Kawans,
Sebagai penanya dari floor, semalam rekan Ondos menyatakan bahwa dalam hal 
mengajukan sesuatu usulan / menanggapi ,IAGI seharusnya mengeluarkan 
argumen-argumen (dari sudut pandang ilmiah) saja, dan tidak masuk dalam zona 
pendekatan antar orang alias lobbying dst. Dalam bahasanya Ondos, IAGI 
mestinya menggunakan representasi pikiran, bukan representasi orang.
 
Berbeda dengan kandidat lain, saya berpendapat pernyataan diatas baru 
separuh bener. Kalau secara keilmuan kita sudah mengkaji dan mengeluarkan 
usulan / pandangan, kemudian yang diberi usulan (misalnya legislative) tidak 
respon, alias diam-diam saja, apakah kita akan tetap berargumentasi ilmu 
saja ?.
 
Kalau pandangan kita itu adalah menyangkut kepentingan, apalagi keselamatan 
orang banyak (mis: dalam soal early warning system dalam kaitan dengan 
tsunami tempohari), maka saya berpendapat IAGI punya tanggung-jawab lanjut 
untuk membuat pandangannya tsb dikumandangkan dengan kuat agar didengar 
orang banyak dan para pembuat keputusan. Bentuknya bisa macam-macam.
 
Sebagai bagian public, kita toh mempunyai cukup pengalaman bahwa kita tidak 
selalu dapat mempercayakan / menitipkan pandangan kita pada anggota dewan 
perwakilan sekalipun. 

bat

Kirim email ke