Ada dua tanggapan / usul:

1. Di dalam alinea pembuka / pertama perlu ditegaskan
pengertian Tata Ruang Berbasis Geologi. Mungkin bisa
ditambahkan kalimat berikut: "Tata Ruang Bersasis
Geologi adalah tata ruang yang dibuat berdasarkan pada
data-data geologi .......dst".

2. Sebaiknya diberikan satu contoh kasus aktual di
Indonesia (ada kan?) persoalan dalam pengembangan kota
atau wilayah yang tidak memperhatikan kondisi geologi.
Hal tersebut saya kira penting karena uraian tentang
contoh yang diberikan di dalam naskah tersebut memberi
kesan sangat rumit dan banyak pekerjaan yang halus
dilakukan untuk mendapat suatau kesimpulan (idealnya
memang demikian). Sementara itu, yang sekarang
berlangsung, tanpa semua kerumitan tersebut,
pembangunan kota atau pembuatan tata ruang tepat dapat
dilakukan (meskipun dengan berbagai resiko - dari
masalah lingkungan, bencana alam sampai konflik).
Dengan adanya contoh kasus aktual diharapkan, semua
gambaran kerumitan yang ada di dalam perencanaan
tataruang berbasis geologi dapat tereliminir oleh
gambaran resiko yang akan dihadapi di masa depan bila
tata ruang dibuat tanpa memperhitungkan kondisi
geologi.

Salam,
WBS



--- Sekretariat Pengurus Pusat <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 
> Mohon tanggapannya tentang Tata Ruang Berbasis
> Geologi ini, karena akan
> masuk dalam pembahasan (point ke 4) di Rapat Dengar
> Pendapat dengan
> Komisi VII DPR RI
> 
> 
> Terimakasih
> 
> 
> -lina-
> 
> 
> TATA RUANG BERBASIS GEOLOGI
> 
> Dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan dua(2) tahap
> proses , yakni
> proses kajian kesesuaian geologi dan kajian
> perencanaan tata ruang.Tata
> ruang berbasis geologi merupakan salah satu bagian
> dalam menghasilkan
> PETA KESESUAIAN GEOLOGI yang menggambarkan semua
> informasi potensi dan
> kendala dari berbagai PETA DASAR (Peta Kemampuan
> Lahan). Peta ini harus
> mampu memberikan informasi kemampuan fisik secara
> kuantitatif ataupun
> semi kuantitatif. Berbagai peta dasarnya dapat
> berupa peta-peta bentang
> alam, geologi teknik, daya dukung tanah, erosi dan
> gerakan tanah
> (Bencana Geologi), airtanah, lokasi limbah,
> drainase, bahan galian dan
> sebagainya. Setiap peta dasar mempunyai sebaran
> setiap unit lahannya.
> Informasi potensi dan kendala, dari setiap unit
> lahan telah mampu
> dinilai secara kuantitatif. Pada prinsipnya Peta
> Kesesuaian Geologi
> merupakan peta gabungan dari berbagai peta dasar
> yang siap digunakan
> oleh Ahli Perencana dalam membuat Tata Ruang
> Berbasis Geologi.
>  Sebagai contoh untuk mendapatkan satu Peta
> Kemampuan Lahan Airtanah
> (Peta Dasar Airtanah), maka kita harus mendapatkan
> semua informasi
> airtanah (kuantitas dan kualitas) dalam wilayah peta
> tersebut. Datanya
> dapat berupa data bor airtanah (dangkal/dalam) yang
> terdiri dari data
> log bor (jenis akifer), uji pemompaan (debit/K/T),
> uji kualitas (air
> bersih + unsur-unsur utama airtanah) dan mungkin ada
> data lain yang
> terkait dengan airtanah. Semua data ini dapat
> menghasilkan informasi
> POTENSI dan KENDALA dari AIRTANAH, yang akan
> menghasilkan unit-unit
> airtanah (dikaitkan dengan unit geologinya). Setiap
> unit lahan yang
> dihasilkan haruslah diberi NILAI(Penilaian) dalam
> kisaran  5(Terbaik)
> hingga 1(Terburuk)/      
>  Begitu pula untuk peta dasar lainnya yang
> memungkinkan kita untuk
> mendapatkan lebih dari delapan (8) lembar peta
> dasar, sesuai dengan data
> dasar yang mampu diperoleh. Selanjutnya adalah
> menentukan RANGKING BOBOT
> ke delapan peta tersebut dalam kisaran 5 (tertinggi)
> hingga 1
> (tertendah), penentuan nilai bobot harus dilakukan
> secara bersama dalam
> Tim Tataruang. Karena ke delapan peta dasar telah
> mempunyai Bobot, maka
> kita tinggal mengalikan antara Bobot dengan Nilai
> unit lahannya. Dalam
> tahap akhir setiap unit lahan dari peta dasar (Peta
> Kemampuan Lahan)
> akan mempunyai nilai. 
>  Untuk mendapatkan Peta Kesesuaian Lahan, maka semua
> Peta Kemampuan
> Lahan harus dilakukan tumpang-tindih (overlay), dan
> akhirnya akan
> didapatkan beberapa unit lahan yang setiap unitnya
> mempunya informasi
> potensi kendala, kisaran nilai dan rekomendasi untuk
> mengatasi kendala
> ataupun terkait dengan informasi yang belum jelas.
> Peta Kesesuaian
> Geologi yang dihasilkan telah digunakan oleh ahli
> perencana (planologi)
> dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang akan
> direncanakannya.
>  Kalau setiap wilayah di Indonesia (Propinsi) telah
> melakukan Kajian
> Tataruang Berbasiskan Data Geologi, maka beberapa
> hal sudah dapat
> dilakukan ANTISIPASI/MONITORING/KONSERVASI yang
> terkait dengan :
> Mitigasi dan Potensi Bencana Geologi ; Eksplorasi
> Sumberdaya Air dan
> Tinjauan Geologi atas Konflik Kepentingan antar
> Sektor
> Pertambangan/Lingkungan.
>  
> 



                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online and more. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke