 
Yang longsor, yang gunungapi, yang tsunami, barangkali Syaiful, Allo, Prasidha, 
Koenil dan yang lain2 juga akang Mino' dengan berbagai model2nya di lab, akang 
Munasri yang banyak koleksi & kaya dengan pemodelannya serta pak Yanto 
barangkali masih punya dan yang lain2 juga mau menampilkan karya2nya disini. 
Terimakasih
 
ar-.

Paulus Tangke Allo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
---------- Forwarded message ----------
From: Rovicky Dwi Putrohari 
==============

Salah satu teori "urutan'" gempa dapat dilakukan dengan model mekanik
"slider block". Sebuah teori mekanis sederhana tentang bagaimana
pusat-pusat gempa itu berpidah-pindah pusat gempanya.

Teori ini menggunakan urutan beban dan per yg saling menyambung (lihat
lampiran). Dengan model ini maka akan terlihat beberapa block yg
"saling terkait" oleh pegas (spiral) yg masing-masing memiliki
elastisitas tekan dan tarik berbeda2.
Seandainya slider block ini berupa block yang seragam maka dengan
model ini akan lebih udah dibuat model matematisnya, namun kenyataan
alam selalu tidak ideal sehingga gempa itu tidak terjadi berurutan.
Masing2 block akan memiliki ritme sendiri2 dimana masing ritmenya
tidak sama sekalii terpisah bahkan akan terkait satu dengan yang lain.

Cara sederhana dapat anda lakukan dengan model sederhana, kemudin
dengan model yang semakin kompleks akhirnya dengan model sesuai
realitas di lapangan.

Model lokomotif gempa ini tentunya memerlukan sebuah penelitian yang
cukup panjang dan memakan waktu lama. Bayangkan saja masing-masing
blok harus diteliti karakteristiknya. Masing-masing blok juga harus
diketahui kecepatan pergerakannya. Tentunya memerlukan tenaga-tenaga
generasi-generasi penerus bangsa untuk ikut aktif dalam penelitian
yang sangat berguna untuk menyelamatkan umat manusia ini. Dari contoh
satu segment patahan Mentawai itu saja kita tahu bahwa beberapa blok
lain belum tersentuh para ahli. Belum lagi segment-segment diselatan
Pulau Jawa. Semangko di Sulawesi dll.

Nah, alam Indonesia ini cukup unik dibandingkan belahan bumi lainnya.
Selain memiliki potensi sumberdaya yg sangat banyak juga menyimpan
potensi bencana. Jadi jelas sangat memerlukan buah pemikiran kita
semua utk dimengerti dengan benar.

Akhirnya kita sedikit bertambah pengetahuan mengapa urutan rentetan
gempa tidak sederhana seperti "urut kacang" atau antri karcis. Jangan
terlalu takut dan panik kalau gempa sudah menjalar. Toh kemarin kita
tahu dalam waktu dekat gempa kembali terjadi di Nias dan Mentawai.

Nah sekali lagi .... ramalah urutan bukan hal yg penting lagi disini,
namun kewasapadaan akan datangnya gempa tetap lebih berperan
menyelamatkan kita dari bencana.

Ingat ... jangan tunggu ramalan para ahli kapan gempa akan terjadi lagi.

Rovicky Dwi Putrohari 
Anggota IAGI-HAGI

-- 
Education can't stop natural disasters from occurring, 
but it can help people prepare for the possibilities ---
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke