Sebelum menginjak ke 2006, ada baiknya kita tengok yang 2005 (prognosa), 
koleksi dari beberapa catatan sana-sini, ternyata gambarannya adalah :

-         Total produksi Crude Indonesia +406 jt barel setahun (1.11 juta bph)

-         Produksi KPS2 seluruh Indonesia menyumbang 89% produksi nasional dan 
11% adalah kontribusi Pertamina (Ptm DOH, TAC+ JOB).

-         Dari keseluruhan produksi KPS, Split untuk Government Take-nya lebih 
49%, sedangkan Contractor Take mencapai hampir 51%.

 

Kalau melihat catatan diatas, rasanya agak jauh bahwa bagian pemerintah RI per 
hari sampai 680.000 barel kang Vicky, dan ini sudah menghitung DMO dan FTP lho. 
Bahkan 500 ribu barel per hari pun tidak sampai.

 

Dalam hal distribusi pemanfaatan crude. Hak KPS 80% adalah untuk diekspor, yang 
20% saja dijual (masuk) ke kilang2 Indonesia. Sebaliknya minyak bagian 
Indonesia sekitar 19% saja yang diekspor atau setara dengan 95.000an barel per 
hari. Sedangkan minyak Pertamina 96% adalah masuk ke Kilang, hanya sekitar 4% 
saja yang diekspor.

 

Pada sisi lain kebutuhan BBM kita adalah setara dengan 1.4 juta barel crude 
setiap harinya. Jika sehari dipasok 610an ribu barel (termasuk crude dari 
Pertamina), Indonesia itu masih butuh 800an ribu barel crude setiap hari. Jika 
kita mengekspor 100 ribu bph tapi impor 800 ribu bph, masih belum tegakah kita 
menyebut diri sebagai net oil importer? Iin Arifin Takhyan, Dirjen Migas dalam 
Seminar setengah hari yang membahas RUU Energi memberikan label baru untuk 
Indonesia : NET HYDROCARBON EXPORTER. Baik-baik saja sih, asalkan nanti2 jangan 
menyebut NET HYDROCARBON & PETROCHEMICAL PRODUCT EXPORTER, kalo ini namanya 
ngotot pol.

 
Jadi Pak Ism, semacam ada keraguan untuk menyebut diri sendiri negara miskin 
SDA.

ar-



[EMAIL PROTECTED] wrote:
Disisi lain "Rakyat" tahunya negara kita itu kaya akan SDA
migas , tapi kok susah carinya ( harus antri antri ) dan
harganya naik terus.Mungkin sudah saatnya kita sosialisasikan
bahwa negara kita sudah miskin akan SDA.
Ism

> OK deh kita asumsikan saja :
>
> - Harga minyak 50USD/bbl
> - Ongkos produksi 10USD/bbl artinya ongkosnya 20% (yg akan
> cost
> recovery diambil dr produksinya sendiri).
> - Bila produksinya 1 juta BOPD goverment memperoleh jatah
> utk di split (share production) sebesar 80 % dari 1 juta
> BOPD = 800 000 BOPD.
> - Setelah di split maka goverment take menjadi sekitar : 680
> 000 BOPD. Lumayan besar ... itu KALAU ongkos produksi yg
> direkoveri hanya 20%.
>
> Menurut catatan dari PWC yg kuperoleh kemaren wektu IPA,
> perbandingan maksimum cost recovery limit itu :
> - Brunei = none
> - China = offshore (50-62.5 %), onshore (60%)
> - India = none
> - Indonesia = 80-85 % for oil, none for Gas
> - Malaysia = 50% for oil, 60 % for gas
> - Pilipines = 70%
> - Vietnam = 40%
>
> Ternyata memang Indonesia paling rawan di Cost Recovery ini.
> Maksud saya perlu pengawasan "lebih ketat" dalam hal cost
> dibanding
> kawan-kawannya di negara2 asia lainnya.
>
> Jadi bagian barel Indonesia (goverment take) mungkin akan
> jadi sangat kecil. Saya pribadi lebih cenderung menggunakan
> angka ini sebagai
> patokan income negara dibanding produksi migas yg jutaan bbl
> itu.
> Karena subsidi mestinya dihitung dengan menggunakan
> government take, bukan dari country production. Jadi orang
> awam mestinya akan lebih aware bahwa berapa jumlah migas yg
> dapat diklaim sebagai penghasilan pemerintah hanya sejumlah
> kecil itu saja. Karena ini yg akan masuk dalam "government
> controlled".
> Perolehan dari sisi perpajakan tentu saja ada, tapi disini
> akan
> menjadi rancu kalau berbicara subsidi energi secara
> menyeluruh.
>
> Kalau dihitung dalam setahun dan dipakai untuk membandingkan
> dengan anggran riset ? .... mmm wh pelu riset lagi Kang Ar
> ... :(
>
> RDP
>
> On 9/5/05, Ariadi Subandrio 
> wrote:
>> Vick,
>> Kok gak ada dijelaskan berapa juta barel bagian Republik
>> dalam setahun (Government take), berapa juta bagian KPS,
>> berapa yang diekspor, berapa yang masuk ke kilang-kilang
>> Pertamina, juga berapa asumsi ICP serta asumsi kurs yang
>> digunakan.
>>
>> Beberapa bulan lalu, asumsi2 yang digunakan untuk 2006
>> masih 1.075 MBCD (termasuk kondensat) dan kebutuhan BBM DN
>> adalah 64.3 juta KL (beda dua juta KL dg yang disampaikan
>> KW dan AS). Beda dua juta KL itu setara dengan 9.5 Trilyun
>> Rp jika asumsi harga BBM 75 dolar/bbl dan kurs 10000 perak.
>> Bandingkan dengan anggaran Kementerian Riset yang "hanya"
>> 150 milyar perak setahun.... kasian tanah air ini.
>>
>> ar-.
>>
>>
>>
>> Rovicky Dwi Putrohari wrote:
>> 2005-09-05 13:09:00
>> Produksi Minyak RI Tahun 2006 Rata-rata 1,110 Juta bph
>> Arin Widiyanti - detikcom
>>
>> Jakarta - Produksi minyak Indonesia pada tahun 2006
>> diperkirakan mencapai 1,110 juta barel per hari (bph).
>> Sementara kuota BBM nasional diperkirakan 66,290 juta
>> kiloliter, atau meningkat 11,16 persen dari kuota BBM tahun
>> 2005 yang sebesar 59,6 juta kiloliter.
>>
>> Demikian disampaikan Kepala BP Migas Kardaya Warnika dan
>> Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie H Soemarno
>> dalam raker tentang rencana asumsi, harga minyak, produksi
>> dan kuota BBM tahun 2006 dengan Komisi VII DPR RI di Gedung
>> DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (5/9/2005).
>>
>> Peningkatan produksi pada tahun 2006 berasal dari lapangan
>> minyak Oyong, Madura yang dioperasikan Santos. Dan pada
>> Maret 2006, ada tambahan produksi minyak baru dari lapangan
>> milik CNOOC dan
>> ConocoPhilips.
>>
>> Kardaya menjelaskan, untuk produksi minyak pada Agustus
>> 2005
>> diperkirakan mencapai 1,077 juta bph. Jumlah tersebut
>> menurut Kardaya bakal terus meningkat akibat naiknya
>> produksi pada Blok CPP (Coastal Plain Pekanbaru),
>> Pertamina, dan Unocal.
>>
>> Pada periode ini, lanjut Kardaya, kenaikan produksi juga
>> berasal dari produksi kondensat dan pembukaan lahan baru di
>> Salawati dan Sukowati, Jatim.
>>
>> Namun pada Desember akan timbul masalah produksi karena
>> musim hujan yang berpengaruh pada operasi perminyakan. "Itu
>> menyebabkan kendaraan berat tidak bisa masuk ke daerah
>> terpencil," tambah Kardaya.
>>
>> Pada Desember 2005, produksi minyak diperkirakan mencapai
>> 1,089 juta bph, atau meningkat meningkat 15 ribu bph dari
>> produksi sebelumnya. Sementara dalam APBN 2006, pemerintah
>> menargetkan produksi minyak sebesar 1,075-1,125 juta bph.
>>
>> Sementara Arie Soemarno memperkirakan kuota BBM tahun 2006
>> akan
>> meningkat 11,16 persen dibandingkan kuota tahun 2005
>> menjadi 66,290 juta kiloliter.
>>
>> Kuota BBM nasional pada tahun 2005 tercatat sebesar 59,6
>> juta
>> kiloliter. Namun diperkirakan konsumsi melebihi kuota
>> menjadi sebesar 65,619 juta kiloliter. Angka ini termasuk
>> kuota untuk industri yang sejak Juli 2005 sudah dikenakan
>> harga pasar. (qom)
>>
>>
>> --
>> Education can't stop natural disasters from occurring,
>> but it can help people prepare for the possibilities ---
>>
>> --------------------------------------------------------------------->> To 
>> unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email
>> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
>> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
>> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
>> Komisi SDM/Pendidikan : Edy
>> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
>> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
>> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
>> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
>> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
>> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database
>> Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>> --------------------------------------------------------------------->>
>>
>> __________________________________________________
>> Do You Yahoo!?
>> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection
>> around
>> http://mail.yahoo.com
>>
>
>
> --
> Education can't stop natural disasters from occurring,
> but it can help people prepare for the possibilities ---
>
> ---------------------------------------------------------------------> To 
> unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi
> SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi
> : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
 Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

Kirim email ke