Mas Vicky,

Aku jawab sedikit ya....... (he..he..)

Secara umum ada 2 pengelompokan yaitu Resource (Sumberdaya) dan Reserve
(Cadangan). Singkat-nya, hasil eksplorasi yang berupa konsentrasi mineral
(dipertimbangkan ekonomis) bisa dilaporkan sebagai "sumberdaya" berdasarkan
aspek-aspek teknisnya (mainly geology), spt jumlah, kadar, karakteristik
geologi, kontinuitas dst, atau sebagai "cadangan" kalau sudah memasukkan
aspek lebih luas cara penambangan, metalurgi, pemasaran, legal, sosial,
lingkungan dst. Sedikit lebih detil (kalau mengacu ke JORC - Joint Ore
Reserve Commitee, Australia), "sumberdaya" bisa dikelompokkan lagi Inferred,
Indicated, dan Measured berdasarkan keyakinan atau ke-konfiden-an
geologi-nya. Di sini aspek kerapatan sampling harus dipertimbangkan, spt
jarak sampling (lobang bor, paritan dst), tentunya ini tergantung tipe
deposit-nya. Untuk porfiri Cu akan berbeda dengan low sulfidation epithermal
Au. Sedangkan "cadangan" (masih menurut JORC) bisa dibagi menjadi Probable
dan Proved, lagi-lagi ini berdasar keyakinan bbrap aspek (metalurgi,
penambangan dst). Biasanya, kumpeni yg tercatat di bursa diwajibkan
melaporkan temuannya berdasar klasifikasi tertentu (bursa Australi akan
mengacu ke JORC, Bursa Efek Surabaya mengacu ke klasifikasi yg pernah
dibikin oleh satu team dimana IAGI ada di dalamnya). Jadi panjang
ni.............

Dodo/ Elang secara resmi belum diumumkan resource/ cadangan-nya tapi dari
deskripsi geologi-nya sangat bagus dan berpotensi ekonomis (IAGI Special
Issues 2005, IMCD). Mungkin internal kumpeni mereka sudah punya resource
yang akan diperapat lagi bor-nya untuk meningkatkan ke-konfidenannya.
Istilah discovered vs proved sepertinya tidak diacu di mineral. Kita akan
bilang ada discovery kalau indikasi mineralisasi ekonomisnya ada (walau
mungkin saja nantinya tidak ekonomis setelah ditest sana-sini).

Yang kedua: ini spt mau nangkanya tapi gak mau getahnya. Saya rasa kumpeni
ybs harus men-sosialisasikan apa itu tailing dan bagaimana penanganannya.
Banyak kok cara penanganan tailing benar dan baik. Tailing memang punya
potensi bahaya (spt halnya naik kendaraan juga berpotensi celaka.....), dan
ini kembali ke bagaimana menanganinya.  Demikian ..... kok jadi kepanjangan
ya.

Salam - Daru

----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Sunday, October 02, 2005 10:38 AM
Subject: [iagi-net-l] Resource Criteria --> Was Deposit Emas di Dodo-Rinti
Lebih Besar dari Batu Hijau


Mas nDaru,
Saya tanya dikit ya ...
Apa kriteria sebuah prospect dalam mining dikategorikan sebagai proven
?. Setelah dibor dan analisa core ataukah setelah adanya uji parit
(pit test? kalau dagkal sih).
Kalau diperminyakan setelah dibor kemudian ada sample (oil or gas) dan
juga sudah dilakukan test dan mengalirkan minyak/gas, maka baru akan
disebut sebagai discovery well/discovered field.

Nah, Dodo (Elang) ini masih dalam kategori prospect atau discovered ?
Jangan sampai nantinya resources yg masih prospect sudah dimintain
macam2. Karena kemaren dalam obrol2 soal kegiatan eksplorasi di
Indonesia wektu IPA, terbesit susahnya melakukan eksplorasi karena
sudah banyaknya "pungutan" dari daerah padahal kumpeni belum
memperoleh apa-apa (belum eksploitasi).

Yang kedua.
Bagaimana dengan pembuangan yg tidak mau dilakukan di daerah ini juga
seperti permintaan bupati ? Saya rasa tidak ada bupati yg bersedia
menampung limbah kan ?

RDP

On 10/2/05, Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salah satu paper IMCD Bogor lalu membahas geologi dan mineralisasi prospek
ini. Nama prospek-nya Elang (setahu saya Dodo adalah bahasa lokal utk
Elang). Jadi silakan order bukunya ke iagisek.

Salam - Daru


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke