yay..kayaknya sekarang SBY lagi menggalakkan kampanya bahan bakar alternatif supaya migas kita bisa diekspor semua tanpa beban ke luar negeri ya?
dasar konspirator dituntun ama tengkulak!! On 10/7/05, Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya kutipkan dari koran Pikiran Rakyat, coba bayangkan Landrover yg gagah > berbahan bakar singkong. Jadi jangan remehkan singkong yg mempunyai stigma > makanan orang miskin. > > > http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0705/15/otokir/utama01.htm > > Energi Alternatif Ramah Lingkungan > "Biofuel" Cocok untuk Indonesia > MASALAH energi alternatif saat ini sedang menjadi perbincangan yang ramai > di masyarakat. Krisis bahan bakar minyak (BBM) saat ini telah menggugah > masyarakat bahwa Indonesia sangat bergantung pada minyak bumi. Gaikindo > International Conference 2005 yang diselenggarakan bersamaan dengan > Gaikindo Auto Expo 2005 sengaja dilaksanakan untuk mencari solusi energi > alternatif yang sesuai untuk Indonesia. > Pabrikan mobil dunia sudah belajar dari krisis minyak bumi tahun 1974 > dengan mengembangkan teknologi mesin canggih yang mampu menggantikan mesin > konvensional. Tinggal permasalahannya Indonesia mau pilih alternatif yang > mana. > Dilihat dari luas daratan serta tanahnya yang relatif subur, Indonesia > memiliki potensi untuk mengembangkan bahan bakar dari tumbuhan atau > biofuel. Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, yang menjadi > salah satu pembicara dalam acara ini mengatakan, biofuel merupakan energi > alternatif yang cocok dengan Indonesia. > "Energi alternatif biofuel yang dapat diperbarui dapat memperkuat > ketersediaan bahan bakar. Selain itu biofuel juga ramah lingkungan sehingga > > bisa meningkatkan kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia, " > katanya. > Karenanya untuk mengembangkan bahan bakar tipe ini perlu kerja sama yang > harmonis dari semua pihak, termasuk pemerintah, industri otomotif dan > swasta. Ada dua macam jenis biofuel yang bisa dikembangkan yaitu, ethanol > dan biodiesel. > Ethanol berasal dari alkohol yang strukturnya sama dengan bir atau minuman > anggur. Untuk membuat alkohol dilakukan melalui proses fermentasi dari > bahan baku tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti ketela > pohon. Ethanol dipergunakan untuk menggerakkan mesin berbahan bakar bensin. > Khusus untuk mesin diesel, bisa mempergunakan bahan bakar jenis biodiesel. > Diproduksi dari dari senyawa kimia bernama alkyl esters yang bisa diperoleh > > dari lemak nabati. Bahan esters ini memiliki komposisi yang sama dengan > bahan bakar diesel solar, bahkan lebih baik nilai cetane-nya dibandingkan > solar. > Sebagai bahan bakar cair, biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat > langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. > Selain itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran > biodiesel yang ber-cetane lebih tinggi. Menggunakan biodiesel dapat menjadi > > solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan > bakar solar sebesar 39,7%. Biodiesel pun sudah terbukti ramah lingkungan > karena tidak mengandung sulfur. > Penelitian tentang bahan bakar alternatif sudah dilakukan di banyak negara, > > seperti Austria, Jerman, Prancis, dan AS. Negara ini mengembangkan > teknologi biodiesel dengan memanfaatkan tanaman yang berbeda-beda. Negara > Jerman memakai minyak dari tumbuhan rapeseed, AS menggunakan tanaman > kedelai, sedangkan untuk Indonesia tanaman yang paling potensial adalah > kelapa sawit. > Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh lembaga dan institusi pendidikan > di Indonesia, yaitu Lemigas, PPKS Medan, ITB, LIPI dan BPPT. Kebanyakan > dari lembaga ini menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit, jathropa > curcas dan sebagainya. > BPPT memiliki pabrik yang bisa memproduksi sekira 1.500 liter/sehari di > Puspitek Serpong. Produk ini sudah dijual ke berbagai perusahaan pemakai > biodiesel dan juga dipakai untuk menggerakkan bus operasional BPPT. > Saat ini sedang dikembangkan pabrik baru berkapasitas 8 ton/hari yang > dibiayai oleh Balitbang Propinsi Riau. Desain dan konstruksi pabrik ini > sudah selesai pada tahun 2004, namun belum berproduksi menunggu izin > operasinya. > Berdasarkan pola pengembangan energi nasional, pemerintah sebenarnya sudah > merencanakan penggunaan bioethanol dan biodiesel sekira 2% dari jumlah > bahan bakar nasional pada tahun 2010. Selanjutnya meningkat menjadi 5% pada > > 2025. Sekarang masalahnya tinggal bagaimana mempopulerkan bahan bakar > biofuel ini. > Hasil penelitian BPPT ini merupakan jawaban atas tantangan penemuan > teknologi energi alternatif dalam mengatasi krisis energi nasional. "Hanya, > > kehadiran sumber energi alternatif baru ini perlu didukung oleh kebijakan > pemerintah serta instrumen agar kebijakan itu terealisasi," ujar > Kusmayanto. > Jika pemerintah mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan energi alternatif, > tentu masyarakat akan menanggapinya secara positif, apalagi bila harganya > murah dan terjangkau. Selain itu kalangan pengusaha pun tentu akan melihat > hal itu sebagai ceruk pasar yang potensial. > Menurut Kusmayanto, pemerintah perlu juga memberikan insentif bagi pihak > swasta yang mau membangun pabrik biodiesel atau bioethanol, misalnya dengan > > memberikan insentif fiskal, insentif perizinan atau bahkan insentif dalam > hal perpajakannya. > Di beberapa negara lain, untuk mendukung pemakaian biodiesel dan > bioethanol, pemerintahnya mengeluarkan kebijakan pemberian insentif. > Pemerintah Austria dan Australia mengeluarkan kebijakan kemudahan untuk > membangun pabrik biofuel , sehingga pengusaha pun tertarik untuk membangun > industri bahan bakar alternatif. Bahkan di Swedia, harga bioethanol BE-85 > (85% ethanol dan 15% bensin) dipatok lebih murah 25% daripada bahan bakar > konvensional. > Indonesia sendiri bisa belajar dari Brasil yang secara serius mengembangkan > > teknologi bahan bakar biofuel. Bahkan pabrikan mobil pun sangat antusias > untuk mengembangkan teknologi pendukungnya. Contohnya Toyota mulai > mengalihkan perhatiannya pada pasar mobil berbahan bakar bensin gasohol > untuk Brasil. > > Tanaman tebu > > Selain masuk ke pasar Brasil, kendaraan berbahan bakar alternatif ini > dikabarkan bakal dipasarkan di Amerika Tengah dan Selatan. Jika rencana itu > > berjalan mulus, kendaraan ramah lingkungan tersebut paling cepat baru > dirilis pada pertengahan tahun 2006. > Sebelumnya pabrikan mobil Ford selama lebih dari 14 tahun telah memproduksi > > satu juta unit kendaraan berbahan bakar ethanol mulai dari jenis E20 hingga > > E85. "Brasil adalah negara yang serius mengembangkan industri ethanol dari > tebu. Tentunya kami tidak mau ketinggalan dari pabrikan lain di sana," kata > > Ashok Goyal. Direktur Ford Hiroshima yang berbasis di Jepang. > Di Brasil mobil yang ditenagai bensin dan alkohol tersebut lebih akrab > disebut mobil flex fuel engine. Sebenarnya teknologi flex fuel bukanlah hal > > yang baru, sebab di Amerika Serikat pada 1980-an