Hem, info menarik sekali. Jadi dengan resampling 4 ms, 2 ms menjadi 0.5
ms per sample menjadi tambah frekwensi berapa? Misalnya dari 100 hz
menjadi 110 Hz kah?

Sebenarnya saya surprise dengan kesimpulan itu, dan pingin tahu mengapa
sebabnya. Yang saya ketahui, dengan resampling ke lebih rapat (seperti
tadi itu), data subsurface tidak tambah. Dan jumlah byte bertambah,
misal 2 ms/sample menjadi 0.5 ms/sample, maka jumlah data dalam disk
(dalam ukuran byte) menjadi 4 kali lipat.

Resampling memang filtering, dan terlihat dalam operasi algortima
matematikanya juga. Sampling 0.5 ms/sample, maka daat subsurface yang
bisa di rekam adalah dari 0-1000 Hz. Sampling 2 ms/sample mampu merekam
data dari 0-250 Hz. Di luar itu, maka data subsurface sudah tidak ada
lagi dalam rekaman. 

Kalau data semula 0.5 Hz, lalu di resample menjadi 2 ms/sample, di atas
250 hz, data subsurface sudah tidak ada. Dan kalau data 2 ms/sample, di
resample menjadi lebih rapat kembali, ke 0.5 Hz, maka rekaman ini akan
sudah tidak me-"recover" 250-1000 Hz yang sudah hilang atas resample 0.5
ms ke 2 ms/sample tadi.

Hal ini pun terjadi tak hanya dalam dimenasi vertikal, tetapi juga dalam
lateral spasi atau yang lain. Secara lateral misalnya: Struktur yang
semula dengan sampling 1 km, lalu di sampling menjadi per 100 km, maka
resolusi menjadi lebih rendah. Sepanjang 1000 km (misal pula Jawa), ada
1000 data (untuk sampling 1 km/sample), dan ada 10 data subsurface
(untuk sampling per 100 km). Dan bila remakan data dengan sampling per
100 km, di resample menjadi 1 km, maka data subsurface sudah tak bisa di
rekover lagi.

Thin reservoir memang banyak di selesaikan dengan attribute. Ini amat
menarik, kini amat banyak pemunculan attribute ini. Lalu,
statistik,(disini disebut geostatistik), banyak di gunakan orang.
Rumusan sederhana ini ternyata banyak memabntu dalam banyak hal. 

Salam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Subject: Re: [iagi-net-l] resampling - Re: [iagi-net-l] 3D Modeling
untuk "thin reservoir"

maksud saya,

kalau dari 2ms kemudian di-resampling menjadi 4 ms, itu kan sebenarnya
secara tidak langsung kita sudah meng-aplikasi-kan proses filtering thd
data.

sedangkan bila kita resampling dari 2 ms ke 0.5 ms maka scr tidak
langsung kita sudah "menambahkan data" ke dalam original seismic-nya.
pertanyaannya, yg ditambahkan ini apa iya "data"? bukannya malah cuma
"noise" saja?

lebih lanjut lagi, detil yg kita lihat, apakah itu memang informasi
tambahan?
kalau cuma interpretasi sih, noise juga bisa dibuat "geologically make
sense" :)


--pta


On 05/09/05, Yudi Yanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Betul Mas Yosef, saya juga sependapat.
> 
> Dalam kasus resampling ini, awalnya coba-coba u/ membandingkan antara 
> yg di resampling dan yg tidak.
> Hasilnya data yg diresampling bisa meningkatkan resolusi walaupun 
> sedikit.
> Resampling ini diilhami dari proses High Frequency Enhancement of 
> Seismic Data by Reconvolution o/ Kevin Gerlitz (P. Young - PETEX
2004).
> Dalam salah satu stepnya ia melakukan resampling (dari 2 atau 4 ms 
> menjadi 0.5 ms >>> menjawab pertanyaan mas pta).


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke