Dearest Liesye, greetings from Bandung ! Alhamdulilah kita bisa bertemu lagi. Mang Okim masih ingat kunjungan ke Setiabudi 283. Yang pertama ingin belajar teknik gosok batu. Mang Okim terkagum-kagum melihat prestasi yang Anda berdua capai waktu itu, kuliah sambil bisnis batumulia. Produknya juga sudah advance dibandingkan dengan produk pengrajin Sukabumi. Kunjungan kedua, mang Okim ingin beli mesin-mesin Anda setelah mendengar akan dijual. Ternyata rumah dan isinya sudah pindah tangan ke Dr.Ong. Sempat menyesal juga, tetapi karena merasa bukan rezekinya, yah nerimo saja. Nanti kalau ke Bandung singgah ya. Kita perlu ngumpulin gemstone lovers agar bisa lebih rame. Sebetulnya sudah ada organisasi Masyarakat Batumulia Indonesia , hanya jalan di tempat. Mengenai Pak Aris, apa bulan lahirnya Oktober sehingga Anda suggest pakai black opal ? Di pasar batumulia Indonesia sedang banyak beredar opal laboratorium atau Gilson Opal , demikian juga yang imitasi dari gelas Slocum Stone ). Kalau di Australia ada opal doublet dan triplet, maka di Banten, pengrajin sudah pinter juga bikin doublet, bahkan opalnya dibungkus penuh dengan resin. Kalau nggak hati-hati bisa kejeblos. Nah, sekian dulu ya. Salam buat mantan pacar ( Pak Ferry ? ). Semoga kita bener-bener bisa ketemu ya. Best regards, mang Okim
----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, August 01, 2005 2:33 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Aris, Abah Yanto, Kartiko Samodro: Gemstone Lovers > > Kalau Aris cocoknya pake Opal kali ya tapi yang dominant hitam. > Pak Sujatmiko apa kabar, pasti lupa sih sama saya. Dulu saya pernah punya > perusahaan batu juga namanya ARGA di Jl Setiabudi 283 Bandung. > Tapi mungkin saya salah zaman pada waktu itu saya masih kuliah. Perasaan > Pak Miko pernah kerumah saya, mampir liat2 batu koleksi saya. Tapi kayanya > pada waktu itu ngobrolnya sama pacar saya yang sekarang jadi suami > saya......hehehe. > Sekarang berhubung rumah saya sudah dijual ke Pak Ong Geoservis, mesin2 > potong batunya masih ada di rumah itu. Sayangnya lagi sama Pak Ong enggak > dipakai. Jadi sampai sekarang itu mesin2 nganggur tak terpakai, sayang > sebetulnya. > > Kapan2 kita mampir deh ke Pajajaran. Sukses ya...... > > Salam > Liesye > > > > "sujatmiko" > <[EMAIL PROTECTED] To: <[email protected]> > t.id> cc: > Subject: [iagi-net-l] Re: Aris, Abah Yanto, Kartiko Samodro: Gemstone > 08/02/2005 Lovers > 01:47 AM > Please respond > to iagi-net > > > > > > > Pak Aris, Abah Yanto, Pak Kartiko Samodro, dan rekan-rekan IAGI yang > budiman, > Perkenankan mang Okim ngejawab borongan ya, biar nggak cape : > > Pak ARIS : > Syukurlah, Anda telah kena pelet dan ingin mulai mencintai batumulia. Tak > ada jeleknya, toh itu bidang kita juga. Buat apa menghapal nama 3000 > mineral, sementara 50 jenis batumulia yang layak pakai dan merupakan kelas > elit dari mineral tersebut tak kita ketahui. Tak usah malu deh kalau > sekali-sekali pakai cincin atau dasi koboy batumulia, toh ada beberapa > rekan > IAGI yang begitu setia, fanatik, dan bangga dengan hobbi yang tak ada > hubungannya dengan disiplin ilmu kita, misalnya ngoleksi dan bercengkerama > dengan beragam jenis burung! > Anda pengin pakai cincin batumulia ? Pilihannya banyak sekali, dari yang > harga puluhan ribu sampai yang unlimited ( bisa ratusan juta bahkan > miliaran > rupiah ). Anda tinggal pilih warna favorit yang benar-benar sreg di hati > Anda. Kalau seneng biru, bisa pakai blue sapphire , pirus atau turquoise , > lapis lazuli, sodalite, chrysocolla ( Garut-Bacan ), blue chalcedony > Banten, Lampung, Pacitan ). Kalau seneng merah, bisa pakai ruby atau mirah > delima, garnet, atau red jasper ( ati ayam ). Kalau seneng hijau, bisa > pakai > zamrud atau emerald , krisopras ( Garut ), green jaspers ( Gombong, > Tasikmalaya ), chrysopal ( P.Kabaena ), jade atau giok ( Aceh, > Banjarnegara, > Burma, China ), dan lain-lain. Atau kalau pengin keren bener, boleh juga > pakai diamond atau berlian seperti yang sering dipakai oleh Bapak kita > Prof.Dr. Soejono Martodjojo... pasti banyak yang ngelirik deeh. Untuk itu > sebetulnya ada referensinya yaitu birth stones, zodiac stones atau stones > of > the day ( literaturnya lengkap ). Nanti kalau Anda ada kesempatan ke > Bandung, bisa singgah ke