telah diperkenalkan mesin > dengan tenaga metanol atau alkohol yang dibuat dari bahan beras dan jagung. > Tercatat produksi etanol Brasil pada 1996 mencapai 14,5 miliar liter > (sekira 46% total produksi etanol global). Sedangkan produksi etanol di AS > mencapai 7,6 miliar liter. Tetapi hanya Brasil yang mencatatkan diri > sebagai negara pertama yang mengembangkan secara serius bahan bakar alkohol > > yang berasal dari gula tebu. Alasannya, di negara tersebut banyak > perkebunan tebu yang hasilnya cukup melimpah. > Pemerintah Brasil memiliki program bernama Alkohol Nasional (the National > Alcohol Program) yang salah satu hasil inovasinya adalah teknologi otomotif > > yang berhasil diluncurkan, yaitu mobil yang dijalankan dengan tenaga bensin > > dan alkohol yang terbuat dari gula tebu. > > Gasohol, bahan bakar alternatif > > Krisis bahan bakar yang sejak lama telah diprediksi membuat sejumlah > peneliti girang. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini mereka mendapatkan > pengakuan atas hasil penelitiannya yang bertahun-tahun mereka kembangkan. > Hal itu terlihat pada stan-stan energi alternatif seperti stan Universitas > Trisakti yang mengembangkan minyak jelantah pengganti solar dan juga stan > Balai Besar Teknologi Industri Pati (B2TP) BPPT yang mengembangkan Gasohol > BE-10 untuk bahan bakar bensin. > Di stan BPPT tersebut sebuah jip Landrover Discovery putih yang > disandingkan dengan Mercedes A-140 silver bertuliskan Fuel Cell dikerubuti > para pengunjung Gaikindo Auto Expo 2005. Mereka terheran-heran saat > mengetahui bahwa jip berbodi bongsor itu menggunakan bahan bakar dari > singkong. > "Singkong memang bisa menggantikan bahan bakar minyak bensin. Ini bisa > dipakai sebagai energi alternatif," kata Dr. Ir. M. Arief Yudiarto, Kabid > Etanol & Derivatif B2TP BPPT saat ditemui di stannya sebelum pembukaan > Gaikindo. > Menurut Arief, sebagai salah satu negara agraris, Indonesia memiliki > potensi sumber daya energi alternatif yang sangat besar. Seperti gasohol > yang terus dikaji B2TP di Lampung sejak 1983 lalu sebagai bahan bakar cair > alternatif. Gasohol merupakan bahan bakar campuran antara bensin (gasoline) > > dan bioetanol (ethanol) fuel grade atau alkohol dengan kadar sekira 99.5%. > Sebagai salah satu bahan bakar alternatif, gasohol dengan porsi bioetanol > hingga 20 persen bisa langsung digunakan pada mesin otomotif berbahan bakar > > bensin tanpa menimbulkan masalah teknis dan sangat ramah lingkungan. Kadar > karbonmonoksida (CO) dari hasil uji pada rpm 2.500, untuk gasohol 20 % > tercatat 0,76 % gas CO, sedangkan premium mencapai angka 3,66 % dan > Pertamax 2,85 %. > Dari tes penggunaan gasohol pada sebuah mobil jenis minibus yang dihidupkan > > dengan kecepatan 80 km pada rpm 4.700, B2TP mencatat beberapa poin penting > dari penggunaan gasohol. Konsumsi bahan bakar (gram/jam) dengan menggunakan > > gasohol 20 persen angkanya mencapai 23,25 gr/jam, sedangkan pada premium > mencapai 23 gr/jam, dan Pertamax 20,57 gr/jam. > Di Indonesia hingga saat ini masih belum ada pabrik yang memproduksi > bioetanol fuel grade meski kebutuhannya diperkirakan akan meningkat. > Sedangkan produksi etanol Indonesia saat ini mencapai 2 juta liter per > tahun untuk keperluan industri minuman serta farmasi dan sebagian lagi > diekspor ke sejumlah negara. B2TP sampai saat ini masih mengandalkan pilot > plant yang memiliki kapasitas 8.000 liter/hari dengan kualitas technical > grade.(ovi/doe)*** > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

