Mas Bang, ente kebalik kayaknya. Derajat kompaksi meningkat maka resistivitasnya meningkat alias konduktifinya menurun. Jadi kalo kompaksi normal, seharusnya semakin dalam resistivity shale akan semakin membesar, otherwise then it tend to be under-compacted (pressurized). On 8/8/05, Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Satu hal lagi, resistivity trend di shale juga bisa dijadikan guide > untuk memprediksi keberadaan suatu abnormally pressurized zone. > Overpressure dan Underpressure (ini ada ndak?) mestinya tidak terjadi > secara mendadak, jadi mestinya ada trend yang bisa dicermati. > Premisnya, jika derajat kompaksi meningkat, maka conductivity juga akan > meningkat dan otomatis resiprokal resistivitynya akan menurun. > Pertanyaannya adalah (ini mirip iklan), "how low can we go" dengan trend > resistivity ini. Mungkin juga dapat di-identik-kan/dikorelasikan dengan > mud-weight vs stacking velocity ? > Ada yang pernah mencoba untuk melakukan plotting trend resistivity ini ? > Trend yang "normal" sesuai dengan kenaikan derajat kompaksi karena over > burden dan juga trend yang "abnormal" karena mendekati overpressured > zone? > Bambang > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, August 05, 2005 10:24 AM > To: [email protected] > Subject: RE: [iagi-net-l] Shale Pore Pressure Prediction - Sand? > > > kebalik Mas Iwan, > velocity turun, pp naik. > > apakah benar2 overpressure atau bukan, > utk velocity look ahead, tidak bisa di check. > kecuali dg di drill. kecuali well known area. > tapi kalau udah well known ngapain juga di look ahead. > > cara yang paling 'murah' dan gampang , di flow check saja. > kalau gain ya ditambah mw, kalau nggak yaa continue drilling. > secara sistematis tiap 30m-50m flow check. > > > Regards, > > ============================= > AMIR AL AMIN - DKS/OPG/WGO > TOTAL E&P INDONESIE > BALIKPAPAN > (62-542)-534283 - (62)-811592277 > ============================. > ---------------------------------------------------------------------- > This e-mail, including any attached files, may contain confidential and > privileged information for the sole use of the intended recipient. Any > review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. > If you are not the intended recipient (or authorized to receive information > for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and > delete all copies of this message. > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina > [at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > >
-- Salam hangat Shofi

