Sekedar pertanyaan,
bisa sedikit di sharing pengetahuannya Pak, di mana daerah/field
(tentunya di luar Indonesia) yang sudah proven menghasilkan HC di
sistem Fore-arc basin ini?

dan, ada juga pertanyaan teknis yaitu: kira-kira darimana penyebab
overpressure zone yang ada di sumur Jati-1?

terimakasih

On 10/12/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk itu, saya sangat berharap bahwa Lundin Banyumas berhasil dengan
Jati-1, sumur yang sedang dibornya di fore-arc basin Banyumas. Nah,
ini memang sumur yang risikonya sangat tinggi tetapi BPMIGAS
mendukungnya dengan penuh. Sebelum sampai ke titik bor Jati, mungkin
ada tiga tahun sendiri dihabiskan untuk membangun pengetahuan geologi
yang komprehensif untuk Banyumas fore-arc, termasuk melakukan survai
seismik di Karang Sambung dan mencari reservoir klastik Eosen sampai
ke Citarum dan Bayah.

Kalau kita mencari contoh bagaimana berbagai studi dan survai
dilakukan di suatu cekungan termasuk bagaimana drama pencarian partner
untuk berbagi risiko (?) atau keberhasilan (?) sampai menggiring ke
penajakan sebuah sumur eksplorasi, Blok Banyumas akan menjadi contoh
yang baik.

Saat ini, sumur Jati-1 tengah mengalami kesulitan menembus barier yang
dulu juga menjadi barier sumur2 Pertamina dan menghentikannya :
overpressured zone ! Saat diskusi dulu, itu sudah kita peringatkan,
semoga Lundin telah cukup mempunyai solusi untuk itu.

Di Banyumas, rembesan lumayan subur, masa kita tidak berhasil juga
mencari si mutiara hitam ini setelah lebih dari 30 tahun ?

Fore-arc dan intra-arc basins adalah salah satu dari sekian tantangan
eksplorasi di Indonesia. Itu ada dalam perhatian secara khusus oleh
BPMIGAS saat ini mengacu kepada perannya yang tertuang dalam UU Migas
2001. BPMIGAS sedang mengubah organisasinya, dan akan ada satu bagian
baru di dalamnya yang menangani masalah evaluasi cekungan/new venture.
Bagian ini akan berasosiasi nantinya dengan Ditjen Migas dalam urusan
yang sama.

Jangan kuatir, mestinya kita telah banyak belajar dari model2
penawaran lahan lima tahun terakhir ini, di mana kekuatan dan
kelemahannya, semua akan dievaluasi untuk menuju ke penawaran yang
lebih baik.

Tidak sulit memanggil service company untuk melakukan gravity atau
magnetics regional di lahan-lahan yang akan ditawarkan. Model itu
telah dilakukan 3 tahun ke belakang untuk seismik speculative survey.
Sekarang yang sedang dibenahi adalah masalah bagaimana pembebanan
biaya itu dalam hubungannya dengan kontrak PSC.

Tantangan eksplorasi Indonesia masih sangat besar. Dalam tantangan,
selalu ada peluang berhasil dan risiko gagal. Tanpa menjawab tantangan
itu sudah pasti kita akan gagal !

salam,
awang


Kuntadi Nugrahanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju dengan Anda, mari kita lihat seeps dengan optimistis.
Dan saya setuju sekali kalau usaha eksplorasi di daerah fore arc
basins di seluruh Indonesia harus dimulai dengan menawarkan banyak
blok di daerah2 tersebut dengan penawaran jangka waktu eksplorasi yg
lebih panjang, komitmen dan bagi hasil PSC yang jauh lebih menarik
mengingat faktor resiko yang sangat tinggi ini.

Oleh karenanya mungkin perlu ada suatu sesi penawaran khusus dari
pemerintah RI untuk menawarkan wilayah fore arc basins ini dalam satu
term sekaligus dlm waktu bersamaan.  Dengan telah adanya beberapa
sumur yang di bor dan terdapat indikasi hidrokarbon, tentunya bisa
menambah menarik investor untuk mengkaji daerah dimaksud.  Perpetaan
gaya berat dan gravitasi regional di bbrapa tempat pilihan perlu
dilakukan lebih dulu sepertinya Mas Awang? apakah ada perusahaan
Airborne gravity / magnetics yang mau invest di sini untuk mengetahui
seberapa dalam dan terbentuk dari litologi apa sih kitchen yang ada di
sabuk fore arc ini? Apakah memang intrusinya ataupun karbonatnya
tersebar merata atau hanya setempat? semua ini insya Allah dapat
terjawab dengan perpetaan dimaksud.

Regards, kuntadi

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke