Pak Awang, pak Budi St dan pak Budi Sk, Terima kasih banyak untuk penjelasannya. Barangkali punya paper yang bisa saya baca tentang genesa shallow gas ini? thanks again. Salam Shofi
On 10/13/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Shofi, > > 1. Shallow gas bisa terjadi di mana saja, di offshore maupun onshore, > kebetulan saja banyak kejadian dilaporkan di offshore. Contoh di onshore : > di wilayah Bentu, Segat, Sumatra Tengah. Kalau lihat penampang seismik > wilayah ini, tak ada bedanya dengan shallow gas di wilayah offshore Madura > misalnya, atau di utara Pulau Salawati persis di selatan Sorong Fault. > Genesa shallow gas ya tetap sama di mana juga, a.l. butuh rapid > sedimentation dan lingkungan yang semi tertutup - semi enclosed basin, dan > masih di wilayah di mana bakteri metanogen masih bisa hidup (< 80 deg C). > > 2. Shallow gas tak beda dengan biogenik, ada dalam fase diagenetik > transformasi source rocks, hanya dia lebih dangkal saja. Karena agen > perubahannya adalah bakteri, maka dia akan ada di lapisan-lapisan pasir > misalnya yang temperaturnya tak melebihi 80 deg C. Berapa dalam ? Itu akan > bergantung kepada GG setempat, semakin dingin bisa semakin dalam. Semakin > panas akan semakin dangkal. > > 3. Shallow gas di laut dalam ada, tetapi sudah terkristal dalam kisi-kisi > es di antara butir batuan karena temperatur laut dalam yang sangat dingin > (jauh lebih dalam dari zone termohaline). Itulah yang kita sebut gas > hydrate. Di Makassar Strait banyak, di laut dalamnya, ini bisa jadi > geo-hazard, tetapi ini pun potensi gas yang lumayan. > > Dua sumur di Selat Madura tahun 2000 blow-up gara-gara shallow gas. > Setelah itu, pengeboran di wilayah ini selalu menggunakan pilot hole. Di > wilayah laut dalam kalau target berada di wilayah gas hydrate, perlu juga > pilot hole untuk meyakinkan efek gas kick sejauh mana. > > salam, > awang > > Budi Satrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tentang no.3, determinasi shallow gas hazard : > Untuk determinasi very shallow gas hazard, dalam hubungan dengan > pembangunan > platform, determinasi gas hazard pada laut dangkal dilakukan dengan > melakukan high density shallow target seismic memakai vessel pada area > sekitar 2 km x 2 km dari titik yang akan dipasang platform ditambah dengan > data soil boring. Sedangkan untuk keperluan drilling ke target reservoir > dengan measured depth yang lebih dalam dan azimuth yang beragam arah, > tentunya bisa di guide dengan data seismik lokal/regional terhadap > trajectory propose well tsb. Semoga membantu > On 10/12/05, Shofiyuddin wrote: > > > > Barangkali ada rekans yang bisa bantu saya terhadap salah satu > pertanyaan > > anak didik saya di kursus wellsite. Terus terang saja, saya gak punya > > knowledge untuk menjawabnya. > > 1. Adakah Shallow gas di daerah pengeboran onshore? kalo ada gimana > > genesanya? dan kalo gak ada apa alasannya. > > 2. Kira kira shallow gas itu ditemukan di daerah marine di kedalamaman > > sekitar berapa? dan apa alasannya? > > 3. Adakah shallow gas di laut dalam (deep water drilling). Pertanyaan > > terakhir ini muncul dalam diskusi determinasi shallow gas hazard dengan > > tim > > satu team. Tim berpendapat bahwa shallow gas tidak dijumpai di laut > dalam > > dan karenanya tidak perlu pilot hole. > > > > -- > > Salam hangat > > > > Shofi > > > > > > > -- > Budi Satrio > > > --------------------------------- > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. > -- Salam hangat Shofi

