Dear Pak Sigit,
Mang Okim mohon izin untuk menjawab pertanyaan Pak Sigit melalui IAGI net
karena selain kasusnya menarik, barangkali ada rekan lain yang bisa
menambahkan secara lebih lengkap dan lebih ces-pleng. Wah, rupanya kita
pernah bertemu di rumah Pang Ongky di Balikpapan ya. Alhamdulilah,
silaturachmi bisa berlanjut, mudah-mudahan bermanfaat. Cerita seperti yang
Anda alami banyak mang Okim dengar. Sayang sekali sampai saat ini belum
pernah mang Okim lihat secara langsung. Batu ditempel di bagian tubuh yang
sakit karena disengat tawon atau digigit ular,  beberapa saat kemudian
langsung sembuh. Mang Okim pernah melihat di Pasar Loak Jatayu Bandung,
seorang tua pedagang batu mendemonstrasikan kesaktian dari sebuah artifak
yang terbuat dari batu tanduk ( hornstone atau flint ?). Artifak tersebut
yang berbentuk kampak dari kebudayaan Neolitikum digenggam di tangan kiri,
sedangkan tangan kanannya memegang parang  yang sebelumnya ditest
ketajamannya dengan mengiriskan ke daun dan ke selembar kertas. Sementara
tangan kiri menggenggam artifak kuat-kuat , parang yang sangat tajam itu
diiriskan berkali-kali ke tangannya dan ternyata tak membekaskan luka. Mang
Okim hanya sempat terheran-heran dan menduga hal tersebut mungkin disebabkan
oleh kekuatan " goib " yang belum dipahami oleh mang Okim. Di lain
kesempatan, mang Okim diminta datang ke sebuah hotel untuk menyaksikan demo
kesaktian sebuah batu " mirah delima ". Batu M.D. tersebut mau dijual ke
pemilik hotel, teman mang Okim. Si pemilik M.D. menggenggam batunya, dan
seorang tamu diminta memotong rambut si pemilik M.D. dengan silet yang baru
dibeli. Di luar perkiraan, rambut si pemilik MD ternyata dapat dipotong.
Maka gagallah transaksinya. Sambil bercanda, kata pemilik hotel, kegagalan
testing tersebut mungkin karena ada dukun batu yaitu mang Okim .

Dear Pak Sigit,
Itulah yang sementara dapat mang Okim jawab. Mungkin rekan-rekan lain bisa
urun pengalaman dan dapat menjelaskan lebih ilmiah, silahkan nimbrung di
rubrik gemstone lovers ini. Oh ya, batu yang Anda beli dan miliki mungkin
jenisnya Fosil Kayu atau Petrified Wood. Bagian yang putih susu mungkin
Chalcedony. Sayang Anda tak menjelaskan dimensi dan berat batunya. Tentunya
cukup kecil karena bisa ditempelkan dengan tensoplast. The question is :
apakah kalau ditempel dengan tensoplast tanpa batu selama 3 jam  tidak akan
memberikan efek yang sama ?  Mohon maaf kalau jawaban mang Okim tidak
memuaskan. Insyaallah nanti disambung dengan kisah-kisah yang senada . Salam
batumulia, mang Okim.

----- Original Message -----
From: "Sigit SETIAWAN" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, July 31, 2005 10:09 AM
Subject: Mau tanya batu


> Saya adalah pembaca setia posting-an Pak Miko, soal gemstone di IAGI-net.
> Saya mau tanya tapi via japri aja.
>
> Saya punya batu (beli dari sangiran), seratnya seperti kayu (fosil
> kayu) warna kecoklatan, ada sedikit lapisan putih susu di bawahnya.
> Yang jual waktu itu bilang batu itu bisa untuk menawarkan racun atau
> bisa (ular, tawon, kelabang,dsb).
>
> Saya tidak percaya waktu itu. Kebetulan batu itu "terbeli" karena saya
> iba sama bapak tua yang menjualnya. Dia minta imbalan uang untuk
> sebungkus rokok saja.
>
> Sekian lama, batu itu saya simpan.
>
> Suatu ketika saya disengat tawon. Kontan saya kesakitan dan
> kebingungan. Nggak tahu kenapa saya ingat batu "anti sengat" yang
> pernah saya beli beberapa tahun yang lalu itu. Saya tempelkan batu
> tersebut di bagian yang kena sengat (bengkak dan sakit sekali) pakai
> tensoplast. Setelah kira-kira 3 jam, rasa sakit mulai hilang, denyutan
> panas juga nggak ada. Yang ada tinggal rasa gatal-2.
>
> Saya buka tensoplast. Ajaib. Tidak bengkak dan tidak sakit. Tinggal
> ada bekas seperti titik hitam bekas bolpoint.
>
> Kisah ini nyata, dan sampai sekarang saya belum bisa menerimanya secara
ilmiah.
>
> Bisakah Pak Miko ceritakan, apa yang sebenarnya sudah terjadi, dan
> batu tersebut apa?
>
>
> Salam hormat.
>
> Sigit
>
> NB: Kita pernah ketemu di rumah Pak Ongkowidjoyo (Ongki) di Balikpapan.
>
>
>
> --------------------------------------------
> the world belongs to the braves
> --------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke