Tuliskan saja .... apa saja ... nanti kita akan tau gunanya.
Bahkan kalau bisa kapan abstract tersebut diterima panitia. MUngkin
sudah ada arsipnya ....

Suatu saat nanti kita akan tahu bagaimana perangai kita. Mungkin
memang sebagian besar suka menunda-nunda hingga detik-detik terakhir.

Pak Syaiful, apakah anda tahu dari PIT2 sebelumnya, kapan biasanya
abstract tsb diterima, apakah dua minggu terakhir atau seminggu  atau
bahkan hari2 terakhir ?
Dengan mencatat setiap kegiatan diri kita, maka kita akan dapat
memiliki catatan ttg diri kita, yang akhirnya kita mengerti siapa diri
kita, dan bagaimana memperbaiki atau meningkatkan diri.

Just type ...
Catet aja lagih ... 
Arsip ... Sip !


RDP

On 6/22/05, [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> pak wahyu budi dan rekan2 lainnya,
> 
> terlalu dini utk menilai apakah jcs2005 sepi. keputusan utk dilaksanakan di
> surabaya, dan gabungan hagi-iagi yg sudah terbukti baik plus tambahan
> perhapi, sudah dg pertimbangan yg baik pula. termasuk di dlmnya ttg biaya.
> 
> yg saya kemukakan dari awal, adalah soal 'sepinya' pengiriman abstrak,
> BUKAN 'sepinya' PIT. saya yakin, utk kehadiran ke acara di surabaya ini,
> justru akan sangat meriah. sekali lagi, ini soal pengiriman abstrak. nah,
> sebagian evaluasi pak wahyu, mungkin juga bisa dipertimbangkan (misal ttg
> siklus satu tahun utk penulisan makalah).
> 
> tapi dg kiriman imil saya kemarin pagi (sebelum tengah hari), ternyata
> mendongkrak jumlah penerimaan abstrak. ketika pagi saya sebut hanya 10
> abstrak yg diterima panitia, sampai saya meninggalkan kantor pada sore
> hari, sudah ada tambahan 16 abstrak. dus, utk sementara total ada 26
> abstrak. artinya, perkiraan saya (sebagian) adalah benar, bahwa teman2
> masih 'menyimpan' abstrak mereka.
> 
> saya harapkan pula, dugaan abah yanto juga tidak meleset. abstrak akan
> berdatangan pada 3 hari terakhir ini. semoga.
> 
> terimakasih dan salam,
> syaiful
> *salah satu anggota panitia jcs2005
> 
> catatan: pendaftaran utk peserta pit belum dibuka.
> 
> 
> 
> 
>                    wahyu budi
>                    <wahyubudisetyawan@       To:     [email protected]
>                    yahoo.com>                cc:
>                                              Subject:     [iagi-net-l] 
> JCS2005 Sepi?
>                    06/21/2005 06:35 PM
>                    Please respond to
>                    iagi-net
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan JCS2005
> sepi:
> 
> 1. Biaya Tinggi. Bagi peserta yang datang dgn biaya
> sendiri / tanpa dibiayai instansi tempat kerja, biaya
> bisa menjadi kendala. Joint Conf 3 organisasi profesi
> membayangkan kegiatan yang besar, dan biaya yang besar
> pula. Baik biaya pendaftaran, transportasi, maupun
> penginapan. Ada kecenderungan biaya pendaftaran terus
> meningkat dari tahun ke tahun. Transportasi juga
> demikian. Penginapan ?. Bagi peserta dari Jakarta atau
> Bandung, bisa menghabiskan biaya lebih dari Rp. 1 juta
> (penginapan 3 malam minimal Rp. 300.000,-;
> transportasi KA pp Rp. 500.000,-; regristrasi (?) Rp.
> 250.000,-; biaya hidup selama di Srby Rp. 300.000,-).
> Yang dari Yogya mungkin kurang sedikit di
> transportasi. Belum lagi biaya untuk prosiding, iuran
> keanggotaan, dan lainnya. Berkaitan dengan faktor
> biaya ini, mungkin perlu dipelajari, untuk setiap PIT,
> peserta yang terbanyak datang dari mana? Jakarta,
> Bandung, Yoyga, Semarang, Surabaya, Medan, Ujung
> Pandang, Nusa Tenggara, Kalimantan dll. Juga perlu
> diketahui, siapa yang membiayai kehadiran peserta bagi
> setiap PIT (biaya instansi atau pribadi). Atau
> karakter lainnya. Apabila banyak dari Jakarta atau
> Bandung dan biaya pribadi, mungkin wajar bila JCS2005
> sepi.
> 
> 2. Siklus tahunan terlalu cepat? Sulit diketahui, tapi
> mungkin juga bisa jadi penyebab. Kalau PIT di akhir
> tahun, sementara deadline tahun berikutnya di
> pertengahan tahun, berarti di awal tahun sudah harus
> bersiap-siap. Irama atau siklus yang demikian bisa
> terasa menyesakkan, kecuali bagi orang-orang tertentu.
> Tapi berapa banyak yang dengan tenang mengikuti irama
> ini? Mungkin perlu diadakan polling yang menanyakan
> apakan PIT terlalu cepat siklusnya?
> 
> Dari segi biaya, mungkin hanya beberapa persen yang
> sanggup mengikuti irama itu.
> 
> Dari segi kesiapan materi / bahan untuk tulisan?
> Mungkin juga tidak banyak yang dengan mudah mengikuti
> siklus itu. Bagi yang kerjanya hanya penelitian,
> mungkin punya sesuatu yang dapat ditulis. Tetapi bagi
> yang lainnya? Mungkin tidak setiap tahun ada.
> 
> Keadaan berubah. Kalau dulu setahun terasa longgar,
> mungkin sekarang menyesakkan.
> 
> 3. Kesibukan lain? Bisa jadi.
> 
> 4. Tidak perduli? Boleh juga dipertanyakan. Ini
> mungkin bisa diperoleh gambarannya dari jumlah anggota
> tercatat, dan berapa yang membayar iuran. Mungkin juga
> PIT tidak dirasakan manfaatnya. Boleh kan
> dipertanyakan?(Tapi, tahun-tahun sebelumnya kok
> ramai?).
> 
> Ada kemungkinan lain?
> 
> Sambil berharap keajaiban di detik terakhir, untuk
> melihat apa yang sebenarnya terjadi, mungkin ada
> baiknya bila deadline untuk pemasukan Abstrak digeser
> sampai 2 atau 3 minggu lagi, sampai pertengahan Juli.
> 
> Saya sendiri, tahun lalu tidak ikut PIT karena
> kesibukan. Sekarang ? tidak ada bayangan sanggup hadir
> ke sana, berat.
> 
> Salam,
> 
> WBS
> 
> 
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke