Email ttg intan ini sudah saya forward ke rekan Antam (rupanya tidak ada satupun geo Antam yg bergabung di iagi-net??). Salah satu rekan disana sedang registrasi ke milist kita ini. Saya yakin mereka bisa share ttg intan ini, karena setahu saya sampai saat ini mereka masih mengusahakan-nya (lewat PT Galuh Cempaka ???). Pak Hari (Antam) please comment???
Mengenai alluvial emas, skenario 2-nya pak SDW sepertinya lebih banyak berperanan di Kalimantan. Basement tua di Kalimantan yang sudah tererosi cukup dalam sangat mungkin merupakan sumber dari emas alluvial ini. Sebagai contoh saja di Kalbar ada beberapa low grade porphyry Cu-Mo (e.g. Mandor, Tombawang) yang di host rock-i Mensibau Granodiorite dan Raya Volcanics (Jura/ Kapur??), sementara di sekelilingnya banyak sekali emas alluvial yang diusahakan oleh masayarakat. Vein-vein kecil yang ada (e.g. di Pajintan dekat Singkawang) lebih berasosiasi dengan porphyry related veins. Erosi yang cukup tebal (sampai meng-ekspos porphyry system-nya ......1 - 2.5 km) saya rasa cukup untuk "mensuplai" produksi emas alluvial yang sekarang ada apalagi kalau epithermal gold vein system juga ada dan tererosi. System porphyry (Cu-Au-Mo) juga diketemukan di Kalteng (Beruang dkk..... yang dieksplorasi oleh Kal Gold), jadi analogi yang sama bisa diterapkan untuk emas alluvial Kalteng. Salam - Daru ----- Original Message ----- From: "Sumardiman Digdowirogo" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, June 01, 2005 5:41 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Dari Mana Asal Intan Kalimantan ? > Emas sekunder ( placer atau colluvial ) di beberapa tempat di Kal juga belum > terungkap asalnya ( primer ). Walaupun anomali diketemukan, tetapi kalau > dikejar ke kemungkinan sumbernya sampai ke puncak yang tertinggipun tidak > ada konklusi yang memuaskan. Konklusi sementara ( diluar daerah yang well > known depositnya ) batuan basa/ultraba ( secara emperic memang lebih tinggi > kandungan emasnya dibanding jenis batuan lain ), mineralisasi dengan host > batuan basa/ultrabasa ( sudah dibor oleh salah satu perusahaan tapi belum > dipublikasi ..... ), dan/ atau reworking & reworking&reworking ( deal dg > geol tua ). > > Yang ke 2 u/ saya lebih menarik dan membuka dimensi baru dalam" eksplorasi > emas ". Gold dan Coal bisa bersanding walaupun masing2 punya cerita geologi > yang berlainan. > > Terimakasih dan Wass > sdw > ----- Original Message ----- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

