Agak menyimpang dari diskusi, tapi rasanya kemampuan masyarakat Indonesia
untuk mengembangkan lapangan sendiri jangan hanya ditujukan untuk Cepu
saja, soalnya masih banyak lapangan2 (>10MMBO) yang belum tersentuh.
Memang secara politis, menarik untuk mengikuti perkembangan Cepu.
Untuk Pertamina sendiri, ada 5 lapangan (>10MMBO) yang belum dikembangkan,
total recoverable oil-nya sudah sekitar 128 MMBO. Ini sudah kira-kira
separuh dari cadangan lapangan Cepu (yang pesimistik).
Ini list lainnya:
- BP ONWJ - 82 MMBO (4 fields).
- Conocophilips - 80 MMBO (3 fields)
- Santos - 65 MMBO (1 field)
- Petronas RIMS - 44 MMBO (1 field)
- Eni - 40 MMBO (1 field)
- Unocal - 340 MMBO (mostly deepwater)
dll
Total jendral jumlah semua undeveloped field (>10MMBO) ada sekitar 1000
MMBO (diluar Cepu). Kalau semua pihak bisa bahu membahu me-monetize
lapangan2 tersebut akan lumayan hasilnya. Bagaimana caranya?
Regards -
Ariadi Subandrio
<ariadisubandrio To: [email protected],
"Himpunan Ahli Geofisika
@yahoo.com> Indonesia (HAGI)" <[EMAIL
PROTECTED]>, migas indonesia
<[EMAIL PROTECTED]>
27/06/2005 12:05 cc:
PM Subject: Re: [iagi-net-l]
Kontrak Cepu-Exxon
Please respond Ditandatangani 90 hari lagi
to iagi-net
hasil paling penting (prinsip) kesepakatan dari ngobrol-ngobrolnya orang
pemerintah dan ExxonMobil itu adalah :
1. ExxonMobil difasilitasi untuk mengelola blok Cepu (semua mengatakan
sampai 30 tahun, bukan hingga tahun 2030, yg bener yg mana neh). Artinya :
kontrak ExxonMobil di Cepu akan diperpanjang.
==> secara prinsip apa yang pernah disampaikan Kwik Kian Gie (+ acuan dari
Boeng Hatta & Boeng Karno) telah "kalah". Persis seperti yang pernah
disampaikan Bang Hilman di milis ini "jangan main2 dengan AS" adalah benar
adanya.
2. Moda untuk pengelolaanya belum jelas : Joint Venture (JV) Company kah,
apakah entitas baru dengan label Pertamina-ExxonMobil-Bojonegoro Oil
Company yang akan menjadi operatorship blok ini (yang pasti masing-masing
party kudu setor saham pada proporsi 45:45:10 jika juga ingin bagian yang
sesuai dengan split-nya)
==> Kalau Pertamina dan Bojonegoro gak mampu bayar setoran participating
interest? -- ya akan ditomboki oleh EM, biasanya dibayar pake minyak yang
keangkat dengan uplift (bunga) 50%. Tinggal anda hitung aja kapan atau
tahun berapa Pertamina & Bojonegoro dapat menikmati hasil Cepu. mungkin
saat tinggal ampas2nya nanti. Kalau JV, siapakah yang akan pegang sebagai
Presdir-nya, CFO-nya, COO-nya karena mereka2 yang akan menentukan pencarian
sumber pendanaan, besaran klaim biaya recovery, dll. Kalau itu semua yang
pegang adalah orang EM, .... nikmati aja gigit jari.
3. Moda Kontrak jelas : PSC dengan adjusted split pada kisaran harga
tertentu. Ini mirip Paket Insentif III (?) tahun 1994an, paket yg banyak
dinilai kaum investor kala itu sebagai ketidakpastian. gak laku
4. Semua pemberitaan menyatakan keuntungan yang jauh lebih baik bagi
pemerintah/pertamina == lho kok, kalau begitu ada sisi kerugian yang sangat
banyak dong pada ExxonMobil. EM kok mau ya.... (win-win, win-lose ... atau
memang win-win?)
Betul Pak Rov, bahwa detil-detil menjadi sangat perlu agar negeri ini bisa
menunjukkan bahwa telah merdeka 60 tahun. cermati saja Investment
credit-nya berapa, sealing Cost recovery nya berapa, Cost per barel, DMO
feenya dan last but not least klaim sunk cost-nya.
ar-.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------