kalo tidak salah waktu kuliah kimia dasar dulu sempat
dibahas mengenai fungsi koloid sebagai penawar racun,
tapi saya lupa penjelasan ilmiahnya berhubung waktu
itu saya jarang kuliah..

mang okim, yang saya ingat kalo keracunan makanan dlm
keadaan survival sebaiknya minum koloid (susu, darah,
air kelapa???, etc..)

salam,
.heru.



--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> Masalah susu itu kayaknya benar...
> saya pernah baca artikel ada wartawan eropa sedang
> meliput ke afrika...
> kemudian entah kenapa matanya disembur bisa oleh
> ular cobra...wartawan itu
> menjerit kesakitan sambil menutup matanya...
> oleh orang sekitanya ia ditangkap dan dipegangi rame
> - rame , kemudian
> matanya dipaksa  dibuka dan disemprot asi dari
> payudara seorang ibu....
> setelah beberapa lama ia mulai pulih dan bisa
> melihat lagi....
> Menurut orang di sekitarnya kalau sampai terlambat
> sedikit saja ..ia sudah
> pasti akan mati/ paling tidak buta...
> 
> 
> Regards
> 
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
> 
> 
> 
> |---------+---------------------------->
> |         |           "sujatmiko"      |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           d>               |
> |         |                            |
> |         |           05/08/2005 09:52 |
> |         |           AM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
>  
>
>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>   |                                                 
>                                                     
>            |
>   |       To:       <[email protected]>           
>                                                     
>            |
>   |       cc:                                       
>                                                     
>            |
>   |       Subject:  Re: [iagi-net-l] batu penawar
> racun                                               
>               |
>  
>
>------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
> 
> 
> 
> 
> Dear Pak Heru,
> Seru juga ya cerita tentang batu dari India.
> Nge-recharge-nya juga sangat
> istimewa. Kalau mineral zeolit diaktivasi, batu
> India ini malah direndam
> atau direbus dalam susu ( bayangin kalau susunya
> dari kuda liar, pasti
> tambah manjur ). Penjelasan Anda cukup logis. Batuan
> yang sarang seperti
> tufa logikanya akan menyerap cairan . Kalau sedang
> survey, mahasiswa dan
> peneliti geologi sering menempelkan ujung lidahnya (
> apa menjilat ya ? ) ke
> contoh batuan untuk ngetes apakah batuannya
> mengandung tufa atau tidak.
> Sebagai penawar racun, rasanya sangat mungkin. Mang
> Okim bersyukur belum
> pernah mempraktekkannya. Bagi rekan-rekan yang punya
> pengalaman ,
> barangkali
> kang Teddy Kardin atau rekan-rekan Wanadri lainnya
> yang jago survival,
> diharapkan bisa share pengalaman.OK ?!
> Mengenai fosil kayu yang dibeli Pak Sigit, kalau
> benar fosil kayu dan
> bagian
> yang putihnya chalcedony, pasti tidak porous karena
> sudah membatu dan
> tersilisifikasi ( petrified /silicified wood ).
> Penjelasan yang diberikan
> oleh Pak Bandono barangkali bisa dipertimbangkan
> juga.
> Sekian dulu komentar mang Okim, semoga Pak Heru
> nanti lebih cinta ke batu
> dan bergabung dengan para Gemstone Lovers. Wassalam,
> mang Okim.
> ----- Original Message -----
> From: "Wy Ismara Heru Y" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, August 03, 2005 11:45 PM
> Subject: [iagi-net-l] batu penawar racun
> 
> 
> > Mang Okim yth,
> >
> > saya juga jadi tertarik untuk mencari jawaban
> mengenai
> > batu "penawar racun"..
> >
> > sebelum belajar geologi dulu, saya pernah di
> bawakan
> > tante sebuah batu penawar racun (ceunah mah, blm
> > sempat dicoba udah ilang) dari india, lengkap
> dengan
> > instruksi pemakaian dan "recharge"nya..
> >
> > seingat saya bentuknya hampir persegi panjang,
> kira2
> > 2,5 cm x 5 cm, dengan tebal +- 0,5 cm. berwarna
> hitam,
> > persis seperti arang dengan tekstur (seperti)
> serat
> > kayu, tapi berat jenisnya jauh di atas arang.
> > dan satu hal yang saya amati adalah porositasnya
> yang
> > besar, ketika di jilat menyerupai bahkan sedikit
> > melebihi tuff yg selama ini sering saya jilat..
> (sudah
> > tau ttg batu dikit2)
> >
> > aturan pakainya adalah menempelkan pada luka
> > gigitan/sengatan, dapat juga dibantu dg menoreh
> > sedikit.
> >
> > yang menarik adalah ada proses yang dapat
> dilakukan
> > untuk me"recharge" batu ini ketika telah dipakai
> > beberapa kali, yang ini saya sedikit lupa, entah
> di
> > rendam dalam susu atau di rebus dlm susu.. yang
> pasti
> > ada susunya..
> >
> > menurut batasan logika saya, "kekuatan" menawarkan
> > racun yang dimiliki batu itu terletak pada
> > porositasnya itu, yang akan menyerap racun ketika
> di
> > tempel pada luka gigitan, dan susu itu mungkin
> sebagai
> > penawar racun yang sudah terserap (jangan sampai
> > batunya malah menambah racun ke tubuh..)
> >
> > apa mungkin batu yang di beli Pak Sigit di
> Sangiran
> > sama seperti milik saya (yg sudah hilang) itu?
> > kalo benar fosil kayu, bisa juga very porous ya?
> >
> > terima kasih.
> >
> > salam,
> > .heru.
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> >
>
---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy
> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> > Komisi Karst : Hanang
> Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> > Komisi Sertifikasi : M.
> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> > Komisi OTODA : Ridwan
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> > Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> >
>
---------------------------------------------------------------------
> >
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> 
=== message truncated ===



                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke