Sahabat,
Jadi ingat dulu ada istilahnya "Indonesiasi",
maksudnya dalam organigram company bila ada suatu
posisi ekspat di bawahnya ada slot untuk tenaga kerja
profesional Indonesia. Fungsinya ideal di mana ilmu
dan pengalaman si bule dapat diturunkan pada tenaga
kerja Indonesia sehingga suatu saat dapat
menggantikannya. Namun kenyataannya sangat bertolak
belakang, sebab setelah suatu periode posisi mereka
dirubah dalam lingkungan yang relatif sama di
Indonesia dan kemudian ada lagi "Indonesiasi" kedua ..
dst .. dst... Jadi itu hanya slogan saja.
Nah, sekarang jamannya sudah berubah dengan
globalisasi sehingga istilahnya menjadi "G&G without
frontier". Maksudnya tidak ada ruang dan batas untuk
karir G&G bisa ke seluruh dunia. Apalagi semua proses
aplikasi bisa via internet ke masing-masing website
company yang mencari tenaga kerja profesi.
Menurut saya ada sisi positifnya "go international"
yaitu selain memberi pengalaman kerja overseas (juga
gaji dalam US$) juga "membuka" peluang kerja bagi
"fresh graduate" di Indonesia.
Perubahan paradigma menjadi konsultan atau pindah
kerja menjadi pegawai kontrak merupakan resiko yang
dapat diantisipasi sebelumnya. Yang pasti rezeki telah
diatur oleh Allah SWT, tinggal sekarang dari mana kita
mendapatkannya.
Selamat "go international" dan lebih baik kirim TKI
(tenaga kerja intelektual) dari pada TKI lainnya
(tenaga kerja ilegal) karena akan meningkatkan citra
positif tenaga kerja Indonesia di dunia internasional.
Salam
TAM
--- Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah bener kang Noor .... aku aja kesulitan nyari
kerjaan di Jakarta looh ... makanya heran ada yg sulit
cari GGE :)
serius nih ... ada ngga yg siap menampung saya ?
<serius on>
Terus terang saja saya agak kecewa di Jakarta kemaren
sewaktu mengikuti IPA. Sepertinya memang yg di Jakarta
"belum siap" untuk menampung Geoscientist yg saat ini
hengkang di KL. Saya sempet berdiskusi dengan beberapa
orang di JKT wektu itu. Memang sih banyak yg mencari
GGE di Indonesia, tetapi saya ragu kesiapannya.
Dulu memang saya menyarankan temen-temen Geoscientist
dan Engineer (GGE) ini utk "jalan-jalan" di KL dan
sekitarnya selama 2-3 tahun saja. Terutama untuk dua
hal alasan utama yg pertama mencari pengalaman, karena
banyak perusahaan termasuk yg besar di Jakarta
sudah jarang atau sangat membatasai pengiriman
geoscientistnya ke "head office"nya (assignment, Cak
Noor ini termasuk beruntung bisa menikmati assignement
ke Prancis nih:). Sehingga saya menyarankan mereka
untuk mencoba sendiri saja melamar langsung perusahaan
di LN dan kebetulan Petronas yg gencar2nya mencari
GGE, wektu itu saya sempat membuat evening talk di
Tamnak dengan Mas Syaiful utk bercerita pengalam serta
kiat2 utk bekerja di LN.
Alasan kedua adalah, untuk membuktikan bahwa GGE
Indonesia ini sudah setaraf International GGE lainnya.
Hal ini akan meningkatkan ke-PD-ean GGE untuk
menangani project2 migas di Indonesia, akhirnya
terlontar ketika talk di IAGI-HAGI yg saya lontarkan
statement bahwa kita mampu mengelola Cepu Block
sendiri ... mestinya). Tentusaja terutama utk bidang
technical (non managerial), karena selama ini
Indonesianisasi masih banyak hanya managerial yang
kadang kala (maaf) masih harus dengan pemaksaan (dan
karbitan).
Paling tidak dua alasan diatas yg ingin saya lontarkan
ke temen-temen GGE wektu itu. Memang disisi lain ada
nilai tambahan USD yag diperoleh, walopun kalau
dibandingkan dengan di JKT bisa saja sangat relatif
bahkan bisa-bisa kerja di LN secara finansial tidak
menguntungkan, karena status kepegawaiannya berubah
(permanent vs contracts), karena istri/suami harus
tidak bekerja kalau ikut ke LN. Yang menarik adalah,
bisa-bisa ada yg memilih untuk tinggal di KL dengan
gaji 4000USD ketimbang di jakarta yang 5000USD, karena
situasi hidup yg "enak-nyaman" di KL. Apalagi berita
bom bali 2 ... Duh, ini tentunya tambah mempersulit
GGE kembali ke JKT.
Jangan heran kalau temen-temen GGE di KL ini sudah
masuk ke "Comfort Zone" karena Petronas akan dengan
serta merta menaikkan gaji cukup tinggi ke level itu.
Karena dengan masuknya di "Comfort Zone" ini
menjadikan mereka lebih "betah di LN. Dan ini memang
sepertinya itulah tujuan Petronas menghire orang2
Indonesia, untuk mencari "workers whose doing the
technical jobs". Bukan mencari orang yg "demanding"
yang memilki keinginan untuk maju lagi. Ini yang perlu
diperhatikan buat temen-temen GGE yg ada di LN saat
ini. Namun masuknya level Comfort Zone ini juga bukan
hal yg jelek looh, just personal preference (pilihan
hidup).
Jadi tantangan buat HR yg di Indonesia utk mencari GGE
ini menjadi tidak mudah saat ini ... The rule of the
game has changed. Orang-orang GGE di KL sini mungkin
80-90% memilih menjadi pekerja kontrak bukan utk
menjadi pekerja permanen, mereka sudah sangat PD
dengan kemampuannya.
Nah untuk kasus khusus dari Parvita tentang kesulitan
mencari Geoscientist yg berpengalaman 8-15 tahun kita
bisa lihat dari beberapa hal yg dapat saya ulas.
Secara historis yg berpengalamn 8-15 tahun ini adalah
mereka yg di hire pada tahun 1997-2000 ... dimana saat
itu adalah saat krisis ekonomi di Asia, juga harga
minyak saat itu dibawah 20USD/bbl. Tentunya hiring
saat itu sangatlah minim. Tidak banyak fresh graduate
yg dihire oil indstri di Indonesia. (walopun saat itu
pula saya beralih ke Shell Brunei). Memang ada sih,
tapi saya yakin jumlahnya sangat terbatas. Dari sisi
pegawai, pengalaman 8-15 tahun ini adalah saat-saat
dimana mereka sangat seneng dengan pekerjaannya. Ini
saat2 saya menikmati menjadi Geoscientist. Pekerjaan2
akan sangat menarik, bekerja menjadi sebuah
kenikmatan. Bayangkan saja, usia ketika itu sekitar
35-40 an, dimana istri sudah ada dirumah, anak mungkin
sudah menjelang gede (namun kebutuhan sekolah cukup
banyak). Wah lumayan enak kan ... ?
Jadi usia ini usia pekerja sangat betah utk tinggal
dimanapun dia berada. Dari demand, di oil industry
pekerja dengan pengalaman 8-15 tahun merupakan pekerja
yang sangat dibutuhkan. mereka sudah siap diberi
tugas, training lebih dari 8 tahun sudah sangat cukup
buat mereka bekerja mandiri (under minor supervision).
Sepetinya saat ini saat mengerjakan pekerjaan rutin,
Bukan eksplorasi tetapi mendevelop lapangan kecil
sehingga kebutuhan bekerja yg tidak terlalu banyak
berkhayal sangat dibutuhkan.... "workes whose doing
the job". Yang dicari bukan yg banyak berdiksusi atau
lebih suka mengusulkan sesuatu, ketimbang
mengerjakannya.
Pengalaman diatas 10 tahun sebenernya sudah banyak yg
lebih suka diskusi ketimbang "bekerja" sih .. :).
Kalau yg pengalaman diatas 15 tahun sudah banyak yg
mikir utk ambil early retirement mungkin malah banyak.
Tapi biasane sudah enggan kerja ya ... maunya jadi
manager kaleee ...
Keep hiring
Ya, terus saja mencari, terus saja melakukan proses
hiring. Ini salah satu strategi yang tepat untuk HR-HR
oil industry di saat ini. Most GGE now are moving
arround. Lets people go, but you have to keep hiring.
Prediksi dari salah satu scenario Shell, adalah harga
minyak (crude) akan terus meninggi hingga dekade
kedepan. Hal ini disebabkan alternatif energi tidak
cukup mengejar kebutuhan peningkatan energi. Juga
kalau anda lihat di berita-berita CNN atau BBC beberpa
waktu lalu, bahwa sekarang ini BUKAN SEDANG LANGKA
"CRUDE-OIL", tetapi LANGKA "FUEL" (BBM). Saat ini
crude cukup banyak yg tidak tertampung di banyak itu
refinery yang akan memproses "crude" menjadi "fuel".
Kapasitas refinery di dunia sangat terbatas.
Pembangunan refinery sangat lambat beberapa tahun
lalu. Indonesia bahkan tidak menambah refinery. Jadi
kenaikan harga minya Crude akan tetep cenderung
meninggi, karena secara mentalitas kita melihat BBM
naik (karena langka) dan akhirnya "crude-oil" akan
mengikuti naik. Badai Rita dan Katrina yg merusak
fasilitas refinery ini lebih-2 lagi mempersulit
mencari BBM dipasaran.
Jadi saya sarankan jangan membatasi mencari yang
berpengalaman 15 tahun. Kalau yang pengalan diatas 15
tahun gimana ?
Salam
RDP
"seeking a job"
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------