Abah
kalau mark up dari KPS kan sebenarnya ada badan yang mengontrol seperti
BPMigas....
Namanya KPS dengan sistem cost recovery seperti sekarang ya tentu pengen
untung sebesar - besarnya (kalau bisa udah untung dulu sebelum bagi
hasil)...
jadi tinggal gimana pinter - pinternya dan niat tulus personil BPMigas
saja mengawasi dan mengontrolnya...
Apakah lalu kalau dipegang bangsa sendiri apa lalu boleh tidak profesional
dengan alasan belajar...?
Atau lalu boleh mark up / korupsi karena toh yang korupsi perusahaan dalam
negeri...?
Apakah kalau perusahaan dalam negeri pengawasan dari BPMigas jadi lebih
kendur..?
dari dulu kita ngomong ketakutan akan korupsi tapi kalau enggak ada
perbaikannya ya ...jalan di tempat seperti sekarang
Regards
Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/EXR/GLG
0542- 533852
[EMAIL PROTECTED]
25/05/2005 09:37 AM
Please respond to iagi-net
To: [email protected]
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi
besar Pertamina
4.Menjawab pertanyaan atau "kecurigaan" bahwa Pertamina tidak mampu
mengoperasikan Blok ini.
Ini pertanyaan lucu dan sangat berjiwa "inlander", karena reservoir di
Cepu , bukanlah reservoir yang terlalu spesifik , operasi di Cepu bukanlah
operasi yang sulit.
Korupsi ????? , seperti dikatakan oleh Oki , EM -pun mempunyai angka angka
ajaib sewaktu menuntut biaya yang telah dikeluarkannya !!!
Apakah bisa Anda bayangkan drilling cost lebih dari tujuh juta dollar
dalam usulan biaya drilling di onshore Jawa Timur ???? dimana 30% dari
biaya tersebut hanya untuk personil ????
Jadi kalau soal "mark up" itu bukan monopoli orang Indonesia.
Pertamina sedang berubah dan memaang harus berubah , kita harus yakin
bahwa mereka akan berubah.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------