Kalo baca koran-koran hari ini, RUPS Pertamina kemarin adalah boleh dibilang 
pembahasan tunggal : blok Cepu. Hasilnya : rups MEMERINTAHKAN direksi untuk 
menjadikan kesepakatan perundingan Blok Cepu ke dalam perjanjian mengikat dalam 
waktu 90 hari.
 
== siapa yang bersepakat, siapa yang kelak bertanda tangan.
== konon istilahnya bukan memerintahkan tetapi menugaskan, dari permintaan 
sebelumnya yang meminta penggunaan istilah menerima kesepakatan. 
 
 
lam-salam,
ar-.
(memang kudu sangat hati2, bahkan pada satu kata istilah pun.....


Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau baca kalimat terakhir dibawah sana, terlihat bahwa Pak Rizal 
Malarangeng tidak tau persis permasalahannya .... atau purak-purak 
ga tau. 

Pak Rizal Pak Rizal .... , yg dipermasalahkan bukan kontrak sampai 
2010-nya, tetapi "extension" dari kontrak tersebut. Kalau kontrak 
itu 'terminated' pada 2010 maka tidak ada kewajiban 
pemerintah/pertamina utk memperpanjang kontrak untuk 20 atau 30 
tahun lagi, setelah kontrak habis di 2010 itu. Bahkan (semestinya) 
Pertamina sendiri di tahun 2010 harus mengembalikannya dulu daerah 
operasi ke Pemerintah sesuai UU baru. Jadi yg mestinya berunding itu 
Pemerintah dengan dengan Exxon-Mobil, bukan EM dengan Pertamina.
Nah sekarang kan tergantung EM mau menghabiskan masa kontraknya 
hingga 2010 atau engga kan terserah mereka. Benar bahwa kalau kita 
ambil alih sebelum 2010 itu menyalahi hukum atau kesepakatan EM dg 
Pertamina.

RDP

--- In [EMAIL PROTECTED], "IndoExplo" 
wrote:
Rizal Malarangeng : Perundingan Blok Cepu Untungkan Indonesia
Jum'at, 24 Juni 2005 | 18:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru bicara tim perundingan Exxon-
Pertamina,
Rizal Malarangeng, memastikan bahwa hasil perundingan blok cepu 
antara
Exxon dan Pertamina tetap akan menguntungkan Indonesia. "Minimal
Indonesia mendapatkan bagi hasil sebesar 86,5 persen,"ujar Rizal di
sela pertemuan antara pemerintah dan CGI di Jakarta, Jumat pagi 
(24/6).

Angka itu didapat dari pola bagi hasil bertajuk adjusted split, yang
menggunakan harga minyak dunia sebagai patokan. Dalam kesepakatan
sementara, menurut Rizal, Indonesia akan mendapatkan bagi hasil
sebesar 93,3 persen bila harga minyak dunia mencapai lebih dari US $
45 per barel.

Adapun bila harga minyak dunia mencapai US$ 35 atau lebih rendah dari
itu, Indonesia akan mendapat 86,5 persen. "Jadi, rentang untuk
kontraktor antara 6,7 persen hingga 13,5 persen,"kata Rizal.

Kontraktornya; Pertamina, Exxon dan pemerintah daerah. "Production
Sharing Contract-nya begitu. Adapun pembagian sahamnya 45 persen
Pertamina, 45 persen Exxon dan 10 persen pemerintah daerah.
Masing-masing harus menyetor modal sebesar persentase itu,"ujar 
Rizal.

Keuntungan lain, Exxon akan membayar biaya kompensasi senilai minimal
US$ 400 juta. "Dibayarkan secara tunai sebesar US $ 70-75 juta.
Sisanya non tunai selama 3 tahun. Tapi, besaran nilainya masih
bergantung pada perkembangan harga minyak,"ujar Rizal.

Eksplorasi Blok Cepu, menurut Rizal, sesungguhnya bisa dilakukan oleh
Pertamina sendiri. Namun, secara hukum Exxon sudah mengantongi 
kontrak
eksplorasi hingga 2010. "Tidak bisa begitu saja diambil alih.
Kontraknya legal dan Exxon bisa mengadukan kita ke arbitrase
internasional. Jika itu terjadi, nama baik kita sebagai negara akan
rusak,"kata Rizal.

Thoso Priharnowo
--- End forwarded message ---




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

Kirim email ke