Kisah tentang minyak di Malaysia (dulu Malaya) dimulai di Miri, daerah perkampungan kecil nelayan, yang terletak di dekat lepas pantai Sarawak, di bagian timur pulau Kalimantan. Adanya minyak diketahui dari hasil rembesan-rembesan minyak yang sampai ke permukaan tanah, dan digunakan oleh penduduk sebagai obat sakit tulang maupun otot, dan juga untuk penerangan. Dimungkinkan karena adanya keperluan yang meningkat dan juga perdagangan di akhir abad ke 19, kemudian banyak sumur digali di dekat rembesan-rembesan minyak tersebut untuk keperluan yang lebih komersial.
Pada tahun 1882, Claude Champion de Crespigny, seorang Resident yang berkedudukan di Baram, mencatat temuannya tentang penduduk daerah tersebut yang menemukan sumur minyak. Paling tidak ada 18 sumur minyak dangkal yang sedang mengalirkan minyaknya saat itu. Temuannya itu dilaporkan kepada Rajah Charles Brooke, âThe Second White Rajah of Sarawakâ. Raja berkulit putih yang kedua, keponakan dari James Brooke, âThe First Rajah of Sarawakâ, seorang petualang Inggris yang karena keberanian dan kepiawaiannya dapat menjadi seorang penguasa di daerah Sarawak, dan bergelar Rajah of Sarawak di tahun 1841. Baru pada tahun 1909 konsensi pengelolaan minyak dikeluarkan oleh Rajah Sarawak dan diberikan kepada Anglo-Saxon Oil Company, perusahaan cikal-bakal Royal Dutch/Shell group. Kemudian Josef Theodor Erb mengadakan pemetaan permukaan, dan menyimpulkan bahwa minyak akan terakumulasi di puncak suatu antiklin yang berada di puncak bukit yang bernama Canada (Canada Hill) di Miri. Penduduk setempat terheran-heran dengan pendapat bahwa minyak akan terdapat diatas bukit, dan berdasar kepercayaan mereka, adalah tabu mendirikan menara pemboran diatas bukit. Menurut pengalaman mereka dari jaman nenek mojang dahulu bahwa akumulasi minyak akan terdapat di daerah rawa-rawa dibawah bukit, bukannya diatas bukit. Rencana pemboran tetap diteruskan, dan sumur mulai ditajak pada tanggal 10 Agustus 1910, dengan menggunakan apa yang disebut sebagai âold cable toolâ. Pemboran dengan cara seperti itu sangat lambat, tapi pada akhirnya, tanggal 22 Desember 1910, pada kedalaman 138 meter, mereka menjumpai minyak. Lebih dari empat bulan sejak dimulainya pemboran !!! Sumur tersebut, âMiri-1 wellâ, berproduksi sebanyak 88 BOPD, dan kejayaan produksi minyak dan gas Malaya (sekarang Malaysia) telah dimulai. Batuan reservoirnya berumur âMiocene Tengahâ dari suatu formasi yang kemudian dinamakan sebagai âMiri Formation atau âLower Cycle Vâ (terminology Shell). Reservoirnya diendapkan di lingkungan âlittoral to inner neritic shallow marine environmentâ. Di tahun 1929, 500 sumur minyak telah di-bor sehingga mencapai puncak produksi sebanyak 15,000 barrel minyak per-hari. Di akhir tahun 1971, produksi lapangan minyak Miri tinggal 90% air dengan 675 barrel minyak per-hari. Lapangan minyak Miri telah ditutup pada 20 Oktober 1972, setelah lebih dari 60 tahun diproduksi, dengan total produksi sebanyak 80 juta barrel minyak. Monument untuk mengenang penemuan minyak tersebut telah didirikan di lokasi sumur Miri-1 atau nama lainnya adalah âThe Grand Old Ladyâ.

