SEMOGA BERMANFAAT. TOLONG SAMPAIKAN KE TEMEN2  THANK'S. 
Gempa... 
Lindu... 
Earthquake.... 
Jishin.... 
Apapun nyebutnya, yang jelas jenis bencana alam yang satu ini lagi jadi 
pembicaraan orang di mana-mana, menyusul berbagai tragedi besar yang 
terjadi 
akhir-akhir ini akibat gempa. Berdasarkan catatan 6 bulan terakhir ini, 
berikut berbagai gempa yang terjadi di Indonesia (tanah tumpah darah) dan 
Jepang (tanah tempat tinggal sementara ini): 
- 23 Octoboer 2004, gempa di Niigata prefektur, Jepang. Kekuatan 6,8 skala 

Richter. 
- 12 November 2004, gempa di pulau Alor, NTT, Indonesia. Kekuatan 6 Skala 
Richter. 
- 26 November 2004, gempa di Nabire, Papua, Indonesia. Kekuatan 6,4 skala 
Richter. 
- 29 November 2004, gempa di Hokkaido, Jepang. Kekuatan 7,1 skala Richter. 

- 26 December 2004, gempa di Banda Aceh, Indonesia. Kekuatan 8,9 skala 
Richter disusul gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 48 meter. 
- 20 Maret 2005, gempa di Fukuoka prefektur, Jepang. Kekuatan 7,8 skala 
Richter. 
- 28 Maret 2005, gempa di pulau Nias, Indonesia. Kekuatan 8,7 skala 
Richter. 
(negara-negara yang lainnya sori sementara ini nggak kecatet) 
Yang jelas juga, gempa-gempa yang terjadi itu mengakibatkan ribuan orang 
meninggal dunia, entah berapa banyak yang luka-luka dan entah berapa 
rumah/bangunan yang runtuh. 
Apakah sekian banyak korban jiwa yang jatuh itu disebabkan karena susahnya 

memprediksi kapan datangnya gempa, atau sedikitnya informasi tentang gempa 

yang diketahui orang? Bisa jadi dua-duanya. Terus terang, selama tinggal 
di Indonesia, gue gak tau sedikit-dikit acan tentang gempa kecuali yang 
diajarin di buku Geografi. Lagian di Indonesia sendiri juga relatif jarang 

ada gempa. Nggak heran kenapa penduduknya seolah gak pedulian sama bahaya 
gempa ini. Pengetahuan gue baru bertambah sejak gue tinggal di Jepang, 
negara yang kebetulan posisinya terletak di garis zona pertemuan dua 
lempeng bumi yang sering geser-geser. Disini gempa memang sudah seperti 
kejadian 
"rutin" dan penduduknya sadar banget akan bahaya gempa dan tau banget apa 
yang harus dilakukan kalau ada gempa. 
Baru-baru ini ada acara yang sangat menarik tentang gempa di Fuji TV. 
Disitu dijelasin gempa itu apa, apa aja impact-nya dan gimana cara 
penyelamatan 
diri darurat yang bisa dilakukan setiap orang jika terjadi gempa. Mungkin 
anak-anak Indonesia yang tinggal di Jepang juga sempet nonton acara ini. 
Tapi buat yang nggak nonton, niiiiih... gue ceritain yaa... 
Kalau gunung mau meletus, masih relatif memungkinkan dilakukan tindakan 
antisipasi lebih awal, misalnya mengevakuasi penduduk. Karena aktivitas 
perut gunung masih memungkinkan untuk dipantau. Kalau angin typhoon mau 
dateng juga masih memungkinkan diketahui kapan datengnya, dibaca 
pergerakan 
arahnya dan malah diukur kecepatannya. Tapi kalo gempa itu lain.......... 
Gempa tidak bisa diprediksi lebih awal. 
Nggak ada penelitian yang bisa dengan tepat memperkirakan kapan dan dimana 

gempa akan terjadi, serta seberapa besar kekuatannya. Itulah sebabnya 
kenapa 
gempa itu sangat berbahaya. Tapiiiii.... biarpun susah diprediksi lebih 
awal, ada beberapa fenomena alam yang patut dicermati dan bisa dianggap 
sebagai alert tanda akan adanya gempa. 
1. Mulai sekarang kalo jalan liat-liat ke langit... 
Kalo di langit ada awan yang berbentuk aneh seperti angin puting beliung 
atau seperti pohon atau seperti batang... pokoknya bentuknya 
berdiri/vertikal... kemungkinan besar itu adalah awan yang disebut Awan 
Gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. 
Contohnya seperti ini : 
<http://fibs.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/kobejishingumo.jpg>
 
Kobejishingumo  
 
ini adalah foto awan yang terlihat di Kobe sebelum gempa besar Kobe, 
Januari 1995. 
<http://fibs.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/kumo1.jpg>
 
Kumo1  
 
<http://fibs.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/kumo2.jpg>
 
Kumo2 
<http://fibs.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/kumo3_1.jpg>
 
Kumo3_1  
 
<http://fibs.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/kumo4.jpg>
 
Awan berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang 
elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi, sehingga 
'menyerap' daya listrik yang ada di awan... Makanya bentuk awannya kayak 
kesedot kebawah gitu. Gelombang elektromagnetis itu sendiri terjadi akibat 

adanya pergeseran atau patahan lempeng bumi. Tapiiiiiiii... kalo ada awan 
seperti itu di langit, belum tentu itu awan gempa juga. Mungkin aja karena 

asap pesawat atau emang bentuk awannya dari sananya udah begitu. Nah, 
untuk 
memastikan itu awan gempa atau bukan, coba liat no. 2. 
2. Coba lakukan uji medan elektromagnetis di dalam rumah. 
- Cek siaran TV, tiba-tiba brebet-brebet apa enggak. 
- Kalo ada mesih fax, coba cek apakah lampunya tiba-tiba blinking padahal 
lagi nggak transmit data. 
- Coba suruh orang lain kirim fax ke kita, cek apakah fax yang kita terima 

teksnya berantakan apa enggak. 
- Coba matiin arus listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala 
redup/remang walaupun nggak dialiri arus listrik. 
Kalo TV tiba-tiba mbrebet, lampu fax blinking padahal lagi nggak 
transmitting, fax yang kita terima teksnya berantakan dan lampu neon tetep 

nyala walaupun listrik mati, itu berarti memang sedang terjadi gelombang 
elektromagnetis luar biasa yang kasat mata dan nggak bisa dirasakan 
manusia. 
Tapiiii... kalo ada awan gempa di langit dan terbukti ada gelombang 
elektromagnetis luar biasa, belum tentu juga akan terjadi gempa. Nah, 
untuk 
memastikan lebih lanjut, coba liat no. 3. 
3. Perhatikan hewan-hewan. Amati apakah hewan-hewan seperti "menghilang", 
lari ngibrit atau bertingkah laku aneh/gelisah... Biasanya insting hewan 
sangat tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. 
Naaaahhhh... kalau tiga tanda tersebut diatas itu ada atau terlihat dalam 
waktu bersamaan, maka anda-anda semua harus segera melakukan tindakan 
antisipasi. Tiga tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan bahwa memang 

akan terjadi gempa berkekuatan besar. Sebisa mungkin segera lakukan 
tindakan 
penyelamatan diri. 
Walaupun sudah keliatan di langit, awan gempa tetap tidak menunjukkan 
kapan 
persisnya gempa akan terjadi. Awan seperti salah satu foto diatas itu 
keliatan di langit Kobe 8 hari sebelum gempa Kobe terjadi tahun 1995. 
Sebelumnya di tahun 1993, awan gempa terlihat satu hari sebelum gempa 
Kagoshima. Tapi awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum terjadi 
gempa 
Niigata 2004. Makanya kalau memang liat awan gempa dan memang sudah ada 
tanda-tanda seperti yang disebut diatas, secepat mungkin selamatkan diri 
dan 
keluarga untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk. 
Gimana kalau gempa besar keburu terjadi sedangkan kita sama sekali belum 
siap-siap? Yaaah... selain pasrah dan berdoa, kalo bisa juga sigap. Cepat 
buka pintu akses keluar lebar-lebar, tapi jangan langsung lari keluar. 
Lebih 
baik berlindung di bawah meja, karena kalau berhamburan keluar rumah, 
bisa-bisa nanti kepalanya ketiban benda-benda keras yang berjatuhan dari 
atas. Kenapa harus buka pintu lebar-lebar? Karena ditakutkan kalau 
bangunan 
rumah rusak akibat getaran, nanti bisa menekan kebawah dan bikin pintu 
jadi 
macet, susah dibuka. Kalau rumah mau roboh dan pintu nggak bisa dibuka kan 

malah bahaya, kita bisa ketimbun didalam. Makanya, inget ya... langsung 
buka 
pintu akses keluar. 
Gempa berkekuatan besar tentu saja ada impact-nya, yang bisa berwujud 
bencana jenis lain. Kalau skala gempanya besar dan episentrumnya di dasar 
laut, kita harus selalu waspada akan bahaya datangnya gelombang Tsunami. 
Tingginya gelombang bisa mencapai puluhan meter seperti yang terjadi di 
Aceh, bisa juga cuma 2 meter-an. Tapi biarpun cuma 2 meter, gelombangnya 
nggak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti nggak habis-habis) dan 
tekanannya bisa mencapai 190 kilogram. Bayangin kalau badan ketimpa beban 
seberat itu.... 
Beberapa hal yang bisa dijadikan tanda akan datangnya gelombang Tsunami 
adalah laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ketengah dan burung-burung 

laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah darat. Kalau sudah begitu, 
jangan pake acara sempet ngambil-ngambilin ikan yang ketinggalan di pasir 
deh...!!! Langsung lari ke daerah yang lebih tinggi... SEGERA!!! 
Nah apa yang harus dilakukan kalo nggak sempet lari sementara Tsunami udah 

di depan mata? Selain pasrah dan berdoa... Jangan berlindung 
di 
balik tembok atau pagar beton karena bisa pecah dan malah membahayakan 
orang 
yang berlindung dibaliknya. Sebisa mungkin berlindung di balik rimbunan 
tumbuhan (pohon/tanaman/semak/rawa). Kekuatan gelombang jadi terpecah dan 
nggak memusat kalau membentur tanaman. Salah satu rekaman video waktu pas 
kejadian Tsunami December kemarin menunjukkan seorang turis bule selamat 
karena berlindung dibalik rimbunan pohon. 
Betapa pun..... yang bisa meredam kekuatan alam ternyata justru alam itu 
sendiri..... 
Impact lain dari bencana gempa bumi adalah kebakaran. Seperti untuk yang 
satu ini, Jepang memang lebih rawan daripada Indonesia, karena rata-rata 
bangunan rumah di Jepang terbuat dari kayu. Selain itu penduduk Jepang 
kalo 
nyalain kompor nggak pake gas tabung elpiji seperti di Indonesia, 
melainkan 
gas-nya udah disalurkan melalui saluran pipa-pipa gas dibawah tanah dari 
perusahaan gas negara langsung ke rumah-rumah. Waktu gempa Kobe terjadi, 
banyak rumah dan bangunan terbakar karena gempa mengakibatkan saluran pipa 

gas dalam tanah pecah dan bocor. Tapi walaupun begitu, ada baiknya 
penduduk 
Indonesia juga waspada akan bahaya kebakaran pasca gempa, mengingat banyak 

lokasi pemukiman yang rapet-rapet... 
sehebat-hebatnya manusia,tetep aja dia cuma titik kecil di dunia. Tapi... 
Tuhan itu baik kok. 
Buktinya, walaupun ada bencana alam dahsyat, manusia tetap masih diberi 
kesempatan untuk menyelamatkan diri dan kalau selamat supaya menjadi 
manusia 
yang lebih baik. Semoga berguna. Baiklah, sekian 
dulu 


Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/EXR/GLG
0542- 533852



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke