kalau soal interpretasi sih tidak ada yg terlalu baru. yang baru kayaknya soal mentality. dalam artian, kalau tadinya lebih banyak meluangkan waktu melihat section view-nya seismik, sekarang mesti meluangkan banyak waktu utk melihat plan view.
plan view-nya bisa macam-macam, dari time slice, horizon slice dan semua turunan2 atributnya. dan semuanya ini bisa dimungkinkan karena adanya kemajuan teknologi hardware dan software. istilahnya posamentier, data seismik yg 3D itu, bisa di-'slice' dan di-'dice' :) soal paper, -. Carter pernah menulis ttg seismic geomorphology di lapangannya CNOOC. ceritanya ttg penggunaan seismic geomorphology di development field. kalau tidak salah ada di AAPG Bulletin -. Posamentier dan beberapa rekan lainnya, pernah menulis ttg seismic geomorphology di Ultra-Deep Water Makassar Strait (?) -. Fachmi dan Leslie Wood juga pernah menulis ttg seismic geomorphology di Belanak (+Gabus?) Field yg di West Natuna. kalau tidak salah di-presentasikan di AAPG Annual Convention tahun lalu (?) detil2nya lupa, nanti aku cek dulu deh.... atau mungkin Minarwan mau bantu googling dulu? :) yang kadang ngeselin, tidak semua paper2 yg membahas ttg seismic geomorphology itu mencantumkan seismic geomorphology di judul atau di abstract-nya. jadi memang agak menyulitkan pada saat searching. --pta On 12/08/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > justru itu Mas > > sebenarnya bagaimana caranya menggunakan / menginterpretasikan seismic > geomorphology...? > apakah setelah kita picking (dalam arti pada geological horison yang sama ) > atau justru kita pakai time flat untuk melihat perubahan attributnya dan > melihat geomorphology > dari perubahan attribut tersebut... > Nah di data saya , saya kok melihat bahwa pola structure kadang > tercerminkan dari geomorphology attribut dari time flat tersebut... > tapi saya belum tahu penggunaan secara benar dari seismic geomorphology > ini... > Saya pribadi melihatnya kok tidak banyak berhubungan dengan baru atau > tidaknya teknologi, tapi lebih bagaimana cara kita memandang plan view > saja..sama seperti kita melihat map dan melihat geomorphology dari map > tersebut dan memperkirakan penyebab geomorphology tersebut.. > > Mungkin Mas Bambang punya paper atau segala informasi mengenai > geomorphology ini...? > > > Regards > > Kartiko-Samodro > Telp : 3852 --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

