Pak Awang dan juga yang lain,
Tergugah juga untuk sharing terutama masalah Banten Petrified Forest setelah
minggu lalu tenggelam di kesibukan Indonesian Mineral and Coal Discoveries
Seminar.
Fenomena banyaknya petrified wood di Banten memang menarik (kebetulan saya
pernah kerja di seputaran Cibaliung...... kira-kira 100km selatan
Pandeglang). Di daerah tsb di seputaran Ujung Kulon petrified wood sangat
melimpah tersimpan di dacitic tuff (pyroclastic flows), beberapa serukuran
kayu gelondongan. Secara internal perusahaan kami menyebut tuff ini sebagai
Cibaliung Tuff. Dating yg pernah dilakukan (K-Ar) menunjukkan angka 4.95Ma.
Menariknya kalau kita jalan antara Rangkasbitung - Bogor, tepatnya di
sekitar Cipanas, akan banyak dijumpai petrified wood ini (dijual dalam
bentuk mentahnya, bahkan ada yg terpajang di pinggir jalan kira2 berdiameter
0.5 m dan panjang 30m. Sewaktu berkunjung ke tambang emas Pongkor di
perbatasan Bogor dan Lebak, kita juga bisa amati dacitic tuff yang mirip
Cibaliung Tuff, jadi spt-nya fosil-fosil kayu tsb berasal dari (terawetkan
oleh) dacitic tuff tsb.
Seandainya ini benar, maka penyebaran dacitic tuff tsb memang sangat luas,
dari selatan Pandeglang dekat Ujung Kulon sampai di daerah Pongkor yg
memiliki rentang jarak lebih 200km. Wah... ini tentunya produk volkanisme
besar, apalagi kalau mereka pyroclastic flows yang seumur. Saya membayangkan
mungkin ini disemburkan oleh volkanisme berasosiasi dengan kaldera besar.
Dimana ya?
Salam - Daru
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; "wahyu muryadi" <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 20, 2005 12:07 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] WAHYU : LARANGAN EKSPOR FOSIL KAYU MENTAH TAK
COCOK !
======================= cut =====================
Beberapa tahun yang lalu, saat mencoba jalan dari Bogor ke Pantai Carita
via Jasinga-Rangkasbitung-Labuan, saya sempat ke luar dari badan jalan
masuk ke wilayah Leuwidamar, Lebak dengan menyusuri ke hulu Sungai
Ciujung. Mobil diparkir tak jauh dari tempat latihan infanteri sekitar
Rangkasbitung. Yang sempat saya saksikan adalah beberapa lahan yang dari
jauh pun sudah kelihatan bahwa itu "petrified forests" (memang ini yang
mau saya saksikan dengan memilih jalan Bogor-Carita via Rangkasbitung).
Saya percaya bahwa umur pembakaran hutan ini akibat volkanisme Pliosen,
atau paling tua Mio-Pliosen, oleh rangkaian gunungapi sekitar proto-Gn.
Karang, Pulasari di utara atau Halimun di tenggaranya.
Nah, kalau kayu2 yang terbakar volkanisme purba ini dibongkar (kalau
dibiarkan lama-lama juga habis), lalu dijual, apa yang mau kita lihat
lagi, padang rumput ? Justru, harusnya diawetkan, diolah, dan dikemas jadi
lahan geo-wisata, lalu disosialisasikan : Banten Petrified Forest.
Bayangkan, kita jalan-jalan di areal hutan 7-5 juta tahun yang lalu.
Lengkapi dengan banyak informasi geologi, wah pasti akan lebih menarik,
sekaligus memberikan pendidikan buat masyarakat. Ini akan menjadi objek
geo-wisata yang langka, di dunia pun langka. Mengapa kita tak sayang akan
warisan sejarah alam ini ?
====================== cut ======================
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------