Pusat Promosi Batumulia Indonesia di Jl. Pajajaran > 145 agar bisa langsung lihat contoh2 nya ( he-he, jadinya promosi niih > yee ). > > Abah YANTO, > Mang Okim menih kagum sekali sama Abah, bisa nyenengin almarhumah sampai > akhir hayatnya yaitu dengan selalu memakai cincin kecubung hadiah > almarhumah > (pada kesempatan ultah Abah ke 44). Setidaknya, ketika almarhumah masih > mendampingi Abah, dengan memakai cincin tersebut, dimanapun berada, > sendirian atau berombongan, Abah akan selalu ingat pada isteri terkasih di > rumah. Alangkah romantisnya kan ? > Mang Okim ikut prihatin bahwa batu pirus Abah, pemberian almarhum ayahanda > tercinta, terbukti jenangan atau masakan. Akan sangat sulit untuk menuntut, > apalagi belinya sudah tahunan. Mang Okim sendiri pernah terlalu percaya > diri, membeli kecubung, padahal pada saat itu mang Okim tidak membawa > senter > dan loupe. Setelah diperiksa di rumah ternyata kecubung tersebut palsu. > Karena tidak ada perjanjian sebelumnya ( kalau palsu dikembalikan ), maka > mang Okim tak memaksakan diri untuk mengembalikannya, itung-itung tambah > pengalaman. Di Pasar Seng, Mekah, hal seperti inipun sangat sering dialami > jemaah haji kita. Si penjual sumpah-sumpah demi Masjidil Haram segala,bahwa > batunya asli,..... padahal ruby Siam atau American sapphire yang sintetis. > Biasanya si pembeli tak sakit hati apalagi setelah menyadari bahwa batu > sintetis yang dibelinya dianggap telah naik haji dan kebiasaan membaca di > Arab dari kanan ke kiri ( palsu tidak dijamin !). > > Pak KARTIKO SAMODRO, > Kenapa manusia suka gemstone atau batumulia? Wah, bisa panjang ceritanya > mengingat batumulia telah menarik perhatian manusia sejak 7.000 tahunan > yang lalu. Di kuburan-kuburan kuno Mesir, misalnya dari Dinasti ke VI > 2345-2181 SM ), ditemukan kalung-kalung batumulia terbuat dari lapis > lazuli, malachite, pirus, akik carnelian, dan lain-lain. Mang Okim pernah > menerbitkan sertifikat batu giok berukir yang diperkirakan berasal dari > periode Dinasti Sang ( 1600-1027 SM ). Batumulia memiliki daya tarik kuat > karena warnanya yang indah, langka ( tak seperti labradorit atau granit > ornamen, baca posting mang Okim terakhir ), keras / tak mudah tergores, dan > tahan lama ( durable ). Dalam perkembangannya, setiap batumulia dipercaya > memiliki khasiat tertentu seperti memberikan kekebalan, menolak bala dan > penyakit, membikin ngantuk, menghindari mabuk, membuat percaya diri, > bijaksana, sampai menarik perhatian lain jenis ( seperti kecubung asihan > yang dipakai Abah Yanto ). Karena itu batumulia sering dipakai sebagai > jimat > ( sangat membahayakan ketauhidan kita ! ). > Memang banyak cerita tentang berubahnya warna giok sesuai dengan si-kon > pemakainya. Apakah hal ini berkaitan dengan unsur kimia batu dan > metabolisme > tubuh ? Sayang sekali mang Okim sendiri belum nyampe ilmunya dan baru > percaya pada apa yang disebut calour therapy yang kaitannya erat dengan > auto-suggesti. Contohnya seperti banteng matador yang ketika dipanas-panasi > dengan warna merah, langsung nyeruduk. Karena itu, kalau ada teman kita > yang > sifatnya pemarah, jangan anjurkan memakai cincin mirah delima, bisa-bisa > ngamuk terus. Anjurkan dia memakai zamrud hijau atau safir biru, insyaallah > bisa jadi sabar. Sebaliknya, kalau ada teman kita yang terlalu sabar, tak > pernah marah, suruh dia pakai mirah delima biar lebih energik. > > Rekan-rekan Gemstone Lovers, > Jawaban di atas tentu jauh dari memuaskan. Karenanya, bagi rekan-rekan yang > mau melengkapi, marilah jangan ragu-ragu nimbrung, biar lebih rame . Okay, > sampai disini dulu ya, Salam batumulia, mang Okim > > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, August 01, 2005 10:16 AM > Subject: > > > > Mang Okim - > > > > Menarik sekali diskusi tentang gemstone ini. Saya termasuk awam soal > > batu-batu beginian, tapi rasanya sekarang saya jadi tertarik untuk > membeli > > batu akik untuk cincin. Mohon kiranya Mang Okim sudi memberi advis kepada > > saya, batu apa yang harganya tidak terlalu mahal tapi keren. Bagaimana > > mengetahui keaslian-nya dan kira-kira berapa kisaran harganya. > > > > Salam - > > > > Aris > > > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com) > -http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

