>
  Rekan rekan

  Denger Jughunn , denger Boscha , aku jadi ingat masa kecil -ku dulu,
  (boleh ya dongeng agar jadi inspirasi rekan yang masih muda muda).
  Ketika itu aku berumur delapan atau sepulu tahun kelas tiga SR/Sekolah
  Rakyat nama sebelum menjadi SD). Masih tinggala di Purwakarta , walaupun
  orang Bandung pituin dan akhirnya pindah ke Bandung.
  Satu hari ayahku , alm itu adalah akuntan di Jawtan Kesehatan lulusan
  EMS (kalau sekarang SMEA kali)kita piknik ke Tangkuban Perahu , alm
  membawa aku ke makam Junghunn , menerangkan bahwa Junghunn  itu adalah
  yang membawa kiba ke Indonesia dan merupakan obat paling manjur untuk
  penyakit malaria, kemudian dibwanya aku ke Obesrvatorium Boscha dan dia
  menerangkan apa itu tata surya dsb, dari situ dia mengantar ke Maribaya
  dst . Terus ceritera danau Bandung.
  Aku , saat itu cuma mikir ,"Kok pinter yah Ayah -ku".

  Kali berikutnya , aku dibawa kekebun binatang dan musium geologi jalan
  Diponegoro .

  Nah pengalaman ini terus terpatri pada didriku , dan mungkin salah satu
  alasan aku milih geologi (disamping alasan lain karena tidak diterima di
  AAL (Akademi Angkatan Laut) dan AIP (Aklademi Ilmu Pelayaran).

  Point saya adalah , alangkah baiknya ORTU 2 muda membawa putra putri
  merekan ketempat tempat itu SENDIRI , bukan saat piknik sekolah ,ini akan
  sangat melekat dalam ingatan mereka sampai kapanpun.

  Akh , ini sih cuma dongeng orang tua yang lagi kesepian kali ya, mohon
  maaf bukan bermaksud menasehati,

  Si Abah (yang sudah tidak punya nini lagi)


  Taufik, saya koreksi sedikit ya untuk meluruskan nama : Thomas Stamford
> Raffles, bukan William Stanfort Raffles;  Eduard Douwes Dekker, bukan
> Dowes Decker. Raffles pun terkenal dengan bukunya yang banyak dipuji-puji
> orang "The History of Java" (1817). Buku ini kemudian banyak diacu
> penulis-penulis berikutnya.
>
> salam,
> awang
>
> Taufik Manan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya sependapat dengan Pak Awang, Ferry dan Rovicky,
> bahwa Junghuhn berjasa bagi Indonesia (artikel tentang
> Junghunh pernah dibahas dalam edisi Spesial Gatra
> tahun lalu, kalau tidak salah tentang kemajuan Iptek
> di Indonesia).
>
> Namun selain Beliau, ada beberapa "ekspat" yang
> berkunjung ke Indonesia (Hindia Timur) abad ke-19 yang
> berjasa "membangun" potensi Indonesia dalam semua
> bidang (dari kekayaan alam sampai sumber daya
> manusia). Sebut saja selain Junghuhn, ada William
> Stanfort Raffles (dikenal dengan Raffles), Daendels
> (yang terkenal dengan Jalan Trans Java : Anyer sampai
> Banyuwangi), Wallace (sahabat Charles Darwin penggagas
> teori evalusi yang meneliti flora dan fauna di
> indonesia bag Tengah dan Timur), sampai Dowes Decker,
> dll. Mereka mampu memberikan "sumbangsihnya" terhadap
> harumnya nama Indonesia, terutama hasil karya dan
> penelitiannya yang membuktikan potensi alam Indonesia
> yang kaya raya ke dunia internasional. Bahkan sampai
> sekarang, beberapa hasil karya mereka tetap berdiri
> kokoh.
>
> Khusus tentang Raffles (ekspat dari negerinya David
> Beckham dan Pangeran Charles) pembuatan Benteng di
> Bengkulu (Fort Midllesborough), pembangunan Bogor
> Botanical Garden dengan istananya serta yang lainnya
> sangat mengangkat nama Indonesia di bidang Biologi.
> Saya pernah mengunjungi keduanya dan sangat kagum atas
> hasil karyanya. Namun yang sangat saya kagumi adalah
> keputusannya untuk menukar daerah Bengkulu (yang lebih
> besar luasnya, milik Inggeris saat itu) dengan Pulau
> Singapore (milik Belanda saat itu), yang baru bisa
> kita rasakan manfaatnya saat ini sebagai pusat bisnis
> dan industri di Asia Tenggara dengan pendapatan per
> kapita penduduk yang tertinggi di area kita ini.
> Tentunya jarang orang yang mempunyai pandangan jauh ke
> depan pada jamannya.
>
> Bangsa Indonesia, masih bisa bangkit bila mau
> intropseksi dan belajar dari pengalaman yang sudah ada
> atau dari pengalaman orang lain. Belum terlambat dan
> bisa kita mulai saat ini, minimal dari diri kita
> sendiri.
>
> Wassalam.
>
> TAM
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Small Business - Try our new resources site!



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke