Ya, ilmu yang bisa untuk meramal sesuatu yang belum diketahui, atau
kondisi masa depan, tentu akan banyak gunanya. Kalau tak bisa untuk
meramal, seringnya amat rendah nilainya.

Misal, rumus meramal hari. Setelah Senin, ya Selasa. Kenapa kok tahu
kalau setelah Senin menjadi Selasa? Ya ada rumus tadi: Senin, Selasa,
Rabu, Kamis, ... Nah ada rumus angka: 1, 2, 3, .... Setelah 1 milyard
berapa? Semilar satu, dst. Kok tahu? Ya rumus tadi.

Semakin banyak orang bisa mengkorelasikan banyak hal, semakin berguna
dia, semakin banyak doku bisa di dapat.  Misal hanya mengkorelasikan
trase seismik saja, minta bayar jutaan tuh geol-geoph. Itu semua ya
meramal. Manager meng-kompile" data, lalu meramal tingkat probabilitas
nilai ekonomi suatu daerah.  Walaupun begitu ada yang melihat bahwa
meramal mempunyai arti negatif, lalu lebih memakai kata "prediksi". Yah,
keduanya hakikinya 100 % sama. Mungkin karena banyak peramal, yang tak
pakai kaidah yang benar, dapat di trace balik, science, maka ramalannya
salah. Lalu kata meramal jadi negatif. Kalau saja telah diubah jadi
"prediksi" dan tukang prediksinya sering salah, ya negatif juga kata
prediksi ini. Maka "ramalan cuaca" di ganti menjadi prakiraan cuaca,
hindari kata meramal. Kalau sering juga salah, lalu diganti lagi
"ngetung harga probabilitas hujan". Kalau masih juga sering salah, lalu
bilang: kalau saja besok kayak gini, mesti ya persis sama sekarang, gag
hujan. Tentu saja ramalannya itu benar. (Cuma masalahnya tak ada yang
tak berubah).  

Geologis - geoph, ya harganya tergantung dari "ramalan"nya, entah soal
meramal ketebalan sedimen, ketebalan minyak, dll. Meramal kedalaman
minyak, misal disebut Mas Vicky, lapisan 1000 m ada minyaknya, posisi
batu gamping gunung kidul di jaman "embah-simbih" 7 juta turunan
keatasnya, diatas monyet. Hasilnya, dengan dapet minyak, ya milyardan.
Maka orang membayar jutaan pun mau. Dikasih mainan mahal-mahal sekali
juga, super komputer. Nikmat apa lagi yang Anda mintakan? Ramalah semua
hal, kalau mampu, selagi masih bisa meramal, tekan sekecil mungkin
errornya, agar nilainya lebih banyak.

MYT.

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, May 09, 2005 3:10 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] FW: Contact Detail Mama Loren


Jadi anak buahnya mama loren ada di IAGI rupanya.
Wajarlah. 
Banyak ahli ramal di geologi ini :
- ngga liat barangnya aja bisa tahu dimana ada minyak 1000 meter dibawah
tanah,
- bisa mencari emas hanya melihat pasir-pasir disepanjang sungai
(placer) 
- juga dengan gagah serta keyakinan tinggi menyatakan dulu, sepuluh juta
tahun yang lalu, batugamping Gunung Kidul itu ada dibawah laut (hehehe,
dulu rumahnya Nyiroro kidul disana pula kali ya :) ... padahal wektu itu
eyangnya saja belum lahir.
- sampai-sampe mengakui bahwa monyet itu sebenenrnya simbah-simbah ...
mbah buyutnya .... padahal hanya ngeliat rangka yg sudah tinggal
sepotong kecil
- trus apa lagi ya ?

Wis, pokoke buanyak "ramalan" dan "khayalan" geologist ini ... makanya
kalao mencari mama loren di google adanya hanya di web iagi.

gitu-gitu kok ya mintak bayaran ribuan dolar ....
dan ada yg mau mbayarin lagih ... :-p

RDP

On 5/9/05, Sekretariat Pengurus Pusat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Please Help
> 
> Salam...,
> 
> Saya sedang mencari kontak detail Mama Loren dari Google.  Dari item 
> yang tercetak ada artikel mengenai ramalan Mama Loren mengenai Gempa 
> di Jakarta, setelah saya buka ternyata berasal dari web site Ikatan 
> Ahli Geologi Indonesia...
> 
> Sekiranya Anda bisa membantu saya untuk memberi informasi mengenai 
> kontak detail Mama Loren, saya sangat berterima kasih sekali.
> 
> Terima kasih sebelumnya...
> Rgds,
> Afri

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To
subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst :
Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke