REPUBLIKA
Kamis, 07 Juli 2005
Berita Nusantara
Daerah Rawan Gempa Perlu Sosialisasi Mitigasi
BANDAR LAMPUNG -- Sosialisasi mitigasi kepada masyarakat yang bermukim
di wilayah rawan gempa sangat diperlukan untuk mengambil tindakan darurat
saat terjadi gempa bumi. ''Tujuanya, agar masyarakat tidak panik ketika
menghadapi gempa yang disertai tsunami,'' kata Presiden Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI) Dr Ir Andang Bachtiar, di Bandar Lampung, Rabu (6/7).
Andang, seusai mengikutui symposium perosalan gempa dan tsunami di
Indonesia, menambahkan pascaterjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami di
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 26 Desember 2004, kalangan ahli geologi terus
berupaya memanfaatkan momentum untuk mendorong pemerintah lebih
memperhatikan mitigasi. ''Sehingga ke depan jika terjadi bencana pemerintah
bisa lebih siap menghadapinya.
Selain itu masyarakat di Indonesia yang tinggal di daerah rawan
bencana perlu diberikan sosialisasi sehingga tidak muncul kepanikan jika
menghadapi bencana.'' Mitigasi, katanya, adalah usaha-usaha yang dilakukan
untuk mengurangi kerugian akibat bencana jauh sebelum bencana itu terjadi.
Menurut dia, jika bencana sudah terjadi berbagai upaya yang dilakukan
tidak akan berguna. Ia khawatir momentum ini tidak bisa dimanfaatkan
semaksimal mungkin, mengingat durasi kejadian bencana tidak bisa diketahui
kapan munculnya.
IAGI sudah melakukan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah daerah,
LSM dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Pihaknya sudah melakukan
sosialisasi ke-14 daerah yang termasuk daerah rawan gempa di Indonesia
seperti Sumatra Utara, Padang, Bengkulu, Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali,
Mataram, Makassar, Gorontalo, Palu, Palupo, Manado dan terakhir di Lampung.
Dari 14 daerah itu dibandingkan dengan daerah lain, Sumatra Barat
relatif lebih siap dalam menghadapi bencana. Terlihat antusiasnya pemerintah
daerah, LSM dan lembaga masyarakat lainnya yang hadir pada acara
sosialisasi.
Sri Rahayu Astuti, psikolog dari Universitas Padjajaran (Unpad)
Bandung, mengatakan untuk menyembuhkan mental masyarakat yang terkena
bencana tsunami seperti di NAD.
(mur )
MEDIA INDONESIA
Kamis 7 Juli 2005
Seputar Daerah
Kesiapan Hadapi Bencana
KALANGAN ahli geologi Indonesia terus berupaya memanfaatkan momentum bencana
tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk mendorong pemerintah lebih
memerhatikan mitigasi. Dengan demikian, jika terjadi bencana, pemerintah
bisa lebih siap menghadapinya.
Hal yang sama juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat yang tinggal di
daerah rawan bencana, sehingga tidak muncul kepanikan saat menghadapi
bencana.
Hal tersebut dikatakan Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang
Bachtiar di sela-sela simposium bencana dan tsunami yang diadakan di Balai
Kedatun Kantor Gubernur Provinsi Lampung di Bandar Lampung, kemarin.
Menurutnya, upaya itu dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat bencana,
jauh sebelum terjadi bencana.
''Jika bencana sudah terjadi, tentu berbagai upaya yang dilakukan tidak akan
berguna, dan sekarang peran pemerintah yang sangat diperlukan, terutama
dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat,'' katanya. (VI/N-1)
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "HAGI-Net" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 08, 2005 9:00 AM
Subject: [iagi-net-l] Pemerintah Bentuk Badan Geologi Nasional
Ada info tambahan kah ?
dari teman2 yg datang di seminar lampung kemaren ?
RDP
==========
Pemerintah Bentuk Badan Geologi Nasional
Kompas, 6 Juli 2005. Bandar Lampung, Kompas - Untuk meningkatkan
koordinasi di bidang penanganan bencana geologi, pemerintah segera
membentuk Badan Geologi Nasional. Kewenangan badan ini nantinya bukan
hanya menyangkut kebencanaan, melainkan juga tata ruang, perencanaan,
dan pengembangan suatu wilayah. "Embrio badan ini ada di Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral sejak sepuluh tahun lalu. Kami harap,
di tingkat nasional tahun ini sudah terbentuk," kata Direktur Jenderal
Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Energi dan Sumber Daya
Mineral Simon F Sembiring, Selasa (5/7) di Bandar Lampung.
bening.gif
Description: GIF image

