Rumus 80/20 ini ada yg menyebutkan sebagai hukum PARETO, nama seorang
ahli economy yg menyatakan --> "80% of the wealth in the economy was
concentrated in 20% of the population". yang akhirnya dikembangkan
menjadi --> "20 percent of something always are responsible for 80
percent of the results",

Dalam eksplorasi barangkali juga berlaku seperti itu misalnya "only
20% of risk factor that responsible for the 80% success". So -->
concentrate for the most 20% risk !
Dalam management juga sama only 20% of employee is usefull for the
company success. juga 20% karyawan penyebab 80% permasalahan, 20% of
materials/proccess cousing 80% product defects .... dll

Dalam perkembangannya ada yg merubah menjadi 10-80-10. atau 20-70-10.
Maksudnya 10-20 % awal dari pekerjaan, lah yg terpenting 70-80 % waktu
sisanya utk menyeleseikan dan 10% sebenernya tidak diperlukan. Jadi
kerjakan 10% (20%) awal ini saja dulu, dari sini anda sudah
mendapatkan sebagian besar hasil akhirnya, sisa waktu setelah itu
hanyalah pelengkapnya, termasuk pembuatan laporan detil dll. Jadi
kalau anda punya project yg sudah dikerjakan sebanyak 20%, maka
hasilnya paing juga tidak banyak akan berubah. Kalau si konsultan anda
masih mau saja mengulur2 waktu (karena dibayar daily rates), maka
putuskan saja utk langsung membuat laporan :), apapun hasilnya tidak
merubah hasil interpretasi dari 20% waktu awalnya.

Yang menarik adalah ada yg menganggap 20% karyawan penyebab sukses, 70
beban, 10 penganggu. Nah ketika yg 10% karyawan penganggu ini di PHK
ternyata tidak menghilangkan penganggu dalam jumlah karyawan yg baru
ini. Yang terjadi adalah perusahaan berjalan lebih cepat dan lebih
efisien tetapi 10% terbawah dari total karyawan baru inilah menjadi
penganggu pada gerbong pekerja yang baru.
Mengapa ?

Yang terjadi alah mirip rangkaian gerbong kereta api. Yaitu 10% yang
terakhir akan menjadi penganggu. Buntut yang 10% ini akan selalu saja
muncul. Mungkin,  ....mungkin sekali sebenernya 10% gangguan ini ada
dalam masing2 individu gerbong. Atau fenomenanya menjadi bukan sekedar
fenomena pareto tetapi menjadi fenomena fractal.

Dalam fractal ada yg disebut scale invariant atau "self similar" atau
sering saya terjemahkan "kemiripan diri". Dalam sebuah/setiap bagian
terkecil memiliki fenomena yang sama dengan kelompok yg besar. Mirip
gambar dendritik, yang dalam beberapa skala akan muncul bentuk
dendritik ini.

Jadi kalau anda percaya dengan "kutukan" pareto ini, maka anda harus
siap menerima bahwa apapun yg anda lakukan tidak bakalan menyeleseikan
100% permasalahan. Konsentrasikan saja pada 20% yg utama !

salam,
RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke