Memang bukan masalah dihulunya, cuma kalau diurut urut nih , kayaknya ujung - ujungnya ke hulu juga, listrik mati karena rusak/Trip di sistem jaringan, kenapa mati karena ada tambahan beban masuk yg besar, kenapa ada penambahan beban, karena ada ganggunan di suplai /pembangkitan di bag barat / Suralaya, makanya pembangkit yg belum saatnya hidup dihidupkan untuk menambah kebutuhan di Jakarta ini.dan melewati sistem tsb. Kenapa para Pembangkit sering byar pet seperti Suralaya ini,( beberapa hari sebelumnya mati satu unitnya) sering rusak, kenapa sering rusak karena ( salah satunya) suplai batubaranya sering terganggu, kenapa sering terganggu karena suplayernya lebih senang ngejual ke LN ( eksport)yg harganya lbih tinggi ( Kelangkaan suplai energi primer ini hampir mirip dg gas ), sehingga dalam hal ini timbul istilah "Kontrak Insya Allah" , karena meskipun sudah kontrak tiba tiba barang tdk ada. Disinilah mungkin yg perlu diperjelas aturan ttg mengutamakan pemakaian energi primer untuk keperluan dalam negeri, yg ujung ujung secara umum bagaimana memenage SDA kita , Itu kira kira kalau mau ditarik ke hulu, Tapi pemerintah fokusnya ke masalah trip tadi shg dibentuk Tim yg melibatkan Polri segala, mungkin kalau ditarik kehulu persoalannya malah tambah bikin pusing kali ya, Pak Min, untuk masalah energi alternatif bisa di lihat didiskusi di millisnya IndoEnergi,( kayaknya banyak juga anggotanya yang dari Oil kampeni) .Soalnya kalau dibahas dimillis ini kan sudah bukan masalah geologi.( tdk nyrempet masalah geologi) Omong omong yg pas itu Energi alternatif atau Energi Subtitusi ya, kalau alternatif kan yang lama masih ada, padahal kan intinya untuk mengganti yg konvensional (BBM).

ISM


Subject: Re: [iagi-net-l] Lagi lagi energi


Yang terjadi kemarin itu adalah terganggunya fasilitas pembangkit di
Suralaya dan beberapa pembangkit lainnya. Ini masalah sistem
interkoneksi, bukan masalah sumberdaya alam, kebijakan politis dll.
Tetapi menurutku masih masalah teknis.

Di Jawa ini ada banyak pembangkit atau mudahnya mesin2 pembangkit
listrik (generator). Nah karena mesin2 ini kecil-kecil kapasitasnya,
maka digabungkanlah menjadi sati (interkoneksi) menjadi satu. Tentu
saja sistem yg menyatu ini bukan istem sederhana saja. Harus ada
sinkronisasi, kalau tidak sinkron tentunya gabungan dua mesin bukan
menjadi dua mesin tetapi kalau kurang pas, malah saling mengurangi,
ungkin filosofinya mirip gelombang. Bisa saling meningkatkan atau
malah saling enghilangkan. Trus energinya kemana ? ... sering hanya
berubah menjadi panas saja ... percuma !
Kalau satu saja terganggu dan sistem pembaginya tidak pas, maka akan
terjadi "trip" mirip kalau dirumah itu listriknya "njegleg .. gleg !"
atau turun. Ini mirip mobil yg terdiri atas beberapa silinder, kalau
satu silinder terganggu ya mesin tidak jalan, kalau parah bisa malah
macet ... cet .... ya njeglek lah. Alias nga kuat. Ketika ngga kuat
tentunya mesin lainnya harus dimatikan atau dikurangi dulu outputnya.

Ketika akan membangkitkan lagi, mirip lagi seperti kalau dirumah itu,
mesti satu-satu, ngga bisa terus semena-mena dinyalain bareng-bareng.
Ada protokol tertentu untuk masing2 sistem. harus di sinkronisasi
ulang dsb.

Jadi kekurangan listrik atau njegleknya kemaren bukan seedar kurangnya
pemanfaatan energi SDA. Jauh dari situ. Kalau toh ada listrik dari
geothermal sudah masukpun akan tetap sama, karena akan digabungkan
menjadi satu sistem interkoneksi.

Ini mirip kejadian di Amrik dan London beebrapa tahun lalu itu.

Salam
RDP
On 8/19/05, Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Ismail,

Pertanyaan pendek saja, apakah Pak Ismail tahu kira-kira kebijakan
energi kita (dalam hal riset-riset untuk menggantikan fossil fuel di
masa yang akan datang) di masa datang seperti apa? Di negara maju
(yang tidak punya cukup SDA) mereka sudah lama berusaha menggantikan
fossil fuel tapi sepertinya di Indonesia tidak/belum berjalan?

Salam
Minarwan
On 8/19/05, ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Belum selesai sepenuhnya masalah kelangkaan BBM , sekarang terjadi
> kelangkaan setrum yang tba tiba mati sejak pagi tadi. Begitu rawannya
> masalah suplai energi akhir akhir ini, ada goyangan dikit saja , sudah
> terjadi "kekacauan suplai", Padahal sumberdaya alam ( kususnya SDA > energi
> Migas,batubara, geothermal) kita merupakan suatu keunggulan dibanding di
> negara negara Asean lainnya, namun justru "malapetaka" disektor ini (
> energi),yg sering terjadi, Malah di tempatnya sendiri yg kaya akan SDA
> energi , industri energinya tdk bisa berkembang.
>  Ibaratnya kalau umur sudah 60 tahun, maka akan rentan thd penyakit, lha
> kita yang sudah merdeka 60 tahun ini ternyta sangat rentan thd masalah
> energi ini, dan kelihatnnya kerentanan ini akan terus bertambah seiring > dg
> pertambahan umur.Seharusnya semakin berumur kan semakin banyak
> pengalamannya, sehingga semakin resisten thd gangguan gangguan. Jangan
> jangan ada yang salah selama ini dalam pengelolaannya, terutama dalam
> pengelolaan SDA kita ini mulai dari hulu nya.tapi salahnya dimana
> ya..........
>
> ISM
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke