Pembentukan dolomit mempunyai kisaran yang lebar, yaitu mulai dari
segera setelah sedimen diendapkan, contohnya saat menggantikan CaCO3 dan
presipitasi membentuk semen dolomit, bisa juga selama diagenesa (sebut
saja syngenetic dolomitization) sampai pengendapannya benar-benar
selesai dan biasanya ditunjukkan dengan adanya sementasi sebagai akibat
pembebanan (disebut epigenetic dolomitization). Tapi umumnya dolomit
merupakan hasil presipitasi dan replacement dari mineral karbonat yang
sudah ada. 

Saya juga nggak kebayang gimana cara menentukan penyebaran dolomit,
kira-kira apakah bisa kalau dilacak dengan:
1. Dolomit contentnya: limestone ( 0 - 10 % dolomite), dolomitic
limestone (10 - 50 %), calcitic dolomite (50-90 %), dolostone (90 -
100%), kemudian dikontur sehingga baik vertikal maupun lateral bisa
diketahui.
2. Ukuran kristalnya: dolorudite (kasar), dolarenit (ukuran pasir),
dolosparite (ukuran silt), dolomicrite (umuran lempung), masing-masing
berapa %, lalu juga dibuat konturnya.
3. Type texturnya: xenotopic (anhedral) dan idiotopic (euhedral)

Nice discussion.

>Gantok Subiyantoro, 
>Duri, 28884 Riau, Indonesia
>Tel 0765 994345, Fax 0765 994016
>

-----Original Message-----
From: oki musakti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, September 22, 2005 6:16 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Dolomitisasi pada limestone

Soal timing pembentukannya bagaimana? Apakah dolomite terbentuk sebagai
'primary mineral' pada saat yang bersamaan dengan calcite ataukah lebih
banyak merupakan merupakan post sedimentary replacement (mengganti satu
Ca dengan Mg) ?
 
Terus kembali kepertanyaan awal: faktor2 apasaja yang bisa kita pakai
untuk memprediksi penyebarannya, selain dari rekonstruksi paleo
fluidflow (nggak kebayang bagaimana caranya) seperti yang dikemukakan
bang Sanggam?
 
Tengkiyu
Oki


"Subiyantoro, Gantok (gantoks)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bisa dibaca buku "Sedimentary Petrology" by Maurice E. Tucker, 1981, hal
151. terdapat model mekanisme terjadinya dolomitisasi, antara lain: (1)
evaporasi di atas daerah sabkha dan tidal flat, (2) seepage-reflux di
daerah lagoon yang menghasilkan rasio Mg/Ca yang tinggi, (3) penurunan
permukaan air laut yang menyebabkan evaporation draw down, (4) pada
daerah phreatic dimana terjadi percampuran antara air meteorik dan air
laut, (5) terjadi percampuran antara air tawar-ground water dan air laut
dalam aquifer sehingga rasio Mg/Ca diatas 1, (6) presipitasi akibat
limstone yang mengalami diagenesa (penimbunan)


>Gantok Subiyantoro,
>Duri, 28884 Riau, Indonesia
>Tel 0765 994345, Fax 0765 994016
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke