Sangsinya sih gampang saja, kalau sudah 4X disurati tidak diresponse, ya batalkan saja kontraknya, dan bloknya dinyatakan bebas dan dapat di-tawarkan kepada pihak lain. Tidak perlu nunggu ada term baru dalam soal bonus ini. Mungkin dalam term yang ada lupa dinyatakan bahwa bonus dan sebagainya itu ada jangka waktu pembayarannya, dan jika tidak dipenuhi kontraknya batal demi hukum. ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 02, 2005 10:41 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Block Award - Kebangkitan Industri Migas Nasional !!


Perusahaan "calo" alias "minyak-minyakan" itu sudah dalam pengamatan BPMIGAS dan Ditjen Migas. Kami sudah belajar dari masa dua tahun block tender dan bagaimana mereka memenuhi komitmennya. Menyedihkan memang, semua pemain nasional itu, yang mencantumkan kegiatan operasional (seismik/bor) di komitmen tahun I atau II, tak ada yang terlaksana. Ada penyebab teknis (data yang diberikan Ditjen Migas tak lengkap), tetapi juga banyak yang alasan sebenarnya adalah : tak ada dana akibat tak berhasil mencari partner atau partner mengundurkan diri. Nah..

Harusnya, tak terjadi lagi di block tender tahun ini. Tidak boleh percaya begitu saja dengan komitmen yang dijual mereka atau bonus2 yang ditawarkan mereka. Soal bonus, BPMIGAS lah yang sekarang mengejar2 mereka, ada yang sudah dikirimi surat empat kali, tetap tak bisa bayar. Sekarang, akan ada termin baru soal bonus ini, dan lebih mengikat serta punya sanksi. Hanya, belum sampai ke bayar bonus lalu tanda-tangan kontrak.

Menentukan pemenang tender harus ekstra hati2.

salam,
awang



Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau kita mencermati bid round yang dilakukan oleh Dirjen Migas
akhir-akhir ini, koq kelihatannya "big boy" yang turut bermain menjadi
semakin sedikit tetapi yang justru menggembirakan adalah banyaknya
"player-player" baru yang turut meramaikan kancah dunia industri penuh
resiko ini.

Ini yang perlu dicermati. Bisa saja ini ditafsirkan para "big boys"
tersebut sudah mulai jenuh dengan Indonesia (ndak juga sepenuhnya benar,
karena Chevron masih masukin bid buat somewhere in NE Java basin), atau
petroleum system yang "tersisa" (lha katanya ada 50 basin yang belum di
explore) sudah dianggap tidak mampu memenuhi portfolio mereka atau, nah
ini dia, getting confused dengan dinamika regulasi...kalau ini mah sudah
prejudice he he.

Kalau untuk yang "domestic player", bagusnya pengusaha kita sudah mulai
menyadari risk management. Jadi bukan lagi berpedoman pada invest hari
ini besok pagi sudah dapat revenue. Ini yang harus di-encourage !!. Ini
mudah-mudahan bisa menjadi era fajar baru dalam industri migas nasional
!!

Cuma, dari sekian banyak national player, kayaknya hanya segelintir yang
benar-benar menekuni dan menjalankannya. Sebagian besar lainnya, rasanya
hanya menjadi, sorry, dalam bahasa yang "bloody word", calo. Boro-boro
melakukan petroleum operation, signature bonus, information bonus &
education bonus yang seharusnya dibayarkan kepada pemerintah dalam
tenggat waktu 1 bulan semenjak signing agreement saja ndak bisa
dipenuhi. Quo vadis ??

Nah sekarang kalau kita melihat (ini juga prejudice) sisi negatifnya,
kan kasihan itu blok yang sudah susah-susah dipersiapkan oleh Dirjen
Migas, hanya di-anggur-kan saja. Berapa potensi yang menjadi kedaluwarsa
? Apa ini bukan menjadi pelecehan komersial?.

Memang bener sih, ada yang pernah bilang, salah satu penyebab kemunduran
teknologi di Amrik justru karena banyaknya engineer mereka yang lebih
senang bermain di Wall Street dibanding pegang lumpur dan oli. Lha ini
kelihatannya yang justru dijadikan acuan oleh "sebagian" pengusaha
nasional kita, kalau bisa dapetin duit dari dagang blok, ngapain mesti
susah-susah meng-operate? Lah ini jadinya kan cuman main-main port folio
? Bisa ndak ya, ada institusi yang tegas, OK, kalau ente mau main
disini, bayar tuh signature bonus dalu baru kita tanda tangani kontrak ?
Lewat tenggat waktu yang disepakati, batal, kasihkan ke the next bidder
(kalau ada) ?

Hwarakadah, bangun kesiangan nih ... :-)

BSM

----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message.

---------------------------------
Discover Yahoo!
Find restaurants, movies, travel & more fun for the weekend. Check it out!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke