Kalau pemboran BU-2 dan BU-3 dilakukan oleh Patragas tahun 2000, saya sudah
tidak lagi di HPG, dan pada waktu itu HPG praktis sudah bubar, mungkin
namanya saja dipakai karena secara resmi operatorship belum diserahkan ke
Exson-Mobil, jadi yang membor praktis adalah Exxon Mobil
Wassalam
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 26, 2005 4:10 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina
Pak Koesoema,
Saat zaman Humpus, memang BU-1 dibor lebih dulu, yaitu Juli-Agustus 1998.
Sumur distop di puncak Kujung I (Prupuh). Data resmi yang beredar : sumur
mengalami problem mekanis. Lalu Januari 2000 Humpus membor BU-3 (BU-2
tidak pernah terdengar). Ini pun berhenti jauh sebelum menembus Kujung I.
Data resmi yang beredar : lagi2 problem mekanis.
Lalu Humpus dioper ke Ampolex, Ampolex ke Mobil, dan Mobil diakuisisi
Exxon, jadilah EMOI - ExxonMobil Indonesia. Kegiatan operasi pertama EM
adalah meneruskan pemboran BU-3 (masih dengan nama sama, yaitu BU-3).
Sumur dibor 13 November 2001-07 Februari 2001. Seperti kita tahu, inilah
sumur pertama di Banyu Urip yang membuktikan bahwa Kujung I reef
mengandung migas dalam jumlah besar, hasil testnya di atas 4000 BOPD. Saya
yang monitoring langsung sumur ini di Pertamina MPS saat itu. Maka saya
suka bilang bahwa kandungan Banyu Urip pertama dibuktikan oleh BU-3.
Kemudian, EM meneruskan pemboran BU-1 dari 6 Februari 2001-29 Maret 2001,
ini pun besar hasil test-nya, di sekitar hasil test BU-3.
Kemudian, EM mulai membor sumur2 BU melalui pad2 locations, sumur
pertamanya dengan cara ini adalah BU-A1, dibor dari pad A, sebuah sumur
miring, juga besar hasil testnya. Sampai di situlah EM melakukan pemboran,
sumur2 berikutnya saya tak mengikutinya lagi karena yang saya tahu
pelaporan tak lagi ke Pertamina MPS.
Yang mengganjal adalah soal biaya pemboran. Semua sumur dibor dengan biaya
tinggi. Tentu bukan Pertamina MPS tak berusaha menurunkan biaya tersebut.
Pemboran BU-3 datang dengan usulan 12 juta dollar (!). Melalui diskusi
panjang dan alot, akhirnya bisa kami potong 5 juta dolar dan AFE
menggunakan sekitar 7,2 juta dolar. Closed out-nya saya tak tahu berapa,
yang jelas catatan harian pemboran menunjukkan sudah 12 juta dolar di
hari2 terakhir. Nah...
Mekanisme pengawasan actual cost sekarang sudah jauh lebih baik. Begitu
actual cost berpotensi melebihi 10 % AFE, maka AFE harus direvisi, dan
diskusi panjang akan terjadi, sebab tak semua cost bisa direvisi. Ada
beberapa hal yang menjadi tanggung jawab Kontraktor sendiri alias tak bisa
di-cost recovery.
Memang, Prupuh (ekivalen Kujung I) dan Lower Clastics (ekivalen Ngrayong
sands) Banyu Urip sangat wah...!
salam,
awang
"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya yakin bahwa yang pertama dibor adalah BU-1 (saya "saksi hidup"), dan
sebelum dihentikan pemboran di top Kujung (Prupuh dari Awang), diketemukan
clastics presis di atas Kujung yang cukup tebal, dan telah dilakukan
coring,
minyaknya jelas (saya sendiri lihat core-nya) dan dilakukan RFT yang ada
minyaknya (contohnya saya lihat sendiri), dari pressure data diplot, dan
terlihat dia baru memotong hydrostatik gradient di bawah base dari Kujung
(yang ditafsirkan dari seismic dan pada prognosis). Juga saya melihat well
log dengan mata kepala sendiri.
Masuk lagi re-entry ke BU-1 disebut BU-1A.
RPK
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------