aku sharing obrolanku dengan rekan KMI

---------- Forwarded message ----------
From: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
To: Johanes Anton Witono <[EMAIL PROTECTED]>


Salam kenal juga,
Sorri baru jawab ... ini sambil nyante wektu wik en :)

Ada beberapa pro-kontra mengenai hal ini, bisa dianggap oprtunity
(bagi geologist Idn utk berkiprah diluar), bisa pula dianggap ancaman
(hengkangnya Sr 'well trained' geoscientist).

IAGI sendiri yg merupakan IAG-Indonesia tentunya akan melihat dr sisi
Indonesia, dimana harus ada perhatian thd Indonesia, artinya IAGI
harus melihatnya apakah ini merugikan atau menguntungkan Indonesia
sebagai negara artinya demi rakyatnya, pemerintahnya, dan semua yg
menganggap Indonesia sebagai negara. Nah disini ada faktor rakyat
(geologist) yg menginnginkan pekrjaan, sementara pekerjaan itu sendiri
ada (banyak tersedia) di luar negeri. Nah IAGI hanya dapat memberikan
bekal dengan mengadakan seminar2 atau pelatihan utk geologistnya spy
lebih profesional dl bekerja.
Disisi lain perlu ada proteksi untuk Indonesia. Langkah yg diambil
IAGI selama ini sertifikasi. Sertifikasi ini mengadung beberapa sisi
keuntungan selain proteksi juga menjaga profesionalisme standard bagi
angggota2nya.

Kelangkaan ini tidak hanya di Indonesia tetapi global shg harusnya
masyarakat permigasan lah yg konsen dengan training ini. Bagi saya
pribadi yg kebetulan juga aktif di dunia migas, mengkhawatirkan
seandainya kelangkaan training yg dilakukan, hal ini karena umumnya
perusahaan hanya menginginkan "well trained geoscientist", tujuannya
shorterm, maka saya khawatir adanya kesenjangan keahlian dimasa
mendatang. Nah yg akan menanggung juga masyarakat perminyakan itu
sendiri.

Shariing knowledge dan sharing info selama ini yg sering saya
gemborkan ke rekan2 geoscientist. Entah memberikan dalam seminar ke
mhs, kursus atau workshop di kampus2.
Namun IAGI bukanlah birokrat sehingga terbatas pada himbauan serta
aktifitas riil yg terbatas. Justru industri migas yg harusnya lebih
berpikiran demi kelangsungan bisnisnya. Memang bukan individu
perusahaan tapi society perusahaan seperti IPA dll. IPA juga
memberikan kursus2 ke mhs.

salam
rdp

On 6/30/05, Johanes Anton Witono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam kenal Pak Rovicky,
> Menanggapi email dari Bapak dibawah ini, saya ingin tahu sejauh ini upaya
> apa yang sudah ditempuh Senior2 Geoscientist di Indonesia terutama dalam
> konteks pembibitan generasi muda sehingga kelangkaan serupa tidak terjadi
> lagi dimasa mendatang. Bagaimana upaya yang telah ditempuh oleh AAPG, IAGI,
> dll, khususnya untuk mempersiapkan lulusan2 baru dibidang Geoscentist?
>
> Mohon pencerahannya. Terima kasih
>
> Regards,
>
> Johanes Anton Witono
> Sekjen KMI Jakarta
> Phone: (021) 3923189 ext 637
> Mobile: 08159242765
>


-- 
Education can't stop natural disasters from occurring, 
but it can help people prepare for the possibilities ---

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke