Wao, informasi-informasi Pak Awang, termasuk yang lain-lain, amat bagus
tentang evolusi hayati ini. Pertentangan terus berjalan. Dengan
adanyanya hal yang belum jelas, maka banyak rejeki yang didapatkan.
Penelitian, dengan dana yang amat besar, akan terus mengalir. Lebih enak
orang itu, dengan begitu saja hasilnya jutaan, jauh lebih enak dari yang
berkeringatan nyangkul di sawah. Senang sekali saya, karena ada yang
belum jelas.  Yang pro dan kontra, akan dapat rejeki semua. Kalau sudah
semua percaya, ya tak ada dana penelitian/nulis lagi, tak ada masalah,
klinik "evolusi hayati" tutup. 

Saya diskusi dengan ahli biologi. Prof. Djoko T Iskandar (ITM, eh ITB),
2 tahun lalu, juga Dr. Taufikurrahman(ITB) tahun lalu, lalu Prof. Tengku
Jacob (UGM) 3 minggu terakhir diskusi hingga kini, memperkuat "Teori
SALAM hubungannya dengan Evolusi Hayati".  Jumlah famili spesies
mengecil dari Kambrium hingga PermianTriasik, lalu membesar hingga kini.
Pak Teuku Jacob, amat banyak dan bagus-bagus karya beliau, sudah 300
paper di tulis. Saya dapatkan sekitar 10 bukunya di kantor beliau, UGM,
sedang asyik kunikmati. Pak Taufikurrahman, nadanya tak percaya adanya
evolusi hayati, tapi ya senang dengan data-data yang banyak ku himpun,
ketemu di kampus ITB Desember lalu. 

Saya melihat, evolsui sejak Big-Bang, 18,6 Ga. Materi gas ada yang
menjadi "quark like". Tatasurya terbentuk 4,6 Ga, air mulai ada 3,2 Ga,
evolusi terus berjalan. Juga data Mader, 1983, saya up-date menjadi
kepunahan tiap 70 Ma sejak Kambrium, pada sequence boundary, tepat pada
pergantian masa: Kambrium, Ordovisian, SilurDevon, Carbonaferous,
PermianTriassik, Jurasik, Cretaseous, Cenozoik. Mader, sebut kepunahan
tak ada antara Carbonaferous, tapi ada antara Permian dengan Triasik. Si
SALAM update, deduksi bahwa seperti 7 lain (umumnya), tiap 70 Ma, maka
kepunahan disebut terakhir ini di pindah ke batas
Carbonaferous-PermianTriassik. 

Mader, 1983 tunjukkan perubahan dengan DNA evolusi Prosimian dari 46 Ma,
hingga kini, yang juga saya lihat sebagai probabilitas tinggi mempunyai
perubahan tiap 7 Ma. Juga perubahan Australopiticus 3.5 Ma hingga
homosapien kini, probabilitas tinggi tiap 700 Ka, dengan volume otak
bertambah 200 cc sejak 300 cc Australopiticus itu. 

SALAM juga lihat perubahan sejarah tiap 700 th sejak kebudayaan tertua,
Mesir Tua 3500 SM hingga kini. SALAM juga melihat perubahan malaise "
kejatuhan perekonomian dunia" pereode exactly 70 th. Asyik. Kita baru
saja melewati malaise 7 th, 1997-2004. Paper teori SALAM (2004), Power
point SALAM (2005, 30 Mbyte) (2-3 kali lipat halamannya dari yang ada di
Pak Taufik Manan, Juli 2003), termasuk paper "SALAM and Biological
Evolution" sudah di file Pak Teuku Jacob, dan ya senang, serta lagi
asyik diskusi kini. Evolusi hayati akan jauh lebih gampang di baca.
Laris manis.... Termasuk ilmuwan islam, juga termasuk diskusi di Bandung
1994, terdapat dua faham: pro dan kontra evolusi. 

Pendataan dari suatu peristiwa yang kontinu, selalu dengan sampling, tak
bisa tanpa tak sampling, sehingga tentu selalu akan ada "missing data,
missing link" dari usaha pendataan ini. Dengan sampling setengah hari,
benarkah si Fulan yang sekarang di kantor, adalah si Fulan yang tadi
malam tidur di rumahnya, bukan orang lain ? Sampling setahun, apakah si
Fulan tahun ini yang di Amerika sekolah adalah si Fulan yang tahun lalu
di Indonesia? Sampling 100 th, si Fulan ini, 100 th lalu dari darah
siapa? Sampling 1000 th, 1 Ma, 100 Ma, 1 Ga? Film (TV, bioskop) biasanya
60 data gambar/detik. Seismik dengan 2 ms/detik. Gamma ray dengan
micro-micro-micro-microsecon/detik. Akan saja "missing link" akan ada.
Dunia tak akan cepat percaya evolusi ini. Asyiikkk..., rejeki masih
banyak, bagi yang percaya atawa menentang evolusi, dan kita masih di
perlukan.

Jadi Pak Awang mau koreksi buku-buku merekakan, setidaknya dalam geologi
? Ya, mulai yang ada di Jatim, tapi langkah ini adalah setapak mengarah
ke bagian "bumi" lain. Bagus.

Salam,
Maryanto.
Japri saja yang mau paper:
a. SALAM and Biological Evolution (2005), 
b. SALAM Theory (2004).

From: Awang Satyana 

Betul, masalah itu di Indonesia akan baru datang beberapa tahun atau
bahkan beberapa belas tahun lagi saat semua kebutuhan pokok pengajaran
sudah terpenuhi, saat kita baru sempat memikir-mikirkan dengan detail
semua perkembangan iptek untuk dimasukkan/ditolak ke kurikulum
pendidikan sekolah dasar-menengah-tinggi.

..... Di setiiippp, eh di bussekkkkk.......
 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke