FYI

===============================================
NEGOISASI GAJI
Kontributor: CDC - FT - UI  (24.05.2004 00:00)


Suatu saat, anda sudah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara di
suatu perusahaan. Sang manajer terlihat antusias dan tertarik untuk
merekrut anda. Kemudian dia melontarkan satu pertanyaan, "Berapa gaji
yang
anda inginkan ?". Jika tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini,
pastilah anda bingung, harus menjawab apa.



Negoisasi gaji merupakan salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan
pekerjaan yang diinginkan. Jika anda menyebutkan angka yang terlalu
tinggi,
perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya,
jika jumlah yang diminta terlalu rendah, anda diterima, namun gaji yang
didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan
tersebut.
Setelah bekerja selama beberapa waktu, ternyata anda mengetahui fakta
tersebut, pastilah anda akan merasa kecewa. Dan satu lagi yang patut
diketahui, meminta kenaikan gaji, walaupun mungkin, bukanlah proses yang
mudah. Untuk "memenangkan" negosisasi gaji pada saat interview, ikuti
petunjuk berikut :



PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi



Sebelum wawancara,manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan
informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan
tersebut/industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama.
Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai
survey/informasi gaji.



PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan



Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang
anda
inginkan. Semakin lama anda "menunda", maka semakin banyak informasi
yang
bisa didapatkan untuk "memenangkan" negoisasi gaji. Langkah awal, pada
saat
wawacara, anda sebaiknya "mencari tahu" dari sang pewawancara, ada
berapa
banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan
tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang
lama,
ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang
memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa
mendaptkan nominal yang dinginkan.



PERATURAN KE 3 : Berlatih



Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi
jangan
terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan
tersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak
serius.
Ini berarti anda kehilangan kesempatan. Jika anda menginginkan sejumlah
nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah gaji pada top
range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum
hari wawancara, anda bisa mempersiapkan "pidato" selama 1-2 menit yang
mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda
diterima bekerja di tempat tersebut.



Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran,
anda
tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu
untuk
mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran
perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak.
Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari
perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah
posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan
karir
anda.



BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI



1. Perusahaan melakukan "secreening phobe call"



Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran
gaji
untuk posisi tersebut. Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk
hal tersebut, anda sebaiknya merespon dengan mengatakan, "Berdasarkan
informasi yang saya dapatkan mengenai standar gaji untuk industri ini,
mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang ada, asuransi
kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir, bonus, komisi, dan jenis
profit
sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan
Rp
yyy,- (berikan kisaran yang luas). Saya bersedia datang untuk wawancara
pada hari X jam Y. Apakah Bapak/ibu bersedia mempertimbangkan ?.



2. Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal
wawancara, anda punya 3 pilihan :



  1.. Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, "Saya melamar untuk
posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda.
Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda
setelah
kita berdua "yakin" bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi
ini."
  2.. Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, "Selama
saya
dibayar sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus
saya
penuhi untuk posisi ini, saya rasa tidak ada masalah."
  3.. "Membalikkan" pertanyaan kepada pewawancara. Jika pewawancara
melontarkan pertanyaan di awal wawancara , "Jika anda diterima bekerja
di
sini, berapa gaji yang anda inginkan ?". Maka anda bisa menjawab seperti
ini, "Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari
perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk
kualifikasi
kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah
standar gaji di perusahaan ini ?".
3. Negoisasi gaji di pertengahan wawancara



  1.. Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/bisa anda
terima. Pewawancara mengatakan, "Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp
xxx,- sampai dengan Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini
?.
Yang harus anda katakan, "Saya sangat menghargai tawaran ini. Saya
sangat
tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di
perusahaan ini. Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya
harapkan untuk gaji pokok, ditambah dengan beberapa aspek lainnya
seperti
asuransi, uang lembur, dan fasilitas lainnya.
  2.. Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yang di tawarkan.
Yang
harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung
dengan
perusahaan ini. Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan
benefit bagi perusahaan ini. Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai
standar gaji dan penawaran dari perusahaan lain, saya harus mengatakan
bahwa saya hanya bisa mengatakan "ya" untuk kisaran atas dari jumlah
yang
Bapak/Ibu sebutkan tadi.
  3.. Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan.
Yang harus anda katakan, "Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk
bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk
mengaplikasikan
yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini. Namun ada
beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya, untuk
posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan
faktor
penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti
training, jenjang karir,dan sebagainya.
  4.. Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji. Yang harus anda
katakan, "Dari apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji
pokok untuk posisi ini adalah sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan
dan keahlian yang saya miliki, saya mengharapkan gaji pada middle range,
katakanlah Rp yyy. Baagimana menurut Bapak/Ibu ?".
4. Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara. Ini berarti
pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda
katakan,
"Saya siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini." Dan
jika
gaji ditawarkan memang seperti apa yang anda inginkan, katakan, "Hal
terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk bergabung di perusahaan
ini,
dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat kompetitif."



Petunjuk untuk "FRESH GRADUATES".

  1.. Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan
gaji
yang anda sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk
meningkatkan profit mereka.
  2.. Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu
mengerjakan
tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak
akan
memberikan penawaran apapun bagi anda.
  3.. Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas
anda
yaitu pendidikan dan keahlian. Dua hal itulah yang akan membuat anda
sukses
di dunia kerja.
  4.. Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ?. 95% nya
berdasarkan kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah
karena keahlian khusus yang anda miliki.
PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat


Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :

  a.. Apakah ada kesempatan promosi untuk posisi ini ?. Untuk posisi
atau
level apa ?.
  b.. Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posisi ini
?.
  c.. Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?.
  d.. Seperti apakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun
mendatang ?.
  e.. PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN DALAM
BENTUK TERTULIS.
  f.. PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG
DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.
Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk
:

  a.. Asuransi kesehatan (dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi &
mata)
.Walaupun perusahaan tidak meng-cover semua biaya, fasilitas ini akan
membuat anda membayar lebih murah.
  b.. Asuransi jiwa.
  c.. Asuransi kecelakaan, terutama untuk pegawai yang sering
bepergian/jenis pekerjaan dengan risiko tinggi.
  d.. Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama. Apakah hanya peningkatan
pertahun ?. Atau ada peningkatan gaji/pemberian bonus berdasarkan
prestasi
kinerja ?.
  e.. Fasilitas cuti.
  f.. Biaya pensiun (berlaku untuk perusahaan tertentu).
  g.. Profit sharing.
  h.. Stock option. Beberapa perusahaan menerapkan sistem pembagian
saham
kepada karyawan.
  i.. Training atau pendidikan tertentu.
  j.. Uang lembur & transportasi.
  k.. Fasilitas kredit kendaraan/rumah.
PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan

  a.. Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan.
  b.. Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan
penawaran. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara
keseluruhan, bukan hanya gaji.
  c.. Pada saat bernegoisasi, jangan katakan, "Saya meminta .". Yang
terbaik anda harus mengatakan, "Saya mengharapkan..,".
  d.. Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda
inginkan. Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor
lain
seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam
asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya.


-- 
OK TAUFIK

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke