Makin banyak daerah vulkanic arc yang di lirik orang. Paleogene sedimen malah lebih banyak disitu. Gunung-gunung adalah daerah extensi "grade size siklus lateral" basin. Masa ini dikenal paling banyak source rocknya di banding umur-umur lebih mudanya yang sering masih belum matang untuk Cenozoic.
Klemme & Ulmisek, 1991, perlihatkan world's source rock sejak Cambrium hingga kini. Dengan siklus oreder2, 70 Ma, maka source rock selalu saja lebih besar pada separo akhir umur itu untuk : Cambrium, Ordosilur, ..., dan Cenozoic. Itu juga berasosiasi bahwa separo masa sequence akan selalu muka laut yang lebih dalam dari pada separo masa awalnya. Relatif mengecil sejak Cambrium hingga PermianTriassik, dan membesar kemudian hingga kini. Paling banyak adalah pada Cretaceous, 28 % out of total discovered source rock. Masa ini adalah pada siklus 700 Ma, maximum syn-rift. Istilahnya amat lapar cekungannya. Ini juga MOR Mid Ocean Ridge di duga paling banyak keluarkan magma, yakni di Ontong Java. Jadikan interpretasi saya adalah bumi sedang paling panas saat itu, dekat matahari, lithosfer mengembang, continental extensi (ini order lateral surface bumi, dimana akanselalu saja ada siklus lateral lebih kecilnya lagi, yakni basin, sub-basin, dst). Muka laut Camriumke Permian mendangkal, lalu Triasik ke sekarang mendalam.PermianTriasik stabil, Jurasik early rift, Cretaceous maxium syn-rift, Cenozoic late syn-rift. Sebenarnya, kami prediksi Cenozoic akan lebih banyak dari 12 % total itu. Kemungkinan adalah a. belum matang, b. belum diketemukan. Nah masih amat banyak Cenozoic yang belum diketemukan kalau kasus kedua itu terjadi. Jangan-jangan memang yang ada di bawah gunung-gunung itu. Hayo explorasi di kampung saja, di bawah gunung-gunung Sumatra, Jawa, Nusatenggara, dst. Biar ku bisa lebih santai pulang kampung. Salam, Maryanto. -----Original Message----- From: Prasiddha Hestu Narendra [mailto:[EMAIL PROTECTED] Di offshore Malingping/Ujungkulon Block ada dua well yg sudah di drill, Cipatulah-1 (British Gas, 1999, TD = 1882.5 m ) dan Ujungkulon 1/1A (Amoco, 1985, TD = 1855 ft / 9594 ft). Kedua well tersebut dengan primary target Bayah Formation, tapi sayangnya dinyatakan dry hole dengan tight sandstones tanpa oil shows. Tapi ada beberapa gas shows dari mudstone Bayah - Walat formasi. Di onshore rupa-rupanya menunjukkan ada beberapa oil seeps. Ini menunjukkan indikasi yg bagus adanya hydrocarbon kitchen. Sepertinya Bayah masih menarik untuk dikaji, mungkin play concept di fore arc basin tersebut perlu dikaji lagi, demikian juga struktur-sturkturnya. kira2 ada nggak new ventures yg mau kesitu? At 07:22 AM 9/21/2005 -0700, you wrote: >Mengenai oil seep, saya pernah diberitahu dan dibawain sampel yang >katanya dari sekitar desa Malimping dan Bayah. kelihatannya sih kayak >crude oil yang campur air, saya tidak perdulikan pada waktu itu karena >saya kesana lagi sama pacar, mau ke pantai malah disuruh mikirin >minyak. kebetulan saya lagi pakai kaos yang ada lambang Pertamina dan >Repsol. > >Beliau adalah penduduk Malimping. kalau ada yang berminat nanti saya >bisa cari tahu. >atau tanyain saja di sekitar pasar Malimping. > >fbs ---- di busekkkk....------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

