Setahu saya untuk software development minimal ada 2 komponen utama, yaitu
"core" program dan "supporting" program. Supporting program misalnya tampilan
warna, user friendly, dsb. Ini bisa dilakukan common programmer. Core program
adalah algoritma untuk menghitung sesuatu dan biasanya dilakukan oleh
researcher dan seringkali memerlukan proses iteratif untuk menguji
kecanggihan dan kecepatannya. Saya pikir yang membuat software mahal adalah
core programnya. Filosofinya "brain is expensive". Karena itu, walaupun Linux
diklaim open source, Anda tidak akan menemukan software2 yang canggih tapi
freeware misalnya, karena kecanggihan itu dihasilkan melalui proses yang
panjang dan ekstensif, melibatkan banyak orang secara profesional, dan
memerlukan biaya. Juga sering berujung kepada penambahan feature atau
algoritma baru. Jadi yang mahal bukan soal pakai Linux atau tidak. Sekarang
ini praktis banyak software industri bermigrasi ke Linux karena trend
teknologi komputer memang ke arah sana, tapi "core" programnya tetap mahal
karena ada "riset di belakang software".

Di lain pihak, saya perhatikan tugas akhir mahasiswa memang cenderung
diarahkan ke bidang aplikasi dan seorang mahasiswa tugas akhirnya dikatakan
bagus jika di skripsi-nya paling tidak ada gambar seismic section dan
structural map, yang menggunakan software2 di pasaran industri migas.
Penerimaan staff junior sering hanya dilihat dari pengalaman kerja praktek
ataupun tugas akhir yang aplikatif, karena lebih baik menerima karyawan
dengan pengalaman software komersial tertentu daripada yang tidak. Bagaimana
dengan mahasiswa yang tugas akhirnya program development ? Rasanya mereka
cukup ditempatkan di IT ataupun data management ... 8-(.

LL


-----Original Message-----
From: Batara Sakti Simanjuntak [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 10, 2005 9:34 AM
To: [email protected]; Prasiddha Hestu Narendra
Subject: Re: [iagi-net-l] agenda lain SBY ke USA?

Ini soal penting. Negeri belum makmur seperti kita mesti mencari jalan keluar
dari "hegemoni" penguasaan market software oleh beberapa brand raksasa.
Brands ini menguasai market melalui penyewaan ke perusahaan-perusahaan besar,
dan "mendiktekan" harganya. Dalam percaturan tawaran harga sewa nampak sekali
pendiktean harga ini. Padahal komponen biaya sottware sekarang dapat mencapai
lebih dari 50% biaya sebuah project.

Disisi lain, angkatan muda profesional kita amat pandai dan lincah dalam
penguasaan software dan segala detilnya. Maka, kita mesti dapat membuat
terobosan dengan menggunakan kepandaian itu. Kita bisa gunakan open source,
bangun software sendiri, atau manfaatkan software-software kecil yang
tersedia di market dengan harga amat jauh lebih murah, improve software tsb
dgn kreativitas kita sendiri sesuai kebutuhan dst. Salah satu kunci adalah
gunakan software dgn base linux dan sejenis, yang tidak memerlukan work
station. PC jangkrik di Glodog dijual dengan harga terjangkau, tinggal kita
tentukan mau spec seperti apa. 

Kalau para banyak jagoan muda dan dedengkot dari berbagai disiplin (IT, Geol,
Geof, TM, dst) bergabung mengutak-atik soal software ini, waduh....kita akan
jadi tuan dirumah sendiri utk soal ini !. Tak perlu menerima pendiktean dari
pihak lain. Ini juga peluang bisnis bagus coi.

bat

-----Original Message-----
From: Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Date: Thu, 09 Jun 2005 16:33:03 +0700
Subject: [iagi-net-l] agenda lain SBY ke USA?

> Seperti kita ketahui presiden SBY ke USA mempunyai agenda dengan Exxon 
> Mobil, dan kemudian hal itu meramaikan milist ini yaitu masalah giant 
> field di Cepu.
> Ada satu hal lagi yg mungkin bisa sebagai bahan sharring info, sewaktu 
> di USA presiden SBY bertemu Bill Gates di Seatle. Dimana hal tersebut 
> bertolak belakang dengan Presiden Brazil.
> 
> Presiden Brasil memilih open source software untuk menghemat uang. 
> Bill Gates mencoba melakukan lobi tapi Presiden Brasil menolak bertemu 
> dengannya.
> http://news.bbc.co.uk/2/hi/business/4602325.stm
> http://www.boingboing.net/2005/06/06/brazils_president_do.html
> 
> Mungkinkah karena nggak mau kecolongan negara berpenduduk besar lagi, 
> Microsoft coba merangkul Presiden Indonesia yang dengan senang hati 
> terbang ke Seattle menemui Bill Gates. Dengan iming2 membangun pusat 
> riset microsoft di Indonesia. Sepertinya dengan syarat yang bisa 
> ditebak:
> Microsoft jadi
> software "resmi" pemerintah?
> http://www.kompas.com/teknologi/news/0506/08/192728.htm
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: 
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi 
> Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : 
> M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan 
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
> 



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst :
Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke