Saya rasa hampir semua G&G nasional sepakat dengan apa yang diungkapkan oleh
bapak2 disini. Dan sepertinya sudah cukup banyak diskusi dalam milis ini
dengan puncaknya seminar yang diadakan IAGI HAGI kemarin. Hanya saja, saya
belum melihat satu pernyataan sikap yg mewakili G&G nasional ttg Cepu ini
.....(atau mungkin sudah dibuat ?)
Mungkin tidak dengan dimotori organisasi/lembaga (IAGI HAGI mungkin ?)
membuat press release semacam pernyataan satu sikap G&G tentang cepu
misalnya ...yang berani menyatakan menolak segala bentuk manipulasi ttg
perpanjang kontrak Cepu ?
Sepertinya kalo hanya sekedar berdebat kusir dan berdiskusi di milis TANPA
keinginan untuk berani menyampaikan kepada orang2 diluar komunitas G&G
walaupun mungkin berlawanan dengan pendapat pihak lain ....rasa2nya kok
mubazir ya .....
Salam,
JE
----- Original Message -----
From: "Ariadi Subandrio" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, June 22, 2005 12:12 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Cepu lagi .. siapa yang tanda tangan WK Cepu?
Bang,
kita emang butuh minyak secepatnya,
kita juga butuh duit secepatnya dan sebanyak-banyaknya,
kita juga butuh menanggulangi busung lapar,
kita juga butuh naggulangi polio,
kita juga butuh senjata,
kita butuh perbaikan sekolah banyak,
kita butuh infrastruktur banyak,
kita butuh ini, butuh itu, dan seterusnya...
apakah itu semua jawabannya adalah extention contract Cepu?
Tentang waktu diproduksikan. Jangan lupa dengan track record-nya
ExxonMobil, orang POD (untuk ngembangin dan memproduksikan) Struktur
Banyu Urip itu yang sudah keluar sejak 2001 Bang, apa ada kita rasakan
hasilnya dari minyak Banyu Urip untuk negeri ini sejak 2001 yang sudah
berjalan 4 tahun itu. Yang terjadi adalah rengek2an (mungkin plus
ancaman) minta perpanjangan kontrak. Pertanyaannya kan menjadi : "Kenapa
EM gak ditindak aja". Jawabannya : "Gak bisa itu Bang". Jadi bisakah
Abang jamin mereka dapat ngocor 2008 dengan 180.000 barel per day?,
jangan-jangan habis ini mereka minta sunk cost dulu, minta ini minta itu
dulu. Atau minta proposal2 operasinya dengan harga yang sangat melangit
(gak masuk akal) kudu disetujui (kalo gak percaya lihat close out nya
sumur BU-3 dengan tagihan yang belasan juta dolar itu).
Pada saat Diskusi panel kemaren, rekan2 geoscientist Indonesia sanggup
memproduksikan dalam kurun waktu 1-2 tahun ngucur. Dan mustinya gak
perlu sampe paska 2010. Asalkan pemerintah mau.
salam,
"Parlaungan (RTI)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Cak,
Kita kan butuh minyak secepatnya, kalau nunggu habis masa TAC tahun 2010
baru dikembangkan oleh Pertamina, lha produksinya tahun berapa? apa
rakyat sabar rek?. Apa EM bisa dipaksa untuk produksi sebelum tahun
2010? Kemudian 2010 lalu angkat kaki? Kalau rakyat sih kayaknya saat ini
nggak begitu peduli "siapa" nya tetapi hasilnya he he.
-----Original Message-----
From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 22, 2005 9:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Cepu lagi .. siapa yang tanda tangan WK Cepu?
Kontrak KKS WK Cepu - .
Seperti yang disampaikan oleh Rizal Malarangeng (juru bicara tim
negosiasi versi pemerintah untuk penanganan blok Migas Cepu) semalam
dalam acara Economic Challenge di Metro TV, bahwa kemungkinan besar skim
yang akan diterapkan untuk pengelolaan Cepu adalah PSC dengan komposisi
split 85:15. Kontraktor yang berada pada split 15% tersebut adalah
terdiri dari share ExxonMobil 45%, Pertamina 45% dan Pemda Bojonegoro
10% tanpa satu kata pun dijelaskan siapa yang akan menjadi Operator atas
blok Cepu tersebut.
Maka menjadi pertanyaan antara lain tentang :
Kontrak/Legall & Kepemilikan:
Akankah kontrak existing (TAC) akan diputus saat ini, kemudian berubah
menjadi kontrak PSC?
Ataukah kontrak TAC tetap berjalan hingga 2010, kemudian WK kembali ke
Negara melalui pemerintah, kemudian dilanjutkan dengan kontrak PSC?
Dalam kontrak PSC tersebut, siapakah yang akan bertanda tangan kontrak
atas WK tersebut? BP Migas dengan ExxonMobil atau Pertamina ?
Jika yang bertanda tangan adalah Exxon Mobil, artinya kontrak WK Cepu
beralih dari Pertamina (TAC) menjadi WK ExxonMobil (PSC), gimana dengan
preseden hukumnya?
Seandainya Tim Negosiasi Pemerintah membela "anak"nya sendiri, mengapa
komposisi kepemilikan pada saham tak menggambarkan keberpihakan pd sang
anak, misalnya EM 45%, Pertamina 46% dan Pemda Bojonegoro 9%, sehingga
posisi sebagai operator adalah valid pada Pertamina.
Bagaimanakah sistem akuntansi antara dua sistem kontrak tersebut
(Pertamina/TAC hingga 2010 dan ExxonMobil/PSC paska 2010) - kebayang
ruwetnya, keruwetanlah yang menjadi potensi ke-mbelingan nantinya.
