bagaimana juga dengan masalah akuifernya, misalnya luasan akuifer apakah juga masuk dalam penelitian.
Bagaimana jika akuifer tersebut masuk ke dua wilayah, wah ini bisa mengadopsi aturan di migas.
Tapi mumpung belum ada aturannya, buat kepala daerah yg pinter dimanfaatkan duluan trus dijual ke wilayah tetangga...he..he...lumayan bisa menaikkan APBD
At 09:55 AM 5/4/2005 +0800, you wrote:
Aku ini kok lama-lama malah bingun dewe. Apakah ini akibat penerjemahan otonomi daerah ?
Air itu tentunya dari hujan yg dibawa oleh angin dengan arak-arakan awan mendung yg menjadi hujan deres. Lah kalao nanti awannya yang berasal dari selatan (Samodra Hindia) yg notabene diselatan Jogja. Apa ya nantinya Jogja bisa menjual awan ini ke Magelang ya ? Kalo Magelang ngga mau beli ya awannya disemprot saja pakai garam di atas Bulak Sumur biar airnya ngocor di Jogja .... jadi hujan buatan.
RDP
========== Pemda Magelang Jual Air ke DIY
BOROBUDUR - Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magelang H Yahya Haryoko meminta Pemkab segera mengambil langkah taktis dalam merespons rencana pembelian air oleh Pemprov DIY.
''Sepanjang keputusan itu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat maupun Pemkab,'' katanya kemarin, saat menanggapi isu yang menyebutkan DIY sedang mempersiapkan water treatment plant dan sekarang tinggal membuat instalasinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Drs Sumardjoko mengatakan, pada prinsipnya Pemkab siap, namun keputusan akan diambil setelah ada Perda Pengelolaan Air.
Dengan adanya perda tersebut, diharapkan masalah perizinan pemanfaatan air cukup ditangani di tingkat kabupaten.
Menurut Yahya Haryoko, perda itu dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan serta pengendalian tiap kegiatan pengambilan air di wilayah kabupaten yang bersangkutan, karena batasan kewenangannya jelas.
Guna mencegah agar kelak tidak dituntut oleh anak cucu, volume air yang dijual harus disesuaikan dengan debit yang ada. Artinya, perda itu dilandasi prinsip bahwa air didayagunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Sumardjoko mengemukakan, sumber air yang akan dijual berada di bawah permukaan lahan pertanian, misal Sumber Air Tirtosari dan Semaren di Sawangan, posisinya 4-5 meter di bawah lahan persawahan.
Demikian juga dengan Tuk Kaligending (Mertoyudan), Tuk Kanoman, Tuk Lanang, dan Tuk Putri (Candimulyo). Persoalannya hanya perlu ada kepastian, berapa besar volume air yang bisa dijual sehingga berada pada level aman.
Sudah Diberitahu
Pihak DIY sudah diberitahu mengenai hal itu, di antaranya saat diadakan audiensi dengan Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kimpraswil Provinsi DIY beberapa waktu lalu.
Dirut PDAM Kabupaten Magelang Ir H Djoni Supardi MT mengatakan, menjual air ke DIY menjadi peluang untuk memperoleh pendapatan daerah dan desa secara signifikan. Karena itu, menurut dia, harus dilakukan pemeliharaan daerah tangkapan hujan secara bertahap, sehingga debit air akan terus bertambah. Agar bisa benar-benar terpelihara, diperlukan pengawasan yang ketat.
Seperti diketahui, DIY semakin lama kekurangan air bersih. Dua pilihan yang dilakukan adalah membeli air dari Kabupaten Magelang atau mengolah air Kali Progo menjadi air bersih.
Belakangan muncul isu DIY akan segera memilih alternatif kedua, jika Kabupaten Magelang dianggap tak kunjung jelas sikapnya terhadap permohonan provinsi tetangga itu untuk membeli air. (pr-76hm)
Copyright(c) 1996-2004 SUARA MERDEKA
-- Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities ---
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

