............................................................................................................................................................ Internal (sambungan)
Bagaimana caranya supaya IAGI bisa dibutuhkan oleh anggotanya; atau supaya anggota merasakan kehadiran IAGI sebagai pelengkap kehidupan professional mereka (kalau memang tidak bisa menjadi komponen utama, pelengkap-pun sudah lumayan). Itulah misi yang diemban oleh pengurus IAGI 2000-2002 dan berlanjut sampai 2002-2005 sekarang ini; yang sebentar lagipun diganti oleh darah baru, tenaga baru, misi baru kawan-kawan calon Ketua Umum IAGI mendatang. Sejauh menyangkut kesuksesan misi, nampaknya kepengurusan 2000-2005 yang lalu tidaklah terlalu berhasil. Sampai sekarangpun tidak terlalu banyak anggota IAGI yang sadar membayar iurannya dikarenakan oleh kebutuhan mereka akan IAGI. Bahkan saya meragukan apabila Berita IAGI yang dicetak sebanyak jumlah anggota IAGI (3015) - dan kita sebarkan ke seluruh anggota - dibaca dan ditunggu-tunggu oleh anggota IAGI seperti sebagian dari kita menunggu Explorer atau AAPG Bulletin tiap bulan. Minimal jika barometer sukses kita letakkan di Jakarta dan Bandung (kota dimana para kandidat Ketua Umum IAGI y.a.d berdomisili), kita musti melihat kenyataan bahwa para kandidat kita kurang siap mencermati apa saja yang sudah dilakukan IAGI seperti yang tertulis dalam Berita IAGI 5 tahun terakhir ini. Artinya mungkin sistim file mereka kurang rapi, atau mereka lupa (karena sudah 18 kali sejak awal 2001 kita keluarkan BI tersebut), atau memang model News seperti itu tidak menarik perhatian anggota untuk ikut terlibat merasakan kegiatan IAGI dalam berita. Entah lagi kalau misalnya barometer sukses kita letakkan di daerah2.. di Pengda-Pengda... atau di rig-rig, penambangan-penambangan batubara/emas yang terpencil nun jauh disana, dimana kawan-kawan IAGI yang bekerja tidak punya alternatif hiburan yang beragam, sehingga bacaan dan bacaan saja yang jadi andalan. Mungkin (sekalilagi mungkin) Berita IAGI bisa dibaca berulang kali oleh mereka dan mereka sangat membutuhkannya; apalagi jika ada berita-berita yang berkaitan dg survei kenaikan gaji, peningkatan kompetensi lewat kursus-kursus, PIT IAGI, seminar2, buku2, dsb Tapi,.. tunggu dulu!!!: setiap tahun PIT terus berlangsung, bahkan 2003 join dg HAGI (JCJ), 2005 ini join dg HAGI dan PERHAPI (JCS), dan setiap kali PIT (sejak 2000) peserta selalu bertambah, keuntungan organisasi juga makin besar. Apakah itu berarti makin banyak anggota yang membutuhkan PIT (baca:IAGI)? Selain itu dalam 5 tahun anggota terus bertambah rata-rata 150 orang anggota baru tiap tahunnya (meskipun angka pembayaran iuran anggota tidak pernah beranjak lebih dari 25% untuk tiap tahun berjalan).... apakah ini menandakan geosaintis geosaintis (baru) berbondong-bondong membutuhkan IAGI? Wallahul alam. Para pimpinan IAGI mendatang mungkin bisa merumuskan lebih cerdas dari IAGI yang sekarang tentang cara-cara mengukur keberhasilan misi tersebut. Sambil menimbang-nimbang skala ukuran diatas, baiklah kita teruskan dengan menampilkan profil-profil pekerja sukarela IAGI periode 2000-2005 yang ikut membuat PP-IAGI bergerak.... LAUNG Parlaungan Dalimunthe, Sekretaris 1 atau Sekretaris khusus bidang Pertambangan, masuk dalam kelompok kerja dan tugas fungsi dibawah Pak Ar Sekjen. Pak Laung ini seperti halnya pak nDaru adalah mining geologist; staff pejabat senior di Rio Tinto; dan punya pengetahuan dan concern yang luas mengenai aturan-aturan/regulasi pertambangan, tataruang/wilayah, dan lingkungan. Laung aktif dalam kepengurusan sejak 2002 sampai sekarang. White-Paper Road Map Pertambangan Indonesia versi usulan IAGI juga sudah dibikin atas koordinasi beliau, yaitu lewat pertemuan-pertemuan Diskusi Pertambangan di skeretariat IAGI bersama Pak nDaru dan kawan2 lainnya. Undangan-undangan dari Dirjen GSDM, IMA, Perhapi, APBI yang menyangkut koordinasi aturan-aturan baru, sertifikasi, kompetensi tenaga ahli pertambangan, masalah2 lingkungan semuanya bisa dihandel dan dilaporkan oleh pak Laung di forum milis PP-IAGI sehingga setiap pengurus updated dg perkembangan terbaru di bidang mining geology. Tentunya pak Laung juga bersusah-payah dan berkeringat deras dalam kepanitiaan IMCD Bogor kemarin, terutama sebagai penanggungjawab sponsorship yang menghubungi network IAGI dibidang pertambangan, mineral dan batubara. (bersambung)