Tidakkah poin nomer 4 diatas menjadi preseden bagi kontrak-kontrak TAC
yang lain. Medco juga berhak dong merubah kontrak TAC sanga-sanga
menjadi kontrak PSC, kenapa hanya ExxonMobil yang memperoleh privilege?,
juga dengan yang lain-lainnya.
UU 22/2001 yang dilanjutkan dengan PP.35 (Hulu Migas) sebagai produk
hukum Indonesia dengan memberikan jaminan kelangsungan kontrak TAC yang
akan kembali ke Pertamina, kenapa musti dapat berubah wujud menjadi
kontrak PSC dengan penghentian atas WK tersebut.
maka tegakkah hukum Indonesia? bingung aku.
Kemampuan :
Apa yang disampaikan oleh Kurtubi, pengamat ekonomi perminyakan kondang
Indonesia dengan konsep nasional-pragmatis, menyatakan "jika kita
tendang ExxonMobil sekarang, toh Pertamina nantinya juga akan
menggandeng pihak lain untuk pembiayaan pengembangan Cepu. Kan Pertamina
kesulitan cash flow". ## kalimat beliau seolah menihilkan pola-pola
pendanaan suatu project. Seolah dalam pengelolaan lapangan minyak kudu
selalu bergantung pada dana perusahaan minyak asing. Padahal pasar uang
diluaran sudah begitu banyaknya, NEXI, NEDO, HSBC, BCA, Konsorsium2
lembaga keuangan bahkan Lembaga Keuangan Syariah pun kini dengan mudah
akan mengeluarkan dana untuk pola project financing bagi lapangan
produksi (bukan eksplorasi)
Lain-lain :
Pengelolaan teknis? - gak usah diragukan dengan SDM kita.
Pengelolaan manajemen ? Korupsi? - Tugas bersamalah untuk memeranginya.
Topik yang hampir selalu ditampilkan oleh tim negosiasi versi pemerintah
ini adalah busung lapar, keperluan dana besar, posisi net importer kita,
dll sebagai bagian penjelasan kepada publik. Seolah menjadi tanggung
jawab extension contract Cepu untuk masalah keseluruhan negeri.
Sementara parameter-parameter penting seperti besaran kompensasi,
besaran klaim sunk cost yang disetujui, adusted split, perolehan kelola
atas 29 struktur pada WK PSC versus satu struktur (Banyu Urip) pada
sistem TAC, dll tak muncul kepermukaan. Yang penting biasanya disebut
konfidensial, sementara sisi lain ada eksploitasi opini. Gelap banget
sih negeri ini.
Mungkin pertanyaan-pertanyaan diatas terlalu naif, ....aahhhh akhirnya,
hanya sabar dan tawakal-lah yang menjadi pilihan.
lam-salam,
ar-.
Rovicky Dwi Putrohari wrote:On 6/21/05, ismail
wrote:
Dari Economic chall. MetroTV Selasa malam ini, Kayaknya hampir
dipastikan
Exxon akan tetap di Cepu, apalagi juga ada dukungan dari Pengamat
Perminyakannya.
Dari diskusi yang sudah panjang lebar selama ini diberbagai forum
tentang
kasus ini, kayaknya dari apa yang disampaikan di MetroTV tsb, Alasan
Pragmatislah yg diperhitungkan untuk memutuskannya.karena memang
problemnya
ada di pihak Indoz ( supaya cepat berproduksi shg dapat menambah
penghasilan
negara secepatnya guna menambah APBN).Rasanya alasan alasan masalah G
& G ,
Kemampuan mengelola sendiri , dll kalah dg alasan pragmatis tsb.
Ism
Kalau alasan pragmatis .... supaya lebih cepat lagi adalah
memanfaatkan fasilitas yg saat ini sudah ada di sana ... which is
operated by Pertamina JOB Petrochina ...
Ini akan lebih cepet lagi ... dibandinkan menunggu pembangunan
fasilitas dari EM.
Atau bisa saja joint operation ... Tinggal "pasang pipa pralon"
produksi dah jalan deh ...hehehehe
Jadi apa iya alasan pragmatis ? I doubt it
Kalo politis sih saya yakin. Karena "longterm impact" tidak
berpengaruh terhadap popularisasi politisi2 yg duduk manis selama 5
tahun (satu siklus kepemimpinan / Pemilu)
Selain itu Cepu ini sebagai amunisi untuk memperkuat bargaining posisi
Indonesia dg Amrik terasa juga ketika Indonesia diembargo peralatan
senjatanya. Sampe2 Ambalat di goyang2 tetangga :(
Nah yg saya konsen saat ini adalah daerah untuk extensionnya sebaiknya
hanya lapangan2 yg "proven" saja. Sedangkan yg tidak produktif (Prob
and Poss) dikembalikan lagi ke Indonesia cq Migas.
Secara umum bisa saja ada 3 kategori cadangan (ini utk mempermudah saja)
yaitu
- Proven (yg sudah berproduksi)
- Probable (yg sudah dibor tetapi belum produksi)
- Possible (yg belum dibor)
Sisanya mungkin kategori spekulatip dimana daerah ini saja yg sering
dikembalikan.
Seingatku belum semua reef prospects (kategori cadangan potential) di
daerah itu sudah dibor, baru 2 atau 3 yg sudah dibor, itupun menurut
saya jebakan itupun belum sepenuhnya di delineasi. Sehingga angka2
tersebut saya yakin masih bisa berubah. Bisa naik (lebih besar) bisa
pula turun (lebih kecil) dari yg diduga sebelumnya.
RDP
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------