Setuju dengan Ferdi. 

Saya rasa dalam kasus mas Shofi RFT/MDT dipakai sebagai kalibrasi (after
the fact data) dari trend (acoustic/resisitvity) sumur-sumur sebelum
nya, sehingga diharapkan dalam program perancangan MW sumur berikutnya
perhitungan kita mempunyai tingkat akurasi yang lebih baik.

Long story short, hasil perhitungan dikalibrasi dengan hasil pengukuran.

Regards - Herry

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, August 05, 2005 7:55 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Shale Pore Pressure Prediction - Sand?


Selamat Pagi Semuanya...

seperti yang sudah disinggung rekan lainnya  tentang pressure shale dan
formation pressure...
Penggunaan dalam perancangan Mud weight sebenarnya kita pakai semuanya
...
Pressure shale adalah pressure maximum yang akan kita dapat di well kita
kalau kita ketemu sand yang sangat isolated sehingga pressurenya
mendekati
pressure dari shale / pressure overburden yang saya singgung di email
sebelumnnya...
Sedang FP adalah pressure yang selama ini sudah pernah kita ukur di
reservoir kita....

Jadi untuk mud weight while drilling kita berpatokan dengan FP kita
dengan
tujuan agar tidak merusak formasi , tapi untuk program "kill mud"  kita
berpatokan  pada P shale kita, sehingga kalau kita dapat di area kita
ada
isolated sand yang mendekati pressure dari ovb kita (pressure shale )
kita
sudah siap dengan kemungkinan terburuknya dalam program kill mud kita...

semoga membantu...

Mas Hasan ......akhirnya pake titik juga...:-))

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



|---------+---------------------------->
|         |           Shofiyuddin      |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]|
|         |           l.com>           |
|         |                            |
|         |           04/08/2005 06:43 |
|         |           PM               |
|         |           Please respond to|
|         |           iagi-net         |
|         |                            |
|---------+---------------------------->
 
>-----------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------|
  |
|
  |       To:       [email protected]
|
  |       cc:
|
  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Shale Pore Pressure Prediction -
Sand?                                          |
 
>-----------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------|




Maaf, saya masih mixed up.
Pore pressure yang kita prediksi biasanya yang berhubungan dengan shale
dan

diestimasi dengan berbagai cara (PRESS_SH), sedangkan yang kita ukur
dari
RFT/MDT adalah di sandstone (PRESS_FM). PRESS_SH cuma bisa diestimasi
sedangkan PRESS_FM diukur. Nah kira kira yang mana yang kita pake untuk
penetuan MW untuk design drilling, apakah PRESS_SH lebih tinggi dari
PRESS_SAND? Apakah ada perbedaan antara keduanya. Maaf pertanyaannya
agak
melabar keluar.
 Karena selama kerja disini, design untuk MW selalu pake data dari RFT,
itu

artinya PRESS_FM. Sementara yang saya tahu juga, di negera kita lebih
sering
memakai yang PRESS_SH?
 Mohon pencerahannya.
 Maaf
 Salam
 Shofi


 On 8/3/05, Firdaus Tampilang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Shofi,
> Untuk pengertian Pore Pressure, kita harus membedakannya dengan
Formation
> Pressure. Data-data Sonic, Resistivity, Density bisa digunakan untuk
> meng'estimasi' pore pressure (shale pressure), sehingga kita bisa
> menentukan
> Overpressure jika olahan data pore pressure kita terdefleksi
(menyimpang).
> Sedangkan RFT dan MDT bahkan RDT digunakan untuk mengetahui besaran
> formation pressure pada reservoir dalam satuan PSI atau Bar yang
kemudian
> dikonversikan menjadi Specific Gravity (SG) atau ke PPG. Konversi ini
> dilakukan untuk memudahkan perancangan mudweight dari lumpur yang akan
> digunakan dalam pengeboran.
> Jika data-data tersebut kita olah dan digabungkan, bisa saja Formation
> pressure memiliki nilai lebih rendah untuk reservoir, terutama yang
sudah
> diproduksi. Sedangkan pada kasus-kasus tertentu kita dapat saja
menemukan
> pressure belly, dimana Formation pressure lebih tinggi dari Pore
Pressure
> (isolated bar?).
>
> Jika pertanyaannya tentang tentang akurasi data, tentunya Formation
> Testing
> akan lebih akurat karena pengukuran pressure langsung dilakukan pada
> formation/reservoir dengan cara mengalirkan fluid dari formation ke
dalam
> chamber / tool flowline, dan kemudian dilakukan pengukuran besaran
> pressure
> dari formasi. Sedangkan pengolahan 'estimated pore pressure' dari
> data-data
> Density, Resistity dan Sonic menggunakan beberapa formula yang
kemudian
> diterjemahkan ke dalam satuan pressure (psi atau bar).
> Salam
> Firdaus
> On 8/3/05, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Selama ini yang saya tahu penentuan pore pressure prediction
berdasarkan
> > response sonic/resistivity atawa density pada shale atau kalau
selama
> > drilling penentuannya berdasarkan shale density atawa bulk density.
Trus
> > sekarang kita berhadapan dengan data pressure RFT/MDT. Pertanyaan
saya,
> > manakah yang lebih presisi untuk penentuan pore pressure itu?
keduanya
> > jelas
> > berbeda dan data dari RFT akan digunakan untuk design besarnya mud
> weight
> > untuk pengeboran selanjutnya.
> > Terima kasih untuk yang mau sharing.
> >
> >
> > --
> > Salam hangat
> >
> > Shofi
> >
> >
>
>


--
Salam hangat

Shofi





This